Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Rincian Harga BBM Pertamina Terbaru per 5 November 2026 di Seluruh Wilayah Indonesia

Kamis, 5 November 2026 08:00 WIB

Satu Poin Lagi! Begini Syarat Persib Bandung Kunci Takhta Puncak Klasemen Grup E ACL 2

Kamis, 5 November 2026 07:20 WIB

Wacana Baru BPJS Kesehatan: Iuran Gratis PBI JK Bakal Diperluas Hingga Desil 8, Cek Syaratnya!

Kamis, 5 November 2026 07:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rincian Harga BBM Pertamina Terbaru per 5 November 2026 di Seluruh Wilayah Indonesia
  • Satu Poin Lagi! Begini Syarat Persib Bandung Kunci Takhta Puncak Klasemen Grup E ACL 2
  • Wacana Baru BPJS Kesehatan: Iuran Gratis PBI JK Bakal Diperluas Hingga Desil 8, Cek Syaratnya!
  • Cair Mulai November! Simak Daftar Lengkap Kriteria Penerima BSU 2026 Beserta Cara Cek Statusnya
  • Igor Tolic Ungkap Kunci Persib Bandung Kalahkan Melbourne Victory
  • Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan
  • Supersub Persib! Luka Menalo Butuh 11 Menit untuk Ubah Nasib Laga di Melbourne
  • Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 5 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Data Bank Dunia Ungkap Warga Miskin Indonesia Capai 194 Juta Orang, Luhut Minta Revisi

By Aga GustianaSabtu, 14 Juni 2025 12:00 WIB3 Mins Read
Bank Dunia ungkap warga miskin di Indonesia mencapai 194 juta orang. (Foto: Pixabay/Vien_beos)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyerukan peninjauan ulang terhadap metode perhitungan garis kemiskinan nasional. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas laporan terbaru Bank Dunia yang mengklaim bahwa 68,25 persen penduduk Indonesia, setara 194 juta orang masuk kategori miskin berdasarkan standar global terbaru.

Dalam konferensi infrastruktur internasional yang digelar di Jakarta, Kamis (12/6), Luhut menyebut bahwa pihaknya telah melakukan kajian mendalam terhadap angka garis kemiskinan (GK) yang digunakan saat ini. Ia menekankan bahwa revisi diperlukan untuk mencerminkan kondisi ekonomi aktual masyarakat Indonesia.

“Kami telah mendiskusikan hal ini cukup lama. Revisi bukan berarti kondisi kita buruk, tetapi justru agar data mencerminkan realita yang sebenarnya,” ujar Luhut.

Baca Juga:  Prabowo Jamin Harga Pangan Stabil Selama Ramadhan 2025

Kolaborasi dengan BPS dan Persetujuan Presiden

Luhut memastikan bahwa proses evaluasi ini dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Meski belum menyebutkan kapan revisi akan rampung, ia menyatakan bahwa DEN telah mengantongi data yang cukup untuk mendukung perubahan tersebut.

Revisi ini nantinya akan dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Presiden akan menjadi pihak yang menentukan dan mengumumkan angka garis kemiskinan baru setelah menyetujui hasil evaluasi.

“Ini seperti program makan bergizi gratis dan food estate—semua bisa diselesaikan asal datanya tepat,” tambah Luhut.

Laporan Bank Dunia: Kemiskinan Indonesia Melonjak

Bank Dunia dalam laporan “June 2025 Update to the Poverty and Inequality Platform” memperbarui metode penghitungan kemiskinan global menggunakan purchasing power parity (PPP) tahun 2021. Dengan standar baru ini, ambang kemiskinan global untuk negara berpenghasilan menengah ke atas naik dari USD6,85 menjadi USD8,30 per hari.

Baca Juga:  Di Tengah Isu Keretakan, Jokowi Ungkap Alasan Pakai Kemeja Biru Khas Prabowo

Dampaknya, angka kemiskinan di Indonesia melonjak drastis. Jika populasi Indonesia tahun ini mencapai 285 juta jiwa, maka sekitar 194,58 juta orang dikategorikan miskin. Ini naik hampir 23 juta orang dibanding laporan sebelumnya dua bulan lalu.

Perbedaan Metodologi Bank Dunia dan BPS

BPS sebelumnya telah menjelaskan alasan di balik perbedaan besar antara data mereka dan Bank Dunia. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut bahwa metode Bank Dunia tidak secara spesifik merefleksikan kebutuhan masyarakat Indonesia karena didasarkan pada rata-rata 37 negara.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 8 Persen

Sebaliknya, BPS menggunakan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi domestik. Garis kemiskinan Indonesia dihitung berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), yang menilai pengeluaran minimum untuk kebutuhan dasar pangan dan non-pangan.

Meski demikian, sejumlah ekonom menilai pendekatan ini sudah tidak cukup. Media Wahyudi Askar dari Celios, misalnya, menyarankan agar BPS merevisi definisi kemiskinan agar mencerminkan tantangan sosial dan ekonomi yang semakin kompleks. Hal senada juga diungkapkan oleh Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, yang menilai bahwa garis kemiskinan nasional saat ini terlalu rendah dibanding standar global.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPS ekonomi Indonesia kemiskinan Prabowo Subianto
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan

Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH

Peringatan Darurat Sanitasi Kota Bandung, 90 Persen Sungai Tercemar Bakteri E. Coli

Terungkap Motif Pembunuhan Sadis Hj Komariyah di Indramayu: Sakit Hati Sering Disindir Utang

3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita

Presiden Prabowo Subianto.

Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.