bukamata.id – Semangat syiar dan pemberdayaan ekonomi umat terasa kental dalam launching Retali Travel Kota Bandung yang digelar di Jl. Kopo Bihbul No. 39B, Rabu (11/2/2026).
Di balik berdirinya cabang ini, ada misi besar yang ingin dibangun, tidak hanya sekadar Travel, tetapi ini adalah syiar untuk memudahkan umat menuju Baitullah.
Pengusaha Muslim sekaligus Coach Retali Travel, Dewa Eka Prayoga, mengungkapkan rasa syukurnya atas kolaborasi Retali dengan Tabungan Surga (TBS) yang melahirkan kantor cabang di Kota Bandung.
“Alhamdulillah, hari ini saya bersyukur banget karena akhirnya Retali Kota Bandung berdiri. Kolaborasi antara Tabungan Surga dengan Retali ini diharapkan menghadirkan inovasi dan terobosan baru dengan kebermanfaatan yang lebih luas,” ujar Dewa.
Menurutnya, Retali Bandung bukan hanya soal membuka kantor, tetapi membangun ekosistem edukasi dan pemberdayaan mitra. Ia berkomitmen membekali para mitra dengan kemampuan digital marketing, penjualan online, hingga strategi advertising agar mampu berkembang di era digital.
Namun ia mengingatkan, dalam menjual program umrah, niat tetap menjadi fondasi utama. “Umrah itu bukan soal mampu atau tidak, tapi mau atau tidak. Kalau sudah mau, insyaAllah Allah mampukan,” tegasnya.
Dengan mengusung motto “Umrah Hemat, Ibadah Nikmat”, Retali ingin menjawab keresahan banyak umat yang memiliki keinginan berangkat umrah namun terkendala biaya.
“Namanya komersial atau bonus itu efek samping. Yang utama adalah bagaimana niat mengajak orang ke Baitullah bisa tereksekusi dengan baik,” tambahnya.
Dewa bahkan menyebut, para mitra Retali akan menjadi “pasukan umrah” gerakan kolektif yang tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga dakwah dan kebermanfaatan.
Founder sekaligus CEO Retali Travel, Fahrizal Azwar, menyebut berdirinya Retali Bandung sebagai mimpi yang akhirnya terwujud setelah tiga tahun direncanakan.
“Ini impian saya sejak tiga tahun lalu untuk memiliki kantor cabang di Bandung. Alhamdulillah hari ini tercapai bersama Tabungan Surga,” ujarnya.
Ia berharap kehadiran Retali di Kota Kembang dapat memperluas gaung syiar dan membantu lebih banyak umat berangkat ke Rumah Allah.
“Harapan saya, syiar ini semakin besar dan semakin banyak umat yang bisa kita bantu,” katanya.
Sementara itu, Dhandi Andika, Branch Manager Retali Kota Bandung, menargetkan Retali mampu bersaing di Bandung dengan harga yang kompetitif serta pelayanan terbaik bagi jamaah.
Dari sisi strategi digital dan kemitraan, Meta Expert sekaligus Coach Retali, Andrie Andropia, memperkenalkan program BUPI (Bayar Umrah Pake Ikhtiar) sebagai peluang bagi masyarakat yang ingin berangkat umrah sekaligus bermitra.
“Nanti akan ada banyak tutorial, mentoring, dan edukasi, baik online maupun offline. Semua jadwal tahun 2026 sudah kami siapkan, bahkan untuk tahun depan juga sudah,” jelasnya.
Program ini disebut menjadi salah satu pintu masuk bagi masyarakat yang ingin mempersiapkan perjalanan umrah dengan pendekatan yang lebih terencana dan produktif.
Dengan berdirinya Retali Bandung, harapannya bukan hanya lahir cabang baru, tetapi tumbuh gerakan yang memadukan bisnis, edukasi digital, dan dakwah dalam satu ekosistem.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











