bukamata.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat memberikan tanggapan terkait rencana program penanganan banjir komprehensif yang disampaikan oleh Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.
Program tersebut mencakup penataan kawasan, termasuk wilayah Bandung Raya, yang diakui dapat memicu resistensi masyarakat.
Kunci Sukses: Dialog dan Anggaran Pro-Rakyat
Menanggapi pernyataan tersebut, Anggota DPRD Jabar, Rafael Situmorang menyoroti bahwa kunci utama dalam melaksanakan kebijakan penataan yang berpotensi menimbulkan resistensi adalah melalui dialog untuk mencari solusi terbaik atau jalan tengah.
Rafael mencontohkan keberhasilan pendekatan ini di Kabupaten Subang. Di kawasan Ciater, banyak warga yang berjualan di area milik PT Perkebunan Nusantara (PT PN). Aspirasi warga yang terdampak penataan ini diterima dan ditindaklanjuti.
“Seperti saya sampaikan, intinya ada di dialog untuk mencari jalan tengah. Contohnya di Subang, di Ciater, banyak warga yang berjualan di area PT PN,” ucap Rafael Situmorang saat dihubungi, Jumat (12/12/2025).
“Kami menerima aspirasi warga, dan akhirnya di APBD dianggarkan penataan bagi mereka. Ini contoh solusi yang baik dan bisa diterapkan di tempat lain,” lanjutnya.
Contoh kasus di Subang ini menunjukkan bahwa resistensi masyarakat dapat diredam jika pemerintah daerah, melalui penganggaran di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), menyediakan solusi penataan yang mengakomodasi kebutuhan warga yang terdampak.
Prioritas dan Penataan Bandung Raya
Untuk diketahui sebelumnya, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa program penanganan banjir di Bandung Raya akan menyusul setelah rampungnya penanganan di kawasan Karawang, Bekasi, dan sebagian Kabupaten Bogor.
Namun, ia menegaskan bahwa penataan kawasan Bandung Raya tidak boleh ditunda, meski langkah-langkahnya sering kali menimbulkan reaksi negatif dari warga.
“Kalau kita ingin menyelesaikan banjir secara komprehensif, maka penataan harus dilakukan sekarang. Memang pada musim kemarau penataan akan menimbulkan reaksi dan perlawanan, tetapi ini harus ditempuh,” ujar Dedi Mulyadi, Rabu (10/12/2025).
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











