bukamata.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya angkat bicara terkait tragedi dalam acara syukuran pernikahan putranya, Maula Akbar Mulyadi Putra, dengan Putri Karlina, Wakil Bupati Garut. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan sejumlah warga terluka akibat kericuhan saat pembagian makanan gratis di Lapangan Oto Iskandar Dinata, Garut, Jumat (18/7/2025).
Spekulasi sempat berkembang bahwa kehadiran Dedi Mulyadi di lokasi memicu kerumunan besar yang berujung kepanikan. Namun, melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, pada Selasa (22/7/2025), Dedi dengan tegas membantah tudingan tersebut.
“Saya mendapat berita bahwa pada saat kejadian tanggal 18 Juli 2025, sekitar pukul 13.00 sampai 14.00 WIB, bahwa dalam berita tersebut saya berada di lokasi kejadian di Pendopo Kabupaten Garut. Berita itu menurut saya hoaks,” ujarnya.
“Pada saat itu saya dalam perjalanan dari Lembur Pakuan Subang menuju Trans Studio untuk mengikuti gelar Festival UMKM yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia, Kantor Perwakilan Jawa Barat, Dinas Koperasi dan UMKM,” lanjutnya.
Ia menjelaskan, selama di acara UMKM tersebut, dirinya ikut tampil dalam peragaan busana, menyampaikan sambutan, serta memberikan belasungkawa secara langsung. Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan itu, barulah ia menuju Garut untuk menemui para korban.
“Semoga semua pihak bisa memahaminya dan bisa menghadirkan berita yang objektif, tidak menimbulkan berita yang sesat,” tegasnya.
Tiga Tewas, Sejumlah Luka-Luka dalam Kericuhan di Acara Syukuran
Insiden memilukan terjadi saat ratusan warga memadati area syukuran untuk mengambil makanan gratis. Menurut kesaksian SF (17), salah satu korban selamat, kericuhan dipicu oleh desakan massa yang tak terkendali. Ia yang datang bersama keluarganya sempat terpisah dan jatuh di tengah kerumunan.
Keterangan SF disampaikan langsung kepada Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan saat menjenguk korban di RSUD dr. Slamet Garut, Sabtu (19/7/2025).
“Kedatangan Gubernur Jawa Barat memicu antusiasme warga yang tak terkendali, menyebabkan kericuhan dan membuat SF terpisah dari keluarganya dan terjatuh,” ungkapnya dalam rilis resmi Humas Polda Jabar.
Tim medis yang sudah bersiaga di lokasi bergerak cepat memberikan pertolongan. Sejumlah korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan intensif.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut. Evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan acara publik dengan jumlah massa besar juga menjadi sorotan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











