Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jangan Salah! Ini Daftar Bansos yang Masih Disalurkan September 2026 dan Cara Ceknya

Jumat, 11 September 2026 05:00 WIB

Persija vs Persib Jadi Sajian Utama! Ini Jadwal Lengkap Super League Pekan Kedua

Jumat, 11 September 2026 04:00 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

NIK KTP Jadi Kunci! Begini Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP

Jumat, 11 September 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Salah! Ini Daftar Bansos yang Masih Disalurkan September 2026 dan Cara Ceknya
  • Persija vs Persib Jadi Sajian Utama! Ini Jadwal Lengkap Super League Pekan Kedua
  • NIK KTP Jadi Kunci! Begini Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP
  • Klaim Saldo DANA Gratis 11 September 2026: Intip Cara Resmi dan Peluang Cuan Hari Ini
  • Banjir Reward! Deretan Kode Redeem FF 11 September 2026 dan Cara Klaim Cepatnya
  • Pernyataan soal Nabi Muhammad Picu Kegaduhan, Abah Setu Akhirnya Minta Maaf
  • Head-to-Head Persija vs Persib: GBK Jadi Saksi Saling Tahan
  • Buntut Tegur Pendaki Ilegal, Pos Simaksi Gunung Gede Pangrango Dirusak dan Petugas Dianiaya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 11 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Desakan Mundur untuk Erick Thohir Menguat, Video Janji Lama Kembali Viral

By Aga GustianaSelasa, 14 Oktober 2025 11:15 WIB5 Mins Read
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. (Foto: PSSI)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gelombang desakan agar Erick Thohir mundur dari kursi Ketua Umum PSSI kembali mencuat, setelah Timnas Indonesia gagal menembus putaran final Piala Dunia 2026.

Sorotan publik tidak hanya tertuju pada hasil di lapangan, tetapi juga pada video lama pernyataan Erick yang kini kembali beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, Erick menyatakan siap mundur jika kepercayaan terhadap dirinya telah luntur.

Video berdurasi singkat itu direkam pada 15 November 2024, sesaat setelah skuad Garuda menelan kekalahan telak 0–4 dari Jepang pada babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).

Saat itu, Erick terlihat memasuki ruang ganti untuk berbicara langsung dengan para pemain. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Erick menyampaikan pernyataan tegas yang kini menjadi boomerang bagi dirinya sendiri.

“Apa yang saya katakan itu menjadi tanggung jawab saya sebagai Ketua Umum federasi ini. Saya membawa pelatih, saya membawa seluruh pemain untuk percaya pada proyek ini. Pertanyaannya, apakah kalian masih percaya pada proyek ini?” ujar Erick kala itu.

Ia kemudian melanjutkan dengan pernyataan yang kini ramai dikutip ulang:

“Apakah kalian masih percaya kepada saya sebagai pemimpin kalian? Karena jika tidak, saya akan mundur. Saya akan mundur dari Ketua Umum PSSI, karena ini sudah menjadi tanggung jawab saya.”

Kegagalan ke Piala Dunia Memicu Gelombang Kritik

Beberapa bulan setelah momen tersebut, Timnas Indonesia kembali menghadapi kenyataan pahit. Dalam dua pertandingan krusial babak keempat kualifikasi zona Asia, Garuda takluk dari Arab Saudi dengan skor 2–3 dan kalah tipis 0–1 dari Irak. Hasil tersebut memastikan langkah Indonesia terhenti dan gagal melangkah ke putaran final Piala Dunia 2026—target besar yang sempat digaungkan federasi di bawah kepemimpinan Erick Thohir.

Baca Juga:  Saddil Ramdani Masuk Skuad Garuda, Siap Menggila di FIFA Matchday Juni 2026

Kegagalan ini memicu kekecewaan besar di kalangan pecinta sepak bola nasional. Di platform X (Twitter), tagar #ErickOut dan #KluivertOut merajai trending topic, mencerminkan dorongan kuat publik agar dilakukan evaluasi menyeluruh, bukan hanya terhadap pelatih Patrick Kluivert, tetapi juga terhadap kepemimpinan federasi.

Sejauh ini, baik Erick Thohir maupun pihak PSSI belum memberikan pernyataan resmi mengenai viralnya kembali video tersebut.

Namun, publik kini menagih konsistensi: apakah Erick akan menepati ucapannya untuk mundur jika kepercayaan telah hilang, atau memilih langkah evaluasi internal sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Janji-janji Besar yang Dipertanyakan Publik

Saat pertama kali terpilih sebagai Ketua Umum PSSI periode 2023–2027, Erick Thohir membawa semangat perubahan. Ia mengumandangkan delapan janji besar untuk membenahi sepak bola Indonesia, mulai dari tata kelola yang bersih hingga pembinaan pemain muda. Janji-janji ini membuat publik menaruh harapan besar terhadapnya.

Namun, setelah lebih dari dua tahun menjabat, publik mulai mempertanyakan realisasi janji tersebut. Reformasi wasit yang dijanjikan belum terlihat signifikan.

Liga Indonesia masih diwarnai masalah klasik seperti kualitas pertandingan yang timpang dan minim transparansi. Kasus besar seperti Tragedi Kanjuruhan pun seolah tenggelam tanpa kejelasan akhir.

Baca Juga:  Lapangan GBK Jadi Sorotan, Thom Haye sampai Gagal Selebrasi

Berikut beberapa janji utama Erick saat mencalonkan diri dan setelah terpilih sebagai Ketua Umum PSSI:

  1. Mewujudkan sepak bola Indonesia yang bersih dan berprestasi tinggi.
  2. Meningkatkan kualitas dan kesejahteraan wasit.
  3. Memperbaiki hubungan antar suporter.
  4. Membangun struktur liga yang profesional dari Liga 1 hingga Liga 3.
  5. Melakukan pembinaan berjenjang dari akar rumput.
  6. Menyediakan fasilitas latihan modern untuk Timnas.
  7. Menyusun program sepak bola nasional yang jelas dan terstruktur.
  8. Mendorong partisipasi perempuan dalam sepak bola, termasuk sebagai wasit (target 20–25%).

Kebijakan kontroversial seperti memecat pelatih Shin Tae-yong dan menggantinya dengan Patrick Kluivert juga kini dipertanyakan efektivitasnya. Alih-alih membawa perubahan signifikan, performa tim justru stagnan di level Asia.

Dua Jabatan Strategis, Satu Sosok Sentral

Kritik terhadap Erick tak berhenti pada kapasitasnya sebagai Ketua PSSI. Sejak ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick juga memegang peran penting dalam mengarahkan kebijakan olahraga nasional secara luas.

Usai dilantik, ia menyampaikan komitmen untuk melakukan “transformasi olahraga nasional” dan memajukan generasi muda.

“Saya merasa terhormat mendapat penugasan baru dari Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga dan memastikan transformasi olahraga nasional,” ujarnya saat pelantikan.

Ia menambahkan, “Kami tidak akan melupakan anak muda Indonesia. Kapabilitas pemuda harus terus kita bangun, agar bisa bersaing di level global.”

Dua fokus utama yang ia sampaikan saat itu adalah pengembangan kapasitas pemuda dan menjadikan olahraga sebagai sarana pemersatu bangsa serta peningkatan martabat Indonesia di kancah internasional. Namun, kegagalan Timnas menuju Piala Dunia menjadi ujian besar terhadap kredibilitas visi tersebut.

Baca Juga:  Timnas Indonesia vs Jepang, STY Janji Beri Menit Bermain untuk Kevin Diks

Desakan Publik Semakin Kuat

Kekecewaan para pendukung sepak bola nasional kini semakin terakumulasi. Banyak suporter menganggap janji Erick terlalu idealis dan tidak diimbangi strategi nyata yang matang. Beberapa kelompok suporter bahkan secara terbuka menggelar aksi di luar stadion dan menyebarkan petisi online yang mendesak Erick dan Kluivert mundur.

Sentimen ini semakin menguat dengan viralnya kembali video janji mundur Erick tahun lalu. Bagi sebagian publik, pernyataan itu bukan sekadar retorika emosional di ruang ganti, melainkan komitmen moral yang seharusnya ditepati.

“Kalau beliau sendiri yang bilang siap mundur saat kepercayaan hilang, sekarang saatnya buktikan integritas,” ujar salah satu netizen dalam kolom komentar unggahan video yang kembali viral.

Menanti Langkah Erick

Hingga kini, belum ada kepastian apakah Erick akan mengambil langkah drastis atau memilih untuk mempertahankan posisinya dengan melakukan evaluasi internal. Namun, dengan meningkatnya tekanan publik dan sorotan terhadap janji-janji masa lalu, posisinya sebagai Ketua Umum PSSI tengah berada dalam sorotan tajam.

Jika ia memilih mundur, langkah tersebut bisa menjadi preseden penting dalam kepemimpinan federasi olahraga Indonesia, menandai era baru akuntabilitas publik. Namun jika bertahan, ia harus menunjukkan rencana konkret untuk membenahi sepak bola nasional dan mengembalikan kepercayaan publik yang mulai pudar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Erick Thohir Patrick Kluivert Piala Dunia 2026 PSSI Timnas Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Persija vs Persib Jadi Sajian Utama! Ini Jadwal Lengkap Super League Pekan Kedua

Head-to-Head Persija vs Persib: GBK Jadi Saksi Saling Tahan

Persija vs Persib Resmi Digelar di SUGBK, Ferry Paulus Beri Peringatan Keras

Persija vs Persib Makin Panas, Kerim Memija Kirim Sinyal Perang ke Maung Bandung

Prediksi Manchester United vs Sabah: Sesko Starter, Setan Merah Diprediksi Menang

Mengenal Dominic Lion, Remaja Surabaya Usia 13 Tahun yang Bikin Gempar Panggung MMA Asia!

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Suara Mirip Bass Bergema dari Bandung Hingga Purwakarta, Dikaitkan Erupsi Anak Krakatau
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Uang Pendidikan Mengalir ke Mana? Bongkar Manfaat Rp6,3 Triliun Jabar vs Rp351 Miliar Sulteng
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.