Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Waktu Imsak Bandung Hari ke-26 Ramadhan, Pastikan Sahur Tepat Waktu

Senin, 16 Maret 2026 03:00 WIB
Viral video ukhti mukena pink.

Warganet Penasaran Video Mukena Pink Tanpa Sensor, Hati-Hati Link Berbahaya

Senin, 16 Maret 2026 01:00 WIB
Persib Bandung

Persib Gagal Menang, tapi Poin Tetap di Puncak Klasemen Super League

Minggu, 15 Maret 2026 22:48 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Waktu Imsak Bandung Hari ke-26 Ramadhan, Pastikan Sahur Tepat Waktu
  • Warganet Penasaran Video Mukena Pink Tanpa Sensor, Hati-Hati Link Berbahaya
  • Persib Gagal Menang, tapi Poin Tetap di Puncak Klasemen Super League
  • Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka
  • Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan
  • Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk
  • Ramadan 2026 Heboh! Link Video Mukena Pink No Sensor Tersebar, Begini Isi Videonya
  • Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 16 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi dan Filosofi Sunda sebagai Landasan Kebijakan Publik

By Putra JuangSenin, 20 Januari 2025 15:45 WIB3 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat terpilih 2025-2030, Dedi Mulyadi merupakan salah satu sosok yang memiliki kecintaan dan kepeduliaan terhadap budaya Sunda.

Ya, wajar saja. Sedari kecil, Dedi Mulyadi memang sudah terbiasa dengan budaya adat Sunda. Pria kelahiran Kabupaten Subang pada 11 April 1971 ini, berasal dari keluarga petani yang sederhana.

Dedi Mulyadi sudah terbiasa mengolah sawah dan menggembala domba milik orang tuanya dengan kehidupan desa yang penuh dengan kebersamaan.

Maka tak heran, mantan Bupati Purwakarta dua periode ini dikenal sebagai orang yang sederhana dan sangat dekat dengan masyarakat.

– Filosofi Sunda sebagai landasan kebijakan publik

Selain Iket Sunda yang sering dikenakannya di banyak kesempatan, filosofi Sunda sebagai landasan kebijakan publik juga kerap dipraktikan oleh Dedi Mulyadi.

Sebab menurutnya, kebudayaan Sunda memiliki konsep tata kelola kehidupan yang sehat dan selaras dengan alam semesta.

Baca Juga:  Tampilkan Gagasan Otentik di Debat Perdana, Dedi-Erwan Komitmen Tuntaskan Persoalan Rakyat

“Tradisi nenek moyang di Jawa Barat itu bisa menjadi masukan bagi masyarakat saat ini, utamanya untuk menghindari bencana alam,” ucap Dedi, Minggu (29/3/2020).

Dedi mengatakan, salah satu aspek dalam kebudayaan Sunda ada sebuah istilah Tri Tangtu di Buana, yakni pembagian tata ruang menjadi tiga wilayah.

Ketiganya ialah dunia atas yang terdiri dari pegunungan, dunia pertengahan untuk perkampungan, dan dunia bawah yakni pantai. Di antara ketiganya itu memiliki jarak yang cukup jauh satu sama lain.

“Perkampungan penduduk ada di tengah itu untuk menghindari bencana, makanya tidak boleh ada perkampungan di lepas pantai dan gunung. Wilayah selain pemukiman itu dijadikan hutan untuk menjaga kelestarian alam semesta,” jelasnya.

– Kebudayaan Sunda punya filosofi mendalam

Baca Juga:  Pangkas Anggaran Media Massa, Dedi Mulyadi Andalkan Kekuatan Emak-Emak TikTok

Dedi begitu menginginkan supaya kebudayaan Sunda digali menjadi sebuah penelitian mendalam sebagai dasar filosofi pembangunan di Jabar.

Dedi mengatakan, kebudayaan Sunda ke depan jangan hanya menjadi cerita semata, tapi juga harus bisa melahirkan peradaban di Indonesia.

“Sehingga cerita Sunda bukan hanya cerita dari sisi bahasa tapi harus melahirkan peradaban,” ujar Dedi, Sabtu (19/10/2024).

Menurutnya, kebudayaan Sunda mesti bisa diterjemahkan mulai dari pertanian, arsitektur, pendidikan, hingga tata kelola lingkungan. Sehingga hal tersebut akan lebih memperkaya kebudayaan di Nusantara.

“Misal, tulisan Sunda buhun itu diteliti apa maknanya, dari makna itu lahirlah nanti karya ilmiah. Jadi saya ingin nanti ada jurnal-jurnal internasional memiliki latar berpikir akademik berdasarkan dari falsafah kesundaan,” imbuhnya.

– Filosofi Sunda membawa dampak kesejahteraan bagi masyarakat

Baca Juga:  Refleksi HUT ke-80 RI, Dedi Mulyadi Tegaskan Kehadiran Nyata Negara untuk Rakyat

Saat ini, Dedi Mulyadi yang masih menunggu jadwal pelantikan sebagai gubernur Jabar yang rencananya dilaksanakan pada Februari 2025 mendatang, menjalankan aktivitas kesehariannya di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang.

Di tempat ini, Dedi membuktikan filsafat Sunda ‘Réa Ketan, Réa Keton’ telah membawa dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

‘Réa Ketan, Réa Keton’ adalah filsafat tentang ketahanan pangan. Menurutnya, filsafat Sunda tersebut merupakan dasar pembangunan bagi manusia.

“Itu kalimat filosofi Sunda yang memiliki makna pembangunan, misalnya kalimat ini. Réa ketan réa keton; Buncir leuit, loba duit; Bru di juru bro di panto, ngalayah di tengah imah; di pipir aya petikeun; di kolong aya si jambrong, na para aya si jago itu adalah kalimat tentang sistem ketahanan pangan,” kata Dedi, Kamis (28/11/2024).

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

budaya Dedi Mulyadi Filosofi Sunda kebijakan publik Sunda
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Waktu Imsak Bandung Hari ke-26 Ramadhan, Pastikan Sahur Tepat Waktu

Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka

CPNS Kemenag

Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan

Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk

Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!

Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.