Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pesta Gol di Camp Nou, Barcelona Kudeta Atletico dari Puncak

Minggu, 1 November 2026 12:33 WIB

Raffi Ahmad Minta Maaf Lagi! Ungkap Siapa Pengundangnya ke Bundaran HI

Minggu, 1 November 2026 12:02 WIB

Bobotoh Merapat! Penukaran Tiket Persib vs Kalteng FC Ditutup 14.30 WIB

Minggu, 1 November 2026 11:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pesta Gol di Camp Nou, Barcelona Kudeta Atletico dari Puncak
  • Raffi Ahmad Minta Maaf Lagi! Ungkap Siapa Pengundangnya ke Bundaran HI
  • Bobotoh Merapat! Penukaran Tiket Persib vs Kalteng FC Ditutup 14.30 WIB
  • Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih
  • Detik-detik Kirmir Cihampelas Jebol, Warga Panik Air Masuk Rumah
  • Tolic Dihukum, Persib Tetap Ganas Hadapi Kalteng FC di Si Jalak Harupat
  • Berani Lawan Arus? Sang Gladiator Turun Gunung Bongkar Blunder Artis di Bundaran HI
  • Emas Antam Hari Ini Tertahan di Rp 2,526 Juta, Saatnya Beli?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 1 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Di Akhir Masa Jabatan Ridwan Kamil, Energi Terbarukan Jabar Ungguli Nasional

By Fahlevi MercedesKamis, 31 Agustus 2023 21:46 WIB2 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ekonomi hijau terus digalakan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil selama masa kepemimpinannya. Bahkan urusan bauran pembangkit energi terbarukan tak luput dari perhatian.

Di hadapan ratusan tamu undangan pada acara GASPOL Transisi Energi Daerah Penghasil Migas, Ridwan Kamil mengungkap berbagai capaian pembangunan energi terbarukan di Jabar dalam kurun 5 tahun.

Menurutnya, kualitas udara bagaimana pun salah satunya bergantung pada mobilitas manusia. Sedangkan saat ini, mobilitas penduduk sangat padat tampak dari kendaraan lalu lalang di jalanan.

“Jadi kurangi mobilitas, walaupun harus mobilitas bisa gak ganti ke listrik, atau shifting ke public transport. Nah ini masih susah,” kata Kang Emil, sapaannya di Hotel Pullman Bandung, Kamis (31/8/2023).

Baca Juga:  Polda Jabar Perketat Pengamanan Jalur Kereta Cepat Jelang Diresmikan

Orang nomor satu di Jabar yang akan segera mengakhiri masa jabatannya mengungkapkan, transportasi publik sulit untuk diwujudkan lantaran biaya pembangunannya sangat mahal. Begitu juga dengan Jabar, urusan membangun transportasi publik menyeluruh angkat tangan.

“Kami di daerah gak sanggup. Jakarta aja, untuk 10 juta (penduduk), APBD Rp80 triliun, terkaya se-Indonesia, setengah MRT aja dibayarin APBN. Itu Jakarta,” ungkap Kang Emil.

Bicara pembangkit listrik, lanjut Kang Emil, kebanyakan di negeri ini masih menggunakan batu bara. Alasannya tak lain karena biayanya yang murah.

“Padahal Allah sudah memberikan kekayaan yang namanya panas matahari terik tropis, air-air yang mengalir, panas bumi, karena banyak gunung berapinya di Indonesia. Angin, kalau dihitung secara matematis menghasilkan 400 giga watt,” beber Kang Emil.

Baca Juga:  Hore! Jalan Sukajadi Bandung 2 Arah Lagi, Polisi Segera Sosialisasi

Mantan Wali Kota Bandung ini menyebut, 300 juta penduduk Indonesia hanya perlu mengkonsumsi separuhnya alias 200 giga watt. Olah karenanya, Indonesia dikatakan sebagai negara yang surplus energi.

“Kenapa masih tersendat-sendat. This is political will, bukan theoritical will. Jawa Barat sudah paling keren,” ujarnya.

“Energi terbarukan kami yang menjadi sumber listrik sudah mendekati 30 persen, lumayan. Sementara Indonesia masih 11 persen. Nasional,” imbuhnya.

Baca Juga:  Kalangan Artis Ikut Naik Kereta Cepat Jakarta Bandung Bareng Jokowi

Kang Emil menyontohkan, salah satu energi terbarukan di Jawa Barat adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung atau Kebun Matahari di Waduk Cirata. Nilai investasinya triliunan.

“Kenapa di atas air supaya tanahnya bisa buat pertanian. Jadi mikroorganisme tetap hidup. Atasnya jadi ada manfaat,” ucapnya.

Untuk mempromosikan energi terbarukan, Kang Emil mengaku sudah sejak 4 tahun silam memakai kendaraan listrik. Padahal saat itu belum ada pejabat yang menggunakan kendaraan listrik.

“Pejabat pertama yang pakai mobil listrik ini saya. Zaman masih Hyundai aja, belum ada yang lain. Termasuk vorijder saya mobil listrik,” ungkapnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Featured Jabar ridwan kamil
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih

Detik-detik Kirmir Cihampelas Jebol, Warga Panik Air Masuk Rumah

Berani Lawan Arus? Sang Gladiator Turun Gunung Bongkar Blunder Artis di Bundaran HI

Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama

Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen

Aksi Nekat Pemuda Bandung Berujung Maut, Lansia 64 Tahun Gugur Pertahankan Ayam Kesayangan

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.