bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi diduga meresmikan pabrik yang bermasalah. Pabrik tersebut bernama PT Ultimate Noble Indonesia yang berlokasi di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut.
Dari hasil penelusuran redaksi, proses perizinan PT Ultimate Noble Indonesia, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), terdaftar atas nama PT Silver Skyline Indonesia. Hal ini memunculkan banyak tanda tanya, terutama terkait legalitas operasional perusahaan yang mungkin melanggar regulasli.
Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jabar, Wahyudin Iwang menilai, adanya pelanggaran hukum yang dilakukan oleh kedua perusahaan tersebut.
“Proses pengajuan perizinan harus melibatkan perusahaan yang menjalankan operasionalnya, termasuk kontraktor yang membangun pabrik. Jika itu tidak tercantum dalam proses perizinan, tentu ada masalah,” jelas Wahyudin dalam keterangannya, dikutip Jumat (7/3/2025).
Ditegaskan Wahyudin, seharusnya PT Ultimate Noble Indonesia sudah terlibat sejak awal dalam perizinan, terutama dalam hal AMDAL dan dokumen lainnya. Tentunya, hal ini akan mempermudah evaluasi dan memberikan transparansi jika ada masalah di kemudian hari.
“Sekarang, publik bingung karena tidak ada kejelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas kegiatan ini,” tegasnya.
Untuk itu, Wahyudin meminta agar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat turun tangan dan mengevaluasi ulang perizinan yang telah dikeluarkan.
“Kementerian KLHK dan DLH Provinsi Jabar harus meninjau ulang AMDAL yang dikeluarkan, dan pihak aparat Garut juga harus melakukan evaluasi lebih lanjut. Kami berharap pemerintah tidak hanya diam saja,” tegas Wahyudin.
Diketahui, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Immanuel Ebenezer Gerungan, dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meresmikan PT Ultimate Noble Indonesia di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Senin (3/3/2025).
Pabrik sepatu ini diklaim sebagai langkah besar dalam upaya mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Garut melalui sektor industri. Bahkan, pabrik ini mampu menyerap hingga 10 ribu tenaga kerja.
TPT Roboh Usai Diresmikan
Diberitakan sebelumnya, Tembok penahan tanah (TPT) PT Ultimate Noble Indonesia (UNI) roboh kurang dari 24 jam setelah diresmikan oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Robohnya tembok pembatas itu terjadi pada Senin (3/3/2025) malam WIB, dibarengi dengan longsoran tanah bercampur air yang menerjang pemukiman warga. Sementara, peresmian pabrik tersebut digelar pada siang harinya.
Salah seorang warga yang menjadi korban, Odah menuturkan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB.
Menurutnya, longsor yang terjadi di area tersebut bukanlah kali pertama. Namun, longsor yang terjadi pada Senin malam itu merupakan longsor terparah, bahkan hingga merusak rumah.
Kejadian ini membuat warga bertanya-tanya dampak lingkungan dari proyek pabrik yang telah diresmikan Wamenaker dan Dedi Mulyadi tersebut.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










