Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Menggila! Unggul 3-0 atas Kalteng FC di Babak Pertama

Minggu, 1 November 2026 16:29 WIB

Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution

Minggu, 1 November 2026 15:55 WIB

Mutombo Absen, Persib Tak Mau Ambil Risiko Jelang Lawan Kalteng FC

Minggu, 1 November 2026 14:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Menggila! Unggul 3-0 atas Kalteng FC di Babak Pertama
  • Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution
  • Mutombo Absen, Persib Tak Mau Ambil Risiko Jelang Lawan Kalteng FC
  • Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung
  • Marc Klok Comeback! Persib Siap Hajar Kalteng FC demi Puncak Klasemen
  • Mojang Bandung Adjeng Wulandari, Buktikan Prestasi dan Organisasi Bisa Berjalan Beriringan
  • Pesta Gol di Camp Nou, Barcelona Kudeta Atletico dari Puncak
  • Raffi Ahmad Minta Maaf Lagi! Ungkap Siapa Pengundangnya ke Bundaran HI
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 1 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pernyataan soal Nabi Muhammad Picu Kegaduhan, Abah Setu Akhirnya Minta Maaf

By SusanaKamis, 10 September 2026 20:38 WIB3 Mins Read
Abah Setu meminta maaf terkait video yang dinilai menghina Nabi Muhammad SAW. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam Bekasi, Asep Setiawan alias Abah Setu, menyampaikan permohonan maaf kepada umat Islam terkait pernyataannya dalam video yang dinilai menghina Nabi Muhammad SAW.

Abah Setu mengakui adanya kekeliruan dalam pengajaran di majelis yang dipimpinnya. Pernyataan tersebut disampaikan setelah mengikuti mediasi bersama sejumlah pemuka agama yang didampingi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi di Mapolres Metro Bekasi, Cikarang Utara, Kamis (10/9/2026).

Dalam mediasi tersebut, Abah Setu menyampaikan permohonan maaf secara terbuka sekaligus mengakui kesalahannya terkait video yang beredar di media sosial.

“Pada hari ini, 10 September di Mapolres Metro Bekasi dengan disaksikan oleh para saksi yang hadir, saya Asep Setiawan alias Abah Setu, sehubungan dengan beredar video yang telah menyinggung kaum muslimin dan muslimat yang telah menghina Nabi Muhammad SAW, dengan ini saya mengakui dan menyatakan salah atas kekeliruan tersebut,” kata Abah Setu saat membacakan surat pernyataan.

Ia juga meminta maaf kepada umat Islam atas pernyataan yang menimbulkan keresahan.

Baca Juga:  Video Abah Setu Bikin Geger, Minta Maaf hingga Muncul Tuntutan Majelis Ditutup Total

“Bahwa video tersebut menyinggung dan menghina kaum muslimin, oleh karenanya meminta maaf sebesar-besarnya,” ujarnya.

Aktivitas Majelis Dzikir Nurul Hikam Dihentikan

Selain menyampaikan permohonan maaf, Abah Setu menyatakan menghentikan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan Majelis Dzikir Nurul Hikam.

Penghentian tersebut mencakup kegiatan majelis taklim, konten media sosial, hingga pengajaran yang dinilai berpotensi menyinggung atau menyesatkan umat Islam.

“Saya menyatakan menutup kegiatan yang berkaitan dengan segala hal yang dapat menyinggung umat sebagaimana majelis taklim, konten media sosial, pengajaran terselubung yang berpotensi menghina dan menyesatkan kaum muslimin,” kata Abah Setu.

Ia juga menyatakan kesediaannya untuk mempertanggungjawabkan proses hukum yang muncul terkait persoalan tersebut.

“Saya bersedia mempertanggungjawabkan proses hukum yang berlaku apabila saya mengulang hal yang sama atau sejenis di kemudian hari,” ucapnya.

Abah Setu kemudian berjanji akan menjaga kehormatan Nabi Muhammad SAW.

“Saya menyatakan berjanji untuk tetap menjaga harkat dan martabat baginda Rasul Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam di mana pun dan dalam keadaan apa pun karena beliau adalah manusia mulia yang diutus Allah SWT,” katanya.

Baca Juga:  Abah Setu Minta Maaf Usai Viral, MUI Singgung Pernyataan soal Nabi Muhammad

Proses Hukum Tetap Berlanjut

Meski Abah Setu telah menyampaikan permohonan maaf dan mengakui kesalahannya, proses hukum terkait dugaan penistaan agama tetap berlanjut.

Sementara itu, seluruh aktivitas di Majelis Dzikir Nurul Hikam dihentikan untuk mencegah munculnya persoalan serupa maupun keresahan di tengah masyarakat.

Persoalan ini sebelumnya mencuat setelah warga mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam di Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada Senin (7/9/2026) malam.

Kedatangan warga tersebut dipicu video siaran langsung Abah Setu di salah satu platform media sosial yang berisi pernyataan mengenai Nabi Muhammad SAW.

Video tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan memicu reaksi dari masyarakat.

Abah Setu Sempat Bantah Video Hasil Editan AI

Sebelum mengikuti mediasi, Abah Setu sempat memberikan klarifikasi dan membantah telah menghina Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga:  Abah Setu Minta Maaf Usai Viral, MUI Singgung Pernyataan soal Nabi Muhammad

Ia bahkan menyebut video yang beredar telah mengalami proses penyuntingan menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau AI.

Namun, setelah dilakukan mediasi bersama sejumlah pihak, Abah Setu akhirnya mengakui adanya kekeliruan dan menyampaikan permohonan maaf.

Ketua MUI Kabupaten Bekasi, Mahmud, mengatakan Abah Setu memang dikenal memiliki gaya penyampaian yang dinilai nyeleneh. Namun, menurutnya, pernyataan yang menjadi persoalan tersebut tetap tidak dapat dibenarkan.

“Yang menjadi soal itu karena beliau melihat syariat dari kacamata hakikat, ya jelas tidak ketemu. Dan persoalan lainnya lagi karena itu kemudian diunggah menjadi konsumsi publik,” kata Mahmud.

Mahmud mengapresiasi sikap Abah Setu yang bersedia mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada para ulama serta masyarakat.

Ia juga mengapresiasi langkah kepolisian yang bergerak cepat melakukan mediasi untuk meredam persoalan yang dinilai sensitif tersebut.

Dengan adanya permohonan maaf dan penghentian aktivitas majelis, persoalan tersebut kini memasuki proses hukum yang tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Abah Setu Abah Setu Bekasi dugaan penistaan agama Majelis Dzikir Nurul Hikam Nabi Muhammad
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution

Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih

Detik-detik Kirmir Cihampelas Jebol, Warga Panik Air Masuk Rumah

Berani Lawan Arus? Sang Gladiator Turun Gunung Bongkar Blunder Artis di Bundaran HI

Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.