Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

NIK KTP Jadi Kunci! Begini Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP

Jumat, 11 September 2026 03:00 WIB
Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Klaim Saldo DANA Gratis 11 September 2026: Intip Cara Resmi dan Peluang Cuan Hari Ini

Jumat, 11 September 2026 02:00 WIB
Game Free Fire

Banjir Reward! Deretan Kode Redeem FF 11 September 2026 dan Cara Klaim Cepatnya

Jumat, 11 September 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • NIK KTP Jadi Kunci! Begini Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP
  • Klaim Saldo DANA Gratis 11 September 2026: Intip Cara Resmi dan Peluang Cuan Hari Ini
  • Banjir Reward! Deretan Kode Redeem FF 11 September 2026 dan Cara Klaim Cepatnya
  • Pernyataan soal Nabi Muhammad Picu Kegaduhan, Abah Setu Akhirnya Minta Maaf
  • Head-to-Head Persija vs Persib: GBK Jadi Saksi Saling Tahan
  • Buntut Tegur Pendaki Ilegal, Pos Simaksi Gunung Gede Pangrango Dirusak dan Petugas Dianiaya
  • Kiper Muda Persib Tantang Atmosfer Panas GBK, Fitrah Maulana Siap Buktikan Diri
  • Bukan Dibunuh ODGJ, Kakek di Garut Tewas di Tangan Pemabuk yang Tersinggung Saat Ditegur
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 11 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Buntut Tegur Pendaki Ilegal, Pos Simaksi Gunung Gede Pangrango Dirusak dan Petugas Dianiaya

By Aga GustianaKamis, 10 September 2026 20:21 WIB2 Mins Read
Foto/Ilustrasi Pengeroyokan. (inimassa.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Insiden kekerasan menimpa seorang personel Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) beserta relawan saat tengah menjalankan tugas pengawasan kawasan. Aksi penganiayaan yang dilakukan oleh oknum pengelola basecamp ini disinyalir berawal dari tindakan tegas petugas yang menegur rombongan pendaki ilegal di tengah periode penutupan jalur.

Kepala Balai Besar TNGGP, Sadtata Noor Adirahmanta, menjelaskan bahwa peristiwa berawal ketika petugas Resor PTN Gunung Putri menemukan adanya pendaki yang menerobos kawasan secara ilegal pada Senin (7/9/2026).

Petugas di lapangan lantas mengambil tindakan penertiban sesuai dengan prosedur dan aturan hukum yang berlaku.

“Petugas tersebut memberikan teguran terhadap pendaki yang memasuki kawasan tanpa memenuhi ketentuan perizinan yang berlaku. Pada saat itu, kegiatan pendakian juga tengah ditutup sebagai bagian upaya antisipasi kebakaran hutan dan lahan,” kata dia dalam siaran pers, Kamis (10/9/2026).

Praktik pendakian tanpa izin tersebut disinyalir mendapat bantuan dari oknum pengelola salah satu tempat persinggahan atau basecamp di sekitar area Gunung Putri.

“Berdasarkan informasi dan keterangan awal yang diterima petugas. Kejadian itu diduga melibatkan beberapa orang dari salah satu basecamp,” kata dia.

Buntut dari peneguran itu, esok harinya oknum pelaku mendatangi pos dan melancarkan aksi penganiayaan yang mengakibatkan petugas menderita luka parah.

Selain melukai fisik petugas, kelompok pelaku juga merusak fasilitas publik berupa pondok penjagaan yang digunakan sebagai pos verifikasi Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) di jalur pendakian Gunung Putri.

“Petugas yang menjadi korban penganiayaan mengalami luka di bagian wajah dan hidung. Kemudian langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pengamanan medis serta visum,” kata dia.

Pihak otoritas balai besar menyampaikan keprihatinan mendalam atas tindak anarkis yang menyasar aparat berwenang sewaktu bertugas.

“Kami sangat menyayangkan adanya dugaan tindakan kekerasan terhadap petugas yang sedang melaksanakan tugas negara serta kerusakan terhadap fasilitas negara,” tuturnya.

Atas kasus penganiayaan dan perusakan aset negara ini, BBTNGGP menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara pidana tersebut kepada jajaran kepolisian.

“Kami menyerahkan proses penanganan aspek hukumnya kepada pihak yang berwenang dan akan mendukung sepenuhnya proses pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sesuai dengan bukti dan fakta yang ada,” pungkasnya.

Peristiwa penganiayaan terhadap petugas dan relawan TNGGP ini bertempat di kawasan Gunung Putri, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.

Aparat kepolisian bergerak cepat dan berhasil membekuk seorang pelaku berinisial I (40). Sementara itu, empat pelaku lain yang terlibat kini sudah teridentifikasi dan masih dalam perburuan petugas.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Gunung Gede Pangrango Penganiayaan Petugas TNGGP
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

NIK KTP Jadi Kunci! Begini Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP

Pernyataan soal Nabi Muhammad Picu Kegaduhan, Abah Setu Akhirnya Minta Maaf

Bukan Dibunuh ODGJ, Kakek di Garut Tewas di Tangan Pemabuk yang Tersinggung Saat Ditegur

KUA-PPAS Bekasi 2027 Disepakati, DPRD Dorong BUMD Lebih Kontributif ke PAD

Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN

Bansos

Ada 6 Bansos Masih Disalurkan September 2026, Cek Nama Anda Sekarang

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Suara Mirip Bass Bergema dari Bandung Hingga Purwakarta, Dikaitkan Erupsi Anak Krakatau
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Uang Pendidikan Mengalir ke Mana? Bongkar Manfaat Rp6,3 Triliun Jabar vs Rp351 Miliar Sulteng
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.