Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Fakta Baru Skandal Video KKN Lombok: Penelusuran Link Masih Melejit

Kamis, 19 Februari 2026 02:00 WIB

Rekomendasi Tempat Sahur 24 Jam di Jakarta: Dari Legendaris Hingga Kekinian

Kamis, 19 Februari 2026 01:00 WIB

Persib Menang Tapi Merana: 7 Keputusan ‘Aneh’ Wasit Majed Al-Shamrani yang Bikin Bobotoh Berang di GBLA!

Rabu, 18 Februari 2026 22:42 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Fakta Baru Skandal Video KKN Lombok: Penelusuran Link Masih Melejit
  • Rekomendasi Tempat Sahur 24 Jam di Jakarta: Dari Legendaris Hingga Kekinian
  • Persib Menang Tapi Merana: 7 Keputusan ‘Aneh’ Wasit Majed Al-Shamrani yang Bikin Bobotoh Berang di GBLA!
  • Link Video Viral Chindo Adidas Ada yang Durasi Panjang, Apa Isinya?
  • Sudah Bebas Penjara, Anak Nia Daniaty Masih Terjerat Kewajiban Ganti Rugi Rp8,1 Miliar, Ini Alasannya!
  • Gol Andrew Jung Tak Cukup, Persib Gagal Lanjut ke Babak 16 Besar ACL Two!
  • Tarawih dan Witir Sendirian atau Berjamaah? Simak Panduan Praktis Ramadan 2026
  • Drama Babak Pertama: Persib Ungguli Ratchaburi 1-0, Barros Malah Kartu Merah!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 19 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Bakal Bentuk Satgas MBG, Ini Fungsinya

By Aga GustianaSelasa, 30 September 2025 18:43 WIB3 Mins Read
MBG
Ilustrasi Program MBG. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah beberapa dapur di Kabupaten Bandung Barat dihentikan sementara pasca kasus keracunan massal.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa fokus utama satgas adalah meningkatkan kualitas sajian makanan bagi siswa penerima MBG, sekaligus memastikan program berjalan aman dan sesuai standar.

“Ya, kita fokus saja pada peningkatan kualitas MBG. Yang paling utama nanti minggu depan kita bikin MoU, kita bikin satgas dan kita bikin aturan-aturan yang bisa mengikat semua pihak,” ujar Dedi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (30/9/2025).

Fungsi Satgas MBG

Satgas ini akan menerima pengaduan dari siswa terkait sajian MBG yang dianggap tidak sesuai. Dedi menekankan bahwa setiap penerima makanan berhak melaporkan temuan melalui media sosial atau grup WhatsApp, agar dilakukan pemeriksaan dan audit.

Baca Juga:  KDM Integrasikan Kebijakan Transportasi untuk Tekan Kecelakaan Lalu Lintas di Jabar

“Pengguna atau penerima manfaat MBG ini manakala makanannya tidak sesuai dengan jumlah angka Rp10.000, maka dia nanti posting dimasukin ke media sosial atau dimasukin ke grup WA pengaduan,” kata Dedi.

Dedi menambahkan, satgas memiliki kewenangan memberikan tiga jenis sanksi kepada dapur SPPG jika terbukti melanggar:

  1. Sanksi administratif
  2. Pemberhentian sementara
  3. Sanksi pidana jika ditemukan indikasi penyalahgunaan dana negara

Selain itu, dapur yang saat ini dihentikan sementara akan segera diganti agar program MBG tetap berjalan, dan pemerintah provinsi mendorong agar dapur SPPG hadir langsung di sekolah-sekolah untuk meminimalkan risiko keracunan.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Dorong Sinergitas Anggaran Pusat dan Daerah untuk Terangi Jawa Barat

Tanggapan Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto menanggapi kasus keracunan MBG di beberapa daerah sebagai hal yang minor.

“Sampai hari ini sudah menjelang 30 juta penerima manfaat, 30 juta anak dan ibu hamil tiap hari menerima makanan. Bahwa ada kekurangan iya, ada keracunan makan iya, kita hitung dari semua makanan yang keluar, penyimpangan kekurangan atau kesalahan itu adalah 0,0017 persen,” tutur Prabowo di Munas VI PKS, Jakarta, Senin (29/9/2025).

Prabowo menekankan bahwa meski ada kekurangan, program MBG merupakan langkah strategis yang berdampak luas.

Baca Juga:  Survei Indikator Politik: Kinerja Pemprov Jabar Kalah Jauh dengan Popularitas Dedi Mulyadi

“Brazil butuh 11 tahun untuk mencapai 47 juta penerima manfaat, presidennya cerita sama saya, mereka butuh 11 tahun, kita 11 bulan sudah 30 juta,” jelasnya.

Program MBG juga berdampak pada ekonomi lokal, dengan menciptakan 1,5 juta lapangan kerja baru pada awal 2026, serta mendorong pengeluaran bahan pangan dari desa dan kecamatan.

“Kita telah berhasil menghidupkan ekonomi rakyat bahwa tiap hari kita butuh, telur, kita butuh sayur, kita butuh ikan, ayam, butuh bahan-bahan dari kampung-kampung itu sendiri, dari kecamatan-kecamatan itu sendiri, di puncaknya nanti tahun depan kita akan gelontorkan mendekati Rp300 T untuk MBG,” pungkas Prabowo.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Keracunan MBG Satgas MBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Perang Sarung

Ramadhan Aman, Polisi Tegaskan Perang Sarung dan Balap Liar di Jabar

Anggaran Ekonomi Jabar Minim, DPRD Dorong Program Pemberdayaan Masyarakat Lebih Kuat

Tangis Pecah Usai 43 Tahun! Pertemuan Dua Sahabat SD Ini Bikin Netizen Ikut Mewek

Anggaran Pendidikan Jabar Dinilai Cukup, Rafael Situmorang Soroti Daya Tampung dan Beasiswa

Siapkan Rp8 Triliun, bank bjb Mudahkan Warga Tukar Uang Baru Jelang Lebaran 2026

Lari di Bawah Langit Malam: Kemeriahan Coast to Coast Night Trail Ultra dan Peran Strategis bank bjb

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Viral Teh Pucuk 17 Menit Bisa Jadi Malware, Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.