bukamata.id – Polemik di Senayan kembali memanas setelah Ahmad Sahroni, politisi Partai NasDem yang dikenal dengan gaya hidup glamornya, menjadi sorotan publik. Pernyataan Sahroni yang dianggap merendahkan rakyat memicu kritik luas dari berbagai kalangan, termasuk dari diaspora muda berprestasi, Salsa Erwina Hutagalung, yang menantang Sahroni untuk beradu debat terbuka terkait tunjangan DPR.
Diaspora Salsa Erwina Tantang Debat Terbuka
Salsa, yang kini berdomisili di Denmark, mengungkapkan kekesalannya melalui media sosial. Ia menyoroti lambannya DPR dalam merespons aspirasi masyarakat dibanding media yang lebih cepat menyiarkan pandangan publik.
“Gimana nih, masa media lebih cepat dibanding DPR yang jumlahnya 580 orang? Tunjangan komunikasi dan aspirasi kalian buat apa kalau aspirasi masyarakat cuma disambut demo atau dihadang polisi?” ujar Salsa, dikutip dari akun Instagram @salsaer, Rabu (27/8/2025).
Ia menambahkan bahwa selama ini aspirasi yang disampaikan secara online sering diabaikan, dan anggota DPR tidak berani menanggapi secara langsung atau berpartisipasi dalam debat terbuka.
Lebih lanjut, Salsa menyampaikan bahwa dirinya telah dihubungi oleh salah satu media dan tampil live untuk menyuarakan argumen serta aspirasi masyarakat Indonesia. Ia menekankan pentingnya debat profesional, bukan sekadar saling menyerang secara verbal.
“Aku nggak mau debat asal ngomong karena kalau cuma menggonggong, anjing aku juga bisa. Tujuanku debat profesional agar publik benar-benar bisa melihat siapa yang bertanggung jawab,” jelasnya.
Ancaman Intimidasi dan Dukungan Internasional
Salsa menanggapi laporan yang diterimanya mengenai keberadaan tim Sahroni di Pamulang, Tangerang Selatan, tempat keluarganya berada. Ia menegaskan bahwa setiap bentuk intimidasi terhadap dirinya atau keluarganya akan ditindaklanjuti, termasuk mencari dukungan internasional.
Salsa menekankan bahwa dirinya memiliki latar belakang pendidikan di bidang hubungan internasional dan pengalaman dalam bisnis global, sehingga memperoleh dukungan internasional bukanlah hal yang sulit.
Kritik terhadap Respons Sahroni
Dalam pernyataannya, Salsa juga menyoroti respons Sahroni yang disebutnya enggan beradu debat dengan alasan “masih bodoh”. Menurut Salsa, setiap orang memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang. Ia menantang Sahroni untuk belajar cara berargumentasi yang profesional dan bertanggung jawab terhadap publik yang mereka wakili.
“Ayo kita debat supaya kamu bisa belajar cara berargum yang benar, yang profesional, yang tidak mengata-ngatai bos atau rakyat. Selama ini kamu merasa kaya, crazy rich, di atas angin, dan tak tersentuh. Tapi kali ini kamu berhadapan dengan aku yang akan menuntut akuntabilitasmu setiap hari,” tegas Salsa.
Tunjangan DPR Dikritik
Salsa juga mengkritik penggunaan tunjangan komunikasi yang menurutnya tidak produktif. Ia menilai sebagian besar tunjangan hanya digunakan untuk posting media sosial yang tidak memiliki dampak nyata, sementara publik menunggu kerja nyata dari anggota DPR.
“Tunjangan komunikasi cuma dipakai untuk posting Instagram yang nggak jelas. Itu investasi bodong untuk bayar gaji mereka,” tambahnya.
Polemik ini memunculkan perdebatan lebih luas mengenai transparansi dan profesionalisme anggota DPR. Salsa menegaskan bahwa tujuan debat yang ia tawarkan bukan untuk menyerang secara pribadi, melainkan untuk menuntut pertanggungjawaban terhadap publik. Ia menekankan bahwa masyarakat berhak mengetahui bagaimana wakilnya menggunakan fasilitas publik dan apakah mereka benar-benar mewakili kepentingan rakyat.
“Kita buktikan siapa yang sebenarnya tolol, yang makan duit rakyat dan mengata-ngatai rakyat atau aku. Aku terbuka, mungkin saja aku yang salah. Tapi selama ini anggota DPR tidak pernah diminta akuntabilitasnya. Kali ini, aku menuntut akuntabilitas mereka, dan saya siap membuktikan hal itu secara terbuka,” tutup Salsa.
Respons Sahroni dan Reaksi Netizen
Sementara itu, Ahmad Sahroni menjadi bulan-bulanan netizen setelah mengunggah potongan gambar Salsa Erwina saat diwawancarai oleh Kompas TV.
“Jauh yah ibu ini, lg Lomba debat di denmark yah? selamat ya bu ssmoga debat nya menang dan terus menang, Ibu juara dan juaraa,” tulis Sahroni di akun Instagram @ahmadsahroni88.
Unggahan tersebut langsung diserbu kritik dari netizen:
“Ijin bang roni hanya memberi saran aja, sebaiknya postingan2 seperti ini gak usah di upload mengingat kan bang roni anggota dpr,” ujar seorang netizen.
“Staf ahlinya bisa ngingetin nggak sih kalau post seperti ini tidak strategis,” tambah netizen lain.
“KERJAAAAAAA KERJAAAAA GA CUMAN UPLOAD STORY!!! DASAR PLAYING VICTIM LU!!!!!,” tulis netizen lain dengan nada keras.
“Woiiii dia tetep bayar Pajak Bumi Bangunan, paspornya juga masih warna ijo!! Jelas masih jadi rakyat Indonesia. Namanya Diaspora Bang, masih dapet kertas suara dari KJRI. Emang kenapa klo gak di Jakarta? Gak bisa DICIDUK gitu maksudnya karena kejauhan? Debat jaman skrg bisa ONLINE cuuuyyy,” ujar netizen lain, menyoroti status Salsa sebagai diaspora yang tetap berhak berpartisipasi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










