Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Wajib Coba! 4 Tempat Bakso Paling Enak di Bandung yang Bikin Nagih

Selasa, 7 April 2026 03:00 WIB

Fakta Terungkap! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Ternyata Rekayasa Mengejutkan

Selasa, 7 April 2026 01:00 WIB

Terungkap! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Diduga Konten Asing yang Dipelintir

Senin, 6 April 2026 21:48 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Wajib Coba! 4 Tempat Bakso Paling Enak di Bandung yang Bikin Nagih
  • Fakta Terungkap! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Ternyata Rekayasa Mengejutkan
  • Terungkap! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Diduga Konten Asing yang Dipelintir
  • Persib Krisis Bek? Julio Cesar Dipastikan Tak Tampil di GBLA
  • Hari Kelabu di Bandung Barat, Polisi Selidiki Dua Kematian Misterius
  • Timnas Futsal Indonesia Hajar Brunei 7-0, Puncaki Klasemen Grup B
  • Fakta Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2: Bukan Asli, Jangan Klik Link!
  • Viral Deretan Motor MBG, Diduga Gunakan Motor Listrik Berharga Puluhan Juta
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 7 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Sebut Alih Fungsi Lahan Biang Kerok Banjir, Siapkan Regulasi Pencegahan

By Aga GustianaKamis, 13 Maret 2025 19:18 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin bersama Gubernur Jabar terpilih, Dedi Mulyadi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Banjir besar yang melanda berbagai wilayah di Jawa Barat pekan lalu, termasuk Puncak, Bekasi, Depok, dan Sukabumi, menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan sejumlah faktor utama yang menyebabkan banjir semakin parah, terutama akibat perubahan fungsi lahan yang mengganggu daerah resapan air.

Menurut Dedi, daerah hulu yang seharusnya berfungsi sebagai resapan air kini banyak berubah menjadi kawasan pemukiman dan pariwisata.

“Di bagian hulu, kawasan gunung, hutan, dan perkebunan yang berfungsi sebagai resapan air kini telah beralih menjadi pemukiman elite dan kawasan wisata. Hal ini menyebabkan berkurangnya daya serap air yang sangat signifikan,” ujarnya dalam konferensi pers di kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Jakarta, Rabu (13/2/2025).

Tak hanya di hulu, daerah aliran sungai (DAS) juga mengalami penyempitan dan pendangkalan akibat pembangunan perumahan di sepanjang bantaran sungai.

Baca Juga:  Gebrakan Anyar Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi Wajibkan Satu Kelas Satu Toilet

“Banyak perumahan yang berizin dibangun di bibir sungai, sehingga mengurangi kapasitas sungai dalam menampung air,” tambahnya.

Di bagian hilir, lahan-lahan yang seharusnya menjadi daerah resapan, seperti rawa dan sawah, justru diurug dan diubah menjadi kawasan permukiman.

“Rawa dan sawah yang seharusnya menjadi tempat penyerapan air kini diubah menjadi permukiman. Akibatnya, ketika hujan deras, banjir bisa mencapai ketinggian hingga 2,5 meter,” ungkap Dedi.

Baca Juga:  KDM Sentil Wali Kota Bandung soal Teras Cihampelas: Berani Bereskan?

Sebagai langkah penanggulangan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan segera menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang melarang penggunaan area perkebunan, perhutanan, dan daerah aliran sungai (DAS) untuk pembangunan pemukiman atau bangunan komersial.

“Provinsi akan mengeluarkan Peraturan Gubernur yang melarang alih fungsi lahan di kawasan perkebunan, hutan, dan DAS. Selain itu, Pak Menteri (PKP Maruarar Sirait) juga tengah mengkaji penerbitan peraturan menteri terkait hal ini,” jelasnya.

Pemerintah juga akan membahas perencanaan tata ruang bantaran sungai bersama Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian ATR/BPN, serta Kementerian Perumahan dalam waktu dekat.

Baca Juga:  Tegas! KDM Ingatkan Sampah Pasar Caringin Wajib Diurus Mandiri

Selain regulasi, Dedi juga mengusulkan konsep rumah panggung sebagai solusi untuk mengurangi dampak banjir. Model ini akan diuji coba dengan mencontoh desain rumah panggung di kawasan Muara Angke.

“Jika desainnya cocok, kami akan terapkan konsep serupa di wilayah rawan banjir di Jawa Barat,” ujarnya.

Dedi menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja keras untuk memastikan bencana banjir yang terjadi tahun ini tidak terulang lagi di masa mendatang.

“Kami ingin memastikan bahwa banjir ini adalah yang terakhir. Tidak boleh ada lagi banjir di tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

banjir Dedi Mulyadi jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hari Kelabu di Bandung Barat, Polisi Selidiki Dua Kematian Misterius

Viral Deretan Motor MBG, Diduga Gunakan Motor Listrik Berharga Puluhan Juta

Dosen PPPK Keluhkan Karier Mandek dan Tukin Tak Adil, DPR RI Diminta Turun Tangan

Ijazah Terancam, Wali Murid SMK IDN Kejar Waktu Demi Masa Depan Siswa

Lahan KAI di Bandung Disiapkan Jadi Hunian Subsidi Terintegrasi, Konsep TOD Disiapkan

DPRD Jabar Dorong Perizinan SMK IDN Segera Tuntas, Nasib Ijazah Siswa XII Jadi Prioritas

Terpopuler
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit, Link Palsu Mengintai Warganet, Cek Aslinya
  • Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini
  • Terkuak Pemeran Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Bikin Heboh!
  • Link Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Disebut Punya Versi Lengkap Tanpa Sensor
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Jangan Tertipu! Link Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ini Diduga Jebakan Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.