Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Bansos

PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair! Begini Cara Cek Status Penerima Bansos

Rabu, 12 Agustus 2026 05:00 WIB

Apple Bikin Gebrakan! 3 Produk Ultra Segera Meluncur, Ada iPhone Lipat

Rabu, 12 Agustus 2026 04:00 WIB

Bansos Ibu Hamil 2026 Cair Rp750 Ribu! Cek Penerima PKH Pakai NIK KTP

Rabu, 12 Agustus 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair! Begini Cara Cek Status Penerima Bansos
  • Apple Bikin Gebrakan! 3 Produk Ultra Segera Meluncur, Ada iPhone Lipat
  • Bansos Ibu Hamil 2026 Cair Rp750 Ribu! Cek Penerima PKH Pakai NIK KTP
  • Klaim Saldo DANA Gratis Ratusan Ribu Hari Ini, Rabu 12 Agustus 2026: Intip Cara Cepat Tanpa Aplikasi Tambahan!
  • Klaim Skin Senjata dan Bundel Gratis! Daftar Kode Redeem FF Terbaru Rabu 12 Agustus 2026
  • 4 Toko Donat Enak di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Mulai Rp7 Ribuan!
  • Kembali Bertemu Manila Digger FC, Ini Jadwal Tanding Persib Bandung di Kualifikasi ACL Two
  • Mirip Zendaya, Dancer Asal Lombok Ini Punya Skill Silat bak Spider-Man
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Detik-detik Mencekam Saat Topan Fung-Wong Mengamuk di Filipina, Ombak Capai 3 Meter

By Aga GustianaSelasa, 11 November 2025 15:23 WIB2 Mins Read
Filipina diterjang Topang Fung-Wong. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Topan kuat Fung-Wong menghantam wilayah timur laut Filipina pada Minggu malam (9 November 2025), membawa angin kencang, hujan lebat, dan ancaman banjir besar di Pulau Luzon saat badai bergerak ke arah barat.

Menurut keterangan Badan Meteorologi, Geofisika, dan Astronomi Filipina (PAGASA), badai tersebut mendarat di Dinalungan, Provinsi Aurora sekitar pukul 21.10 waktu setempat, kemudian melintas menuju Kasibu, Nueva Vizcaya dua jam berikutnya. Curah hujan di sejumlah daerah diperkirakan menembus 200 milimeter, menimbulkan risiko tanah longsor, banjir besar, dan pemadaman listrik akibat terpaan angin.

Topan yang di Filipina dikenal dengan nama lokal Uwan itu membawa kecepatan angin maksimum 185 km/jam dan embusan hingga 230 km/jam, sehingga dikategorikan sebagai badai Kelas 3 pada skala Saffir–Simpson. Hingga kini, dua korban jiwa dilaporkan meninggal dunia, sementara lebih dari satu juta penduduk telah mengungsi sebelum badai mencapai daratan.

Presiden Ferdinand Marcos Jr. memerintahkan penghentian sementara aktivitas pemerintahan di Metro Manila dan wilayah sekitarnya pada hari Senin, serta menunda kegiatan belajar-mengajar hingga Selasa (11 November). Pemerintah juga memberikan keleluasaan kepada sektor swasta untuk menyesuaikan operasional masing-masing.

Wakil Administrator Pertahanan Sipil Bernardo Rafaelito Alejandro menyebut sekitar 1,18 juta warga telah dievakuasi secara preventif. Ia menambahkan, seorang warga di Viga, Catanduanes tewas akibat banjir bandang, sementara di Catbalogan, Samar, seorang perempuan berusia 64 tahun dilaporkan meninggal setelah terjatuh dari jembatan darurat dan terseret arus kuat.

PAGASA juga memperingatkan potensi gelombang badai setinggi lebih dari tiga meter yang dapat mengancam daerah pesisir dalam dua hari ke depan.

Menurut Pusat Peringatan Topan Gabungan AS (JTWC), Fung-Wong diprediksi bergerak kembali ke Samudra Pasifik pada Senin sebelum berbelok ke utara dan melemah ketika mendekati Taiwan pada akhir pekan mendatang.

Badai ini menjadi topan mematikan kedua dalam sepekan setelah Kalmaegi yang menewaskan lebih dari 200 orang di Filipina bagian tengah. Serangkaian badai besar tersebut kembali memicu kritik publik terhadap dugaan korupsi dalam proyek pengendalian banjir bernilai miliaran peso.

Sementara itu, Badan Meteorologi Jepang juga mengingatkan bahwa hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi masih mungkin terjadi di wilayah yang tidak langsung terdampak.

“Ketika ombak semakin kuat, banyak rumah ringan warga mulai roboh. Perabotan mereka hanyut terbawa arus,” ujar Anggota Kongres Jose Teves kepada stasiun radio DZRH.

Hampir 400 penerbangan domestik terpaksa dibatalkan, sementara acara publik, termasuk misa gereja dan pertandingan olahraga di Manila, ikut dihentikan.

Setiap tahun, sekitar 20 badai tropis melintasi Filipina, menjadikannya salah satu negara paling rentan terhadap bencana alam di dunia

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

angin kencang Badai Tropis Banjir Besar evakuasi Filipina Luzon Topan Fung-Wong
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair! Begini Cara Cek Status Penerima Bansos

Bansos Ibu Hamil 2026 Cair Rp750 Ribu! Cek Penerima PKH Pakai NIK KTP

Niat Cari Untung Malah Dikejar Debt Collector: Gadis Ciamis Kena Tipu Investasi Bodong Berkedok Paylater

Anggaran RTH Bandung ‘Bolong’, Akademisi Soroti Putusnya Rantai RPJMD hingga APBD

Skandal ‘Suap Seksual’ Guncang Sepak Bola Korea Selatan: KFA Diduga Fasilitasi Panti Pijat untuk Wasit Asing

Ganti Pohon yang Ditebang di Jalan Riau, Pemkot Bandung Siapkan 10 Mahoni Setinggi 5 Meter

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.