Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dua Hari Hilang, Bocah 11 Tahun di Cianjur Diduga Tenggelam Usai Melompat ke Sungai Cibaregbeg

Selasa, 5 Mei 2026 18:10 WIB

DRAMA GBK! Izin Laga Persija vs Persib Masih Digantung, Ini Penyebabnya

Selasa, 5 Mei 2026 17:02 WIB

Update Rumor Transfer Persib: Daftar 6 Pemain Bintang yang Dikaitkan dengan Maung Bandung

Selasa, 5 Mei 2026 16:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dua Hari Hilang, Bocah 11 Tahun di Cianjur Diduga Tenggelam Usai Melompat ke Sungai Cibaregbeg
  • DRAMA GBK! Izin Laga Persija vs Persib Masih Digantung, Ini Penyebabnya
  • Update Rumor Transfer Persib: Daftar 6 Pemain Bintang yang Dikaitkan dengan Maung Bandung
  • Update 5 Mei 2026: Cara Cerdas Berburu Saldo DANA Gratis yang Terbukti Cair Tanpa Ribet
  • Heboh! Pria Ditemukan Tewas Membusuk di Dalam Rumah Cicendo
  • Update! Kode Redeem FF 5 Mei 2026: Klaim Bundle Langka dan Skin Senjata Gratis Hari Ini
  • Man City Gagal Menang, Chelsea Ambruk di Pekan ke-35 Premier League
  • Cetak Skor Nyaris Sempurna, Polresta Bandung Juara Umum Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 5 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Data Bank Dunia Ungkap Warga Miskin Indonesia Capai 194 Juta Orang, Luhut Minta Revisi

By Aga GustianaSabtu, 14 Juni 2025 12:00 WIB3 Mins Read
Bank Dunia ungkap warga miskin di Indonesia mencapai 194 juta orang. (Foto: Pixabay/Vien_beos)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyerukan peninjauan ulang terhadap metode perhitungan garis kemiskinan nasional. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas laporan terbaru Bank Dunia yang mengklaim bahwa 68,25 persen penduduk Indonesia, setara 194 juta orang masuk kategori miskin berdasarkan standar global terbaru.

Dalam konferensi infrastruktur internasional yang digelar di Jakarta, Kamis (12/6), Luhut menyebut bahwa pihaknya telah melakukan kajian mendalam terhadap angka garis kemiskinan (GK) yang digunakan saat ini. Ia menekankan bahwa revisi diperlukan untuk mencerminkan kondisi ekonomi aktual masyarakat Indonesia.

“Kami telah mendiskusikan hal ini cukup lama. Revisi bukan berarti kondisi kita buruk, tetapi justru agar data mencerminkan realita yang sebenarnya,” ujar Luhut.

Baca Juga:  Sekda Herman Harap Investasi Bisa Berdampak pada Pengangguran dan Kemiskinan di Jabar

Kolaborasi dengan BPS dan Persetujuan Presiden

Luhut memastikan bahwa proses evaluasi ini dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Meski belum menyebutkan kapan revisi akan rampung, ia menyatakan bahwa DEN telah mengantongi data yang cukup untuk mendukung perubahan tersebut.

Revisi ini nantinya akan dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Presiden akan menjadi pihak yang menentukan dan mengumumkan angka garis kemiskinan baru setelah menyetujui hasil evaluasi.

“Ini seperti program makan bergizi gratis dan food estate—semua bisa diselesaikan asal datanya tepat,” tambah Luhut.

Laporan Bank Dunia: Kemiskinan Indonesia Melonjak

Bank Dunia dalam laporan “June 2025 Update to the Poverty and Inequality Platform” memperbarui metode penghitungan kemiskinan global menggunakan purchasing power parity (PPP) tahun 2021. Dengan standar baru ini, ambang kemiskinan global untuk negara berpenghasilan menengah ke atas naik dari USD6,85 menjadi USD8,30 per hari.

Baca Juga:  Prabowo Minta Maaf ke Seluruh Anak Indonesia yang Belum Terima Makan Bergizi Gratis

Dampaknya, angka kemiskinan di Indonesia melonjak drastis. Jika populasi Indonesia tahun ini mencapai 285 juta jiwa, maka sekitar 194,58 juta orang dikategorikan miskin. Ini naik hampir 23 juta orang dibanding laporan sebelumnya dua bulan lalu.

Perbedaan Metodologi Bank Dunia dan BPS

BPS sebelumnya telah menjelaskan alasan di balik perbedaan besar antara data mereka dan Bank Dunia. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut bahwa metode Bank Dunia tidak secara spesifik merefleksikan kebutuhan masyarakat Indonesia karena didasarkan pada rata-rata 37 negara.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 8 Persen

Sebaliknya, BPS menggunakan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi domestik. Garis kemiskinan Indonesia dihitung berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), yang menilai pengeluaran minimum untuk kebutuhan dasar pangan dan non-pangan.

Meski demikian, sejumlah ekonom menilai pendekatan ini sudah tidak cukup. Media Wahyudi Askar dari Celios, misalnya, menyarankan agar BPS merevisi definisi kemiskinan agar mencerminkan tantangan sosial dan ekonomi yang semakin kompleks. Hal senada juga diungkapkan oleh Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, yang menilai bahwa garis kemiskinan nasional saat ini terlalu rendah dibanding standar global.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bank Dunia BPS data kemiskinan ekonomi Indonesia garis kemiskinan kemiskinan Luhut Pandjaitan Prabowo Subianto reformasi ekonomi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dua Hari Hilang, Bocah 11 Tahun di Cianjur Diduga Tenggelam Usai Melompat ke Sungai Cibaregbeg

Ilustrasi Meninggal Dunia

Heboh! Pria Ditemukan Tewas Membusuk di Dalam Rumah Cicendo

Cetak Skor Nyaris Sempurna, Polresta Bandung Juara Umum Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya

Bukan Keajaiban! Rahasia Abdul Malik, Anak SD yang Tembus Fakultas Kedokteran UPI di Usia 9 Tahun

Polemik Razia Rambut Siswi di Garut: Antara Penegakan Aturan dan Luka Psikologis Anak Didik

Gebrakan Besar! RF Hospitality Luncurkan Hotel Mewah Ashva di Jantung Ubud

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Link Video Viral Batang Membara: Diiming-iming Cuan Rp250 Juta Lewat Telegram
  • TRANSFER MEGA! Persib Siap Borong Pemain Brasil, Belanda hingga Irak
  • Jangan Klik! Link Video Viral Bandar Membara Diduga Berbahaya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.