bukamata.id – Keberanian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi untuk membongkar proyek tempat wisata di Puncak Bogor mendapat apresiasi dari banyak pihak.
Salah satu yang menjadi sasaran adalah proyek tempat wisata yang merupakan milik BUMD Jabar, yakni Hibisc Fantasy. Pasalnya, bangunan tersebut diduga menjadi dalang banjir bandang yang terjadi belakangan ini di wilayah tersebut.
Selain merusak alam, wahana ini disebut melanggar tata lingkungan dan izin lahan. Dedi pun memerintahkan pemerintah setempat untuk membongkar tempat tersebut.
Setelah ramai terkait hal tersebut, seorang netizen di TikTok dengan nama akun Don Gatur @dongatur pun menantang Dedi Mulyadi untuk membongkar persoalan lain di Puncak Bogor.
Persoalan tersebut yakni penertiban restoran dan pedagang kaki lima (PKL) yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor pada 26 Agustus 2024 lalu.
Penertiban ini pun sempat memicu kekecewaaan warga, pasalnya aksi yang dilakukan pemerintah tidak adil karena hanya menargetkan PKL, sementara restoran besar seperti Asep Stroberi dibiarkan tetap berdiri.
“Ada satu pesan saya buat Kang Dedi, itu kan pedagang kaki lima sudah dibersihkan pak, dari Puncak Pas sampai ke atas itu sudah bersih pak dan tidak ada,” terangnya dikutip bukamata.id Jumat (7/3/2025).
“Kenapa sekarang bisa berdiri Asep Stroberi empat lantai. Yang saya tahu itu sempat didemo juga masyarakat setempat, tapi tetap sekarang sudah beroperasional,” tuturnya.
Lantas, Don Gatur pun mempertanyakan hal tersebut. Terlebih ada dugaan jika Asep Stroberi tak ikut ditertibkan lantaran pemiliknya adalah pejabat tinggi di Provinsi Jabar.
“Siapa pemilik Asep Stroberi itu? apa betul itu miliknya mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil?” ujarnya.
Jika restoran tersebut bukan milik pejabat, tanya Don Gatur, lantas mengapa hanya Asep Stroberi yang aman dari penertiban. Bahkan restoran keluarga yang menawarkan hidangan khas Sunda ini masih berdiri kokoh di jalur Puncak Bogor.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









