Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Penyaluran Bansos PKH dan Sembako Tahap III 2026 Berlanjut: Simak Jadwal, Rincian Nominal, dan Cara Ceknya

Rabu, 5 Agustus 2026 06:00 WIB

Gerhana Matahari Total Agustus 2026 Segera Terjadi, Ini Jadwal, Lokasi, dan Dampaknya bagi Bumi

Rabu, 5 Agustus 2026 05:00 WIB

Bandung Punya Banyak Hidden Gem! 4 Cafe Kekinian 2026 yang Wajib Masuk List Kamu

Rabu, 5 Agustus 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Penyaluran Bansos PKH dan Sembako Tahap III 2026 Berlanjut: Simak Jadwal, Rincian Nominal, dan Cara Ceknya
  • Gerhana Matahari Total Agustus 2026 Segera Terjadi, Ini Jadwal, Lokasi, dan Dampaknya bagi Bumi
  • Bandung Punya Banyak Hidden Gem! 4 Cafe Kekinian 2026 yang Wajib Masuk List Kamu
  • Bansos Agustus 2026 Masih Mengalir! Kemensos Ungkap Jadwal Cair PKH dan BPNT Terbaru
  • Cara Aman Klaim Saldo DANA Gratis 5 Agustus 2026: Waspadai Modus Penipuan Berkedok Tautan Palsu
  • Berburu Hadiah Gratis! Cek Deretan Kode Redeem FF Terbaru 5 Agustus 2026, Segera Klaim Sebelum Kedaluwarsa
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Cegah Mahasiswa Terjebak Judol dan Pinjol, Pegadaian Genjot Literasi Keuangan dan Integritas di ITB
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 5 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Data Bank Dunia Ungkap Warga Miskin Indonesia Capai 194 Juta Orang, Luhut Minta Revisi

By Aga GustianaSabtu, 14 Juni 2025 12:00 WIB3 Mins Read
Bank Dunia ungkap warga miskin di Indonesia mencapai 194 juta orang. (Foto: Pixabay/Vien_beos)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyerukan peninjauan ulang terhadap metode perhitungan garis kemiskinan nasional. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas laporan terbaru Bank Dunia yang mengklaim bahwa 68,25 persen penduduk Indonesia, setara 194 juta orang masuk kategori miskin berdasarkan standar global terbaru.

Dalam konferensi infrastruktur internasional yang digelar di Jakarta, Kamis (12/6), Luhut menyebut bahwa pihaknya telah melakukan kajian mendalam terhadap angka garis kemiskinan (GK) yang digunakan saat ini. Ia menekankan bahwa revisi diperlukan untuk mencerminkan kondisi ekonomi aktual masyarakat Indonesia.

“Kami telah mendiskusikan hal ini cukup lama. Revisi bukan berarti kondisi kita buruk, tetapi justru agar data mencerminkan realita yang sebenarnya,” ujar Luhut.

Kolaborasi dengan BPS dan Persetujuan Presiden

Luhut memastikan bahwa proses evaluasi ini dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Meski belum menyebutkan kapan revisi akan rampung, ia menyatakan bahwa DEN telah mengantongi data yang cukup untuk mendukung perubahan tersebut.

Revisi ini nantinya akan dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Presiden akan menjadi pihak yang menentukan dan mengumumkan angka garis kemiskinan baru setelah menyetujui hasil evaluasi.

“Ini seperti program makan bergizi gratis dan food estate—semua bisa diselesaikan asal datanya tepat,” tambah Luhut.

Laporan Bank Dunia: Kemiskinan Indonesia Melonjak

Bank Dunia dalam laporan “June 2025 Update to the Poverty and Inequality Platform” memperbarui metode penghitungan kemiskinan global menggunakan purchasing power parity (PPP) tahun 2021. Dengan standar baru ini, ambang kemiskinan global untuk negara berpenghasilan menengah ke atas naik dari USD6,85 menjadi USD8,30 per hari.

Dampaknya, angka kemiskinan di Indonesia melonjak drastis. Jika populasi Indonesia tahun ini mencapai 285 juta jiwa, maka sekitar 194,58 juta orang dikategorikan miskin. Ini naik hampir 23 juta orang dibanding laporan sebelumnya dua bulan lalu.

Perbedaan Metodologi Bank Dunia dan BPS

BPS sebelumnya telah menjelaskan alasan di balik perbedaan besar antara data mereka dan Bank Dunia. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut bahwa metode Bank Dunia tidak secara spesifik merefleksikan kebutuhan masyarakat Indonesia karena didasarkan pada rata-rata 37 negara.

Sebaliknya, BPS menggunakan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi domestik. Garis kemiskinan Indonesia dihitung berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), yang menilai pengeluaran minimum untuk kebutuhan dasar pangan dan non-pangan.

Meski demikian, sejumlah ekonom menilai pendekatan ini sudah tidak cukup. Media Wahyudi Askar dari Celios, misalnya, menyarankan agar BPS merevisi definisi kemiskinan agar mencerminkan tantangan sosial dan ekonomi yang semakin kompleks. Hal senada juga diungkapkan oleh Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, yang menilai bahwa garis kemiskinan nasional saat ini terlalu rendah dibanding standar global.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bank Dunia BPS data kemiskinan ekonomi Indonesia garis kemiskinan kemiskinan Luhut Pandjaitan Prabowo Subianto reformasi ekonomi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gerhana Matahari Total Agustus 2026 Segera Terjadi, Ini Jadwal, Lokasi, dan Dampaknya bagi Bumi

Bansos

Bansos Agustus 2026 Masih Mengalir! Kemensos Ungkap Jadwal Cair PKH dan BPNT Terbaru

Aturan Baru SIM Bikin Geger, Pemilik Kendaraan Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif?

Lurah Cihapit Ungkap Kronologi Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau, Siap Terima Sanksi Jika Dinilai Lalai

Ciptabintar Pastikan Lapangan Padel Surya Sumantri Tak Langgar Tata Ruang, Kebisingan Jadi Sorotan

Isak Tangis Warnai PHK Massal Pabrik Tekstil di Cimahi, Ratusan Buruh Kehilangan Pekerjaan

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.