bukamata.id – Gelombang aksi solidaritas bertajuk #RakyatInginRevolusi yang berlangsung di depan Gedung DPRD Jawa Barat pada Jumat (29/8/2025) berujung kericuhan.
Sekitar pukul 15.00 WIB, ratusan peserta aksi mulai mendapat tekanan dari aparat. Gas air mata ditembakkan dari dalam kompleks dewan untuk membubarkan massa. Situasi sempat tidak terkendali, mahasiswa dan warga yang ikut serta tampak panik dan berlarian mencari tempat berlindung di sepanjang Jalan Diponegoro.
Meski sempat terdorong mundur, mayoritas massa masih bertahan hingga pukul 15.28 WIB. Mereka mengibarkan spanduk, meneriakkan yel-yel perlawanan, sekaligus menyampaikan sejumlah tuntutan yang ditujukan kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Dalam sikap resminya, aliansi mahasiswa merumuskan tiga poin utama:
- Pengusutan Tuntas dan Transparan
Mahasiswa menuntut Polri mengusut dugaan brutalitas aparat secara terbuka dengan melibatkan lembaga independen sebagai pengawas. - Penindakan Hukum yang Tegas
Oknum Brimob yang diduga terlibat kekerasan diminta dijatuhi hukuman berat tanpa ada ruang impunitas. - Reformasi Total Kepolisian
Desakan mencakup perbaikan mekanisme pengawasan internal, jalur pelaporan yang aman, hingga jaminan perlindungan bagi masyarakat.
“Negara tidak boleh tinggal diam. Aparat kepolisian seharusnya menjadi pelindung, bukan sebaliknya,” tegas pernyataan aksi yang dibacakan di depan gedung dewan.
Hingga laporan ini disusun, massa masih bertahan di sekitar area DPRD Jawa Barat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











