Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Menjelajahi Surga Kuliner di Kota Hujan: 3 Destinasi “Hidden Gem” yang Wajib Dicoba di Bogor

Sabtu, 11 Juli 2026 06:00 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Jangan Sampai Terlewat! PKH dan BPNT Tahap 3 Mulai Disalurkan, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK KTP

Sabtu, 11 Juli 2026 05:00 WIB

Resmi Dirilis! GPT-5.6 Bawa Lompatan Besar, OpenAI Kenalkan AI Paling Canggih

Sabtu, 11 Juli 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Menjelajahi Surga Kuliner di Kota Hujan: 3 Destinasi “Hidden Gem” yang Wajib Dicoba di Bogor
  • Jangan Sampai Terlewat! PKH dan BPNT Tahap 3 Mulai Disalurkan, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK KTP
  • Resmi Dirilis! GPT-5.6 Bawa Lompatan Besar, OpenAI Kenalkan AI Paling Canggih
  • Bansos PKH dan BPNT Juli 2026 Segera Cair, Ini Jadwal Penyaluran dan Cara Cek Penerimanya
  • Cukup Login! Saldo DANA Gratis Rp200.000 Cair Langsung ke Dompet Digitalmu Hari Ini, 11 Juli 2026
  • Update Kode Redeem FF 11 Juli 2026: Klaim Skin dan Item Eksklusif Sekarang!
  • Update Bansos 2026: DTSEN Versi 3 Segera Hadir, Cek Status Penerima Anda di Sini
  • Jadwal Terbaru Persib vs Manila Digger: Maung Bandung Dapat Napas Panjang di Play-off ACL 2
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 11 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Dari Luka Jadi Karya: Niska Alfina Rilis Buku Kita Sudah Tidak di Sana

By SusanaRabu, 16 Juli 2025 20:15 WIB3 Mins Read
Niska Alfina Saniya (24) penulis muda Kabupaten Bandung, Jawa Barat, saat meluncurkan buku prosa berjudul Kita Sudah Tidak di Sana. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menulis bukan sekadar hobi bagi Niska Alfina Saniya, mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Bagi perempuan kelahiran Bandung, 26 Desember 2001 ini, menulis adalah cara bertahan dalam diam.

Setelah proses panjang selama hampir satu dekade, ia akhirnya resmi meluncurkan buku prosa liris pertamanya berjudul Kita Sudah Tidak di Sana.

Peluncuran buku digelar di Kedai Kopi Batoe, Jalan Raya Banjaran, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung pada Rabu (16/7/2025).

Dalam acara tersebut, Niska membagikan cerita di balik lahirnya buku yang berisi serpihan perasaan dan perjalanan batin sejak tahun 2016.

“Awalnya naskah ini tidak dimaksudkan menjadi buku. Hanya ungkapan-ungkapan perasaan saat sedang merasa sedih dan tidak ada teman yang mendengarkan,” ujar Niska.

Proses Menulis yang Penuh Luka dan Ketulusan

Proses penulisan Kita Sudah Tidak di Sana dimulai sejak Niska masih duduk di bangku sekolah. Tulisan-tulisan itu merupakan hasil perenungan, kesedihan, dan ketidakberdayaan yang ia tuangkan secara diam-diam. Keinginan untuk menjadikannya sebagai buku baru muncul pada tahun 2022.

“Butuh waktu sembilan tahun untuk benar-benar menuntaskan buku ini,” jelas Niska.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam proses penyusunan bukan sekadar teknis menulis, melainkan proses mengingat luka lama yang dulu menjadi bahan bakar tulisannya.

“Saya ingin memperbaiki tulisan saya yang dulu, tapi juga mempertahankan rasa yang saya tulis saat itu. Dan untuk itu, saya harus benar-benar mengingat ulang apa yang saya rasakan. Itu sangat sulit.”

Isi Buku dan Gaya Bahasa yang Jujur

Buku Kita Sudah Tidak di Sana memuat prosa liris yang jujur, personal, dan kadang menyakitkan. Melalui untaian bahasa yang sederhana namun mengena, Niska mengajak pembaca menelusuri lorong-lorong kesepian, kehilangan, dan harapan yang nyaris padam.

Kecintaannya pada dunia tulis-menulis telah tumbuh sejak kecil. Sejak kelas 3 SD, ia terbiasa menulis diary, terinspirasi dari kegemarannya membaca buku.

Terinspirasi Sapardi dan Joko Pinurbo

Dalam gaya menulis, Niska mengaku sangat dipengaruhi oleh dua penyair besar Indonesia: Sapardi Djoko Damono dan Joko Pinurbo.

“Untaian diksi mereka sering kali sederhana, tapi maknanya sangat dalam. Itu yang membuat saya jatuh cinta pada cara mereka menulis,” ungkapnya.

Optimis di Tengah Digitalisasi: Buku Fisik Masih Hidup

Di era digital yang serba cepat, Niska tetap optimis buku fisik tidak kehilangan tempat. Ia percaya, komunitas pembaca seperti bookstagram dan pecinta sastra masih memberikan ruang hangat untuk buku cetak.

“Buku fisik mungkin mulai tenggelam, tapi tidak benar-benar hilang. Masih banyak yang setia membaca. Tinggal bagaimana kita memperkenalkannya kembali dengan cara yang relevan.”

Sudah Tersedia Online, Segera Hadir di Toko Buku

Buku Kita Sudah Tidak di Sana kini sudah bisa dipesan secara daring melalui tautan s.id/bukukstd, dan akan segera hadir di berbagai toko buku besar seperti Gramedia. Niska juga sedang menyiapkan sekuel lanjutan dari buku pertamanya.

Pesan untuk Generasi Muda: “Mulailah Sekarang!”

Di akhir perbincangan, Niska menyampaikan pesan menyentuh bagi generasi muda yang tengah berjuang meraih impian:

“Mulailah langkah pertamamu sekarang, karena waktu tidak mengenal frasa ‘tunggu sebentar’. Kalau tidak sekarang, maka bisa jadi tidak selamanya. Kamu harus berani melangkah. Setelahnya, semesta akan menilaimu sudah siap, lalu membantumu mewujudkannya,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

buku kita sudah tidak di sana buku puisi terbaru 2025 Niska Alfina Saniya prosa liris Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Menjelajahi Surga Kuliner di Kota Hujan: 3 Destinasi “Hidden Gem” yang Wajib Dicoba di Bogor

Resmi Dirilis! GPT-5.6 Bawa Lompatan Besar, OpenAI Kenalkan AI Paling Canggih

Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Cukup Login! Saldo DANA Gratis Rp200.000 Cair Langsung ke Dompet Digitalmu Hari Ini, 11 Juli 2026

Update Kode Redeem FF 11 Juli 2026: Klaim Skin dan Item Eksklusif Sekarang!

Update Bansos 2026: DTSEN Versi 3 Segera Hadir, Cek Status Penerima Anda di Sini

Rayakan Usia ke-6, AstraPay Tancap Gas Perkuat Digitalisasi UMKM di Jawa Barat

Terpopuler
  • Retaknya Panca Curiga di Tanah Purwakarta: Di Mana Batas ‘Heureuy’ Sunda Saat Tubuh Perempuan Jadi Bahan Jenaka?
  • Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!
  • Kisah Keyshia, Mojang Bandung yang Rela Kurang Tidur Demi Kejar Prestasi: Hasil Tak Mengkhianati Proses!
  • Update Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini 6 Juli 2026: Klaim Skin dan Diamond Gratis!
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.