Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Jadwal pendaftaran CPNS

CPNS 2026 Dibuka November, Empat Formasi Ini Jadi Fokus Utama

Senin, 9 November 2026 01:00 WIB

Influencer Michelle Wibowo Dilaporkan Atas Dugaan Sertifikat Internasional Palsu

Minggu, 8 November 2026 23:01 WIB

Tutup Jadwal Padat dengan Pahit, Persib Kalah 1-2 di Semarang

Minggu, 8 November 2026 21:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • CPNS 2026 Dibuka November, Empat Formasi Ini Jadi Fokus Utama
  • Influencer Michelle Wibowo Dilaporkan Atas Dugaan Sertifikat Internasional Palsu
  • Tutup Jadwal Padat dengan Pahit, Persib Kalah 1-2 di Semarang
  • Baru Dimaafkan!! Evelyn Kembali Digoreng Gara-gara Mimpi Jadi Diva?
  • Tolic Rotasi Besar-besaran! Ini Susunan Pemain Persib Lawan Java United
  • Kepulan Asap di Pool Damri Kebon Kawung, Kebakaran Gegerkan Warga Bandung
  • Lelah Usai dari Australia, Persib Malah Bikin Pelatih Java United Ketar-ketir
  • CPNS 2026 Resmi Dibuka November! Siapkan Dokumen Ini dari Sekarang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 9 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Geram Masih Temukan Banyak Anak Jalanan, Pertanyakan Kinerja DP3AKB Jabar

By Putra JuangRabu, 9 April 2025 12:00 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Rafki Razif/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menunjukkan ketidakpuasannya terhadap penanganan anak-anak jalanan di wilayah Jabar khususnya Kota Bandung.

Dedi pun mempertanyakan efektivitas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar dalam mengatasi permasalahan tersebut.

“Kenapa masih banyak anak-anak di perempatan, yang minta-minta, tidak sekolah, diperalat oleh orang tuanya? Kenapa dibiarkan?” tanya Dedi Mulyadi pada Sekretaris DP3AKB Jabar, Eva Fandora saat acara Halal bi Halal di halaman depan Gedung Sate, Selasa (8/4/2025).

Eva Fandora pun mencoba memberikan klarifikasi terkait pertanyaan Dedi Mulyadi tersebut.

“Tidak dibiarkan Pak,” ujarnya.

Namun, jawaban tersebut tidak memuaskan Dedi Mulyadi. Menurutnya, belum ada tindakan nyata yang signifikan dari DP3AKB Jabar.

Baca Juga:  Sukses di Malaysia, Kini Thirds Studios Bidik Pasar Singapura dan Thailand

“Ah enggak, tidak ada tindakan sampai sekarang, ngomongnya jangan administratif dengan saya teknis, kenapa dibiarkan? Kan Gubernur udah ngasih contoh, orang dibawa tuh sekarang sudah kerja jadi tukang sapu di Gedung Pakuan, lakukan itu,” katanya.

Lebih lanjut, Dedi merasa malu dengan kondisi yang masih terjadi.

“Jadi kalau hanya kita kerja sama, kita ini, kita itu, gak akan selesai, malu pak, ada Dinas Pemberdayaan Perempuan, budak letik di kolong jembatan dianteup,” ungkapnya.

Bahkan, Dedi memberikan ultimatum yang cukup keras. Dirinya mengancam akan menutup DP3AKB Jabar jika masih menemukan anak-anak jalanan.

Baca Juga:  Aksi Solidaritas dan Doa untuk Palestina: Netty Prasetiyani Kutuk Keras Kekejaman IsraelĀ 

“Kalau itu tidak bersih, saya tutup dinasnya, betul gak Pak Sekda? Kalau di Kota Bandung saja masih banyak anak-anak yang minta-minta, masih banyak anak-anak diperalat orang tuanya untuk mencari uang, dinasnya kita tutup aja,” tegasnya.

Pertanyaan tersebut langsung ditujukan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman.

“Serius saya, betul gak Pak Sekda? Bapak malu gak sebagai pembina kepegawaian?” tanya Dedi.

Mendengar pernyataan tegas tersebut, Sekda Herman langsung merespons.

“Malu Pak, langsung kami akan bergerak Pak!” janjinya.

Kemudian, Dedi pun memberikan instruksi konkret kepada DP3AKB Jabar.

Baca Juga:  Jelang Perayaan Hari Raya Waisak, Bambang Tirtoyuliono: Momentum Keberagaman di Kota Bandung

“Hari ini kerjakan, seluruh pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan turun kebawah, ke masyarakat, ke lapangan, masing-masing bawa satu orang,” ucapnya.

Dedi juga memberikan solusi sederhana namun dianggap efektif.

“Sederhana Pak, itu dijadiin tukang sapu selesai Pak, satu orang, walaupun memang belum tentu semuanya, minimal kan tidak malu, jadi saya kerjanya taktik tidak teoritis,” jelasnya.

Dedi pun menekankan bahwa pola kerja DP3AKB Jabar tidak boleh lagi bersifat administratif, melainkan harus berupa aksi nyata di lapangan.

“Kerja pemberdayaannya gak boleh lagi administratif, aksi di lapangan, malu orang Jawa Barat masih aya nu di parapatan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jadwal pendaftaran CPNS

CPNS 2026 Dibuka November, Empat Formasi Ini Jadi Fokus Utama

Influencer Michelle Wibowo Dilaporkan Atas Dugaan Sertifikat Internasional Palsu

Kepulan Asap di Pool Damri Kebon Kawung, Kebakaran Gegerkan Warga Bandung

CPNS

CPNS 2026 Resmi Dibuka November! Siapkan Dokumen Ini dari Sekarang

Viral Pengendara Mobil Diacungi Senjata di Cangkuang, Remaja 17 Tahun Diamankan

Kabar Duka! Bobotoh Meninggal saat Menuju Laga Persib di Semarang

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ramai Dicari Netizen! Terbongkar Kebenaran Isu Link Video Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.