Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Diduga Live TikTok Saat Bekerja, ASN Bandung Barat Viral Usai Singgung Fee Proyek

Kamis, 6 Agustus 2026 22:10 WIB

Masa Kelam Berakhir! Mykhailo Mudryk Comeback Bela Chelsea Usai Sanksi Doping Dicabut

Kamis, 6 Agustus 2026 21:13 WIB

Drama Perebutan Tempat Ketiga Piala Presiden 2026: Persija Tundukkan Arema FC 3-1

Kamis, 6 Agustus 2026 20:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Diduga Live TikTok Saat Bekerja, ASN Bandung Barat Viral Usai Singgung Fee Proyek
  • Masa Kelam Berakhir! Mykhailo Mudryk Comeback Bela Chelsea Usai Sanksi Doping Dicabut
  • Drama Perebutan Tempat Ketiga Piala Presiden 2026: Persija Tundukkan Arema FC 3-1
  • Bidik Trofi Piala Presiden 2026, Ini 11 Pemain Pilihan Igor Tolic Lawan Persebaya
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Link Live Streaming & Cara Nonton Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026
  • Belajar Sendiri Lewat Aplikasi & Turis, Gadis Cilik Penjual Souvenir Ini Punya Pengetahuan Seluas Samudra!
  • Jadwal Lengkap Persib Bandung di Super League 2026/2027: Langsung Hadapi Ujian Berat di Awal Musim
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 6 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Geram Masih Temukan Banyak Anak Jalanan, Pertanyakan Kinerja DP3AKB Jabar

By Putra JuangRabu, 9 April 2025 12:00 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Rafki Razif/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menunjukkan ketidakpuasannya terhadap penanganan anak-anak jalanan di wilayah Jabar khususnya Kota Bandung.

Dedi pun mempertanyakan efektivitas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar dalam mengatasi permasalahan tersebut.

“Kenapa masih banyak anak-anak di perempatan, yang minta-minta, tidak sekolah, diperalat oleh orang tuanya? Kenapa dibiarkan?” tanya Dedi Mulyadi pada Sekretaris DP3AKB Jabar, Eva Fandora saat acara Halal bi Halal di halaman depan Gedung Sate, Selasa (8/4/2025).

Eva Fandora pun mencoba memberikan klarifikasi terkait pertanyaan Dedi Mulyadi tersebut.

“Tidak dibiarkan Pak,” ujarnya.

Namun, jawaban tersebut tidak memuaskan Dedi Mulyadi. Menurutnya, belum ada tindakan nyata yang signifikan dari DP3AKB Jabar.

“Ah enggak, tidak ada tindakan sampai sekarang, ngomongnya jangan administratif dengan saya teknis, kenapa dibiarkan? Kan Gubernur udah ngasih contoh, orang dibawa tuh sekarang sudah kerja jadi tukang sapu di Gedung Pakuan, lakukan itu,” katanya.

Lebih lanjut, Dedi merasa malu dengan kondisi yang masih terjadi.

“Jadi kalau hanya kita kerja sama, kita ini, kita itu, gak akan selesai, malu pak, ada Dinas Pemberdayaan Perempuan, budak letik di kolong jembatan dianteup,” ungkapnya.

Bahkan, Dedi memberikan ultimatum yang cukup keras. Dirinya mengancam akan menutup DP3AKB Jabar jika masih menemukan anak-anak jalanan.

“Kalau itu tidak bersih, saya tutup dinasnya, betul gak Pak Sekda? Kalau di Kota Bandung saja masih banyak anak-anak yang minta-minta, masih banyak anak-anak diperalat orang tuanya untuk mencari uang, dinasnya kita tutup aja,” tegasnya.

Pertanyaan tersebut langsung ditujukan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman.

“Serius saya, betul gak Pak Sekda? Bapak malu gak sebagai pembina kepegawaian?” tanya Dedi.

Mendengar pernyataan tegas tersebut, Sekda Herman langsung merespons.

“Malu Pak, langsung kami akan bergerak Pak!” janjinya.

Kemudian, Dedi pun memberikan instruksi konkret kepada DP3AKB Jabar.

“Hari ini kerjakan, seluruh pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan turun kebawah, ke masyarakat, ke lapangan, masing-masing bawa satu orang,” ucapnya.

Dedi juga memberikan solusi sederhana namun dianggap efektif.

“Sederhana Pak, itu dijadiin tukang sapu selesai Pak, satu orang, walaupun memang belum tentu semuanya, minimal kan tidak malu, jadi saya kerjanya taktik tidak teoritis,” jelasnya.

Dedi pun menekankan bahwa pola kerja DP3AKB Jabar tidak boleh lagi bersifat administratif, melainkan harus berupa aksi nyata di lapangan.

“Kerja pemberdayaannya gak boleh lagi administratif, aksi di lapangan, malu orang Jawa Barat masih aya nu di parapatan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak jalanan Dedi Mulyadi DP3AKB Jabar Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Diduga Live TikTok Saat Bekerja, ASN Bandung Barat Viral Usai Singgung Fee Proyek

Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis

Polda Jabar Imbau Bobotoh Rayakan Kemenangan Persib dengan Tertib, Hindari Vandalisme dan Provokasi

Polisi Tangkap Pembuat Video AI Manipulasi Presiden Prabowo, Pelaku Ngaku Ingin Kontennya FYP

Marbot Masjid di Purwakarta Tewas Dibacok Tetangga Sendiri Saat Hendak Adzan

SDN 026 Bojongloa Sempat Digembok Ahli Waris, Disdik Bandung Siapkan Relokasi

Terpopuler
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.