Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Terungkap! Modus Telegram Misterius di Balik Link Video Viral ‘Bandar Bergetar’ Rp250 Juta

Senin, 4 Mei 2026 03:00 WIB

Jangan Salah Tempat! Begini Cara Tukar Tiket Persib vs PSIM 4 Mei 2026

Senin, 4 Mei 2026 01:00 WIB

HUT ke-40, PATELKI Tekankan Skrining Kesehatan Jadi Gaya Hidup Wajib

Minggu, 3 Mei 2026 21:07 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Terungkap! Modus Telegram Misterius di Balik Link Video Viral ‘Bandar Bergetar’ Rp250 Juta
  • Jangan Salah Tempat! Begini Cara Tukar Tiket Persib vs PSIM 4 Mei 2026
  • HUT ke-40, PATELKI Tekankan Skrining Kesehatan Jadi Gaya Hidup Wajib
  • Resmi! BKPRMI Kabupaten Bandung Dilantik, Usung Visi Generasi Emas 2045
  • BREAKING! Persib Bandung Dikabarkan Gaet Winger Brasil dari Liga Kamboja
  • HATI-HATI! Link Video Bandar Batang Bergetar Bisa Jadi Jebakan Batman
  • Tragedi Internship Dokter Muda di Palembang, Kemenkes Turun Tangan Usut Dugaan Bullying
  • Mojang Bandung Meta Meliani Halawa: Menenun Masa Depan Lewat Rajutan Bisnis Sejak Bangku Sekolah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 4 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Disdik Jabar Izinkan Sekolah dengan Rombel 50 Siswa Belajar di Luar Kelas, Ini Syaratnya

By SusanaSelasa, 5 Agustus 2025 16:00 WIB3 Mins Read
Siswa sekolah. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberi kelonggaran bagi sekolah jenjang SMA/SMK yang mengalami kelebihan siswa dalam satu rombongan belajar (rombel). Sekolah diperbolehkan menggelar kegiatan belajar mengajar di luar kelas apabila jumlah siswa mencapai 40 hingga 50 orang per kelas.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jabar, Purwanto, mengungkapkan banyak keluhan datang dari siswa yang belajar di ruang kelas dengan jumlah murid melebihi kapasitas ideal. Hal ini membuat suasana kelas terasa sesak dan panas, sehingga mengganggu kenyamanan belajar.

“Penambahan rombel memang sering menimbulkan kendala karena ruang kelas menjadi terlalu sempit. Padahal, model pembelajaran seharusnya bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan konsep outing class atau belajar di luar ruangan,” ujar Purwanto di Bandung, Selasa (5/8/2025).

Belajar di Luar Kelas Jadi Solusi Inovatif

Baca Juga:  PPDB 2024: Disdik Jabar Beri Kuota Khusus Bagi 128 Kecamatan yang Tak Ada Sekolah Negeri

Disdik Jabar tak melarang sekolah menggelar proses belajar mengajar di luar kelas. Namun, kegiatan tersebut harus tetap sesuai dengan materi pelajaran yang diajarkan.

“Anak-anak bisa belajar di luar kelas, itu yang seharusnya diterapkan oleh para guru. Selama ini banyak sekolah masih terpaku bahwa belajar harus di dalam ruangan, padahal pembelajaran modern tidak terbatas tempat,” jelasnya.

Purwanto mencontohkan mata pelajaran biologi yang ideal diterapkan di luar kelas, seperti dengan mengenalkan langsung jenis-jenis tumbuhan atau makhluk hidup. Hal ini akan membuat pembelajaran lebih kontekstual dan menarik.

Baca Juga:  Disdik Jabar Kembali Anulir 2 Calon Peserta Didik yang Terbukti Curang

Disdik Dorong Guru Lakukan Variasi Metode Pembelajaran

Purwanto menegaskan bahwa SMA dan SMK di Jawa Barat perlu mengadopsi pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel dan variatif. Guru didorong untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, khususnya saat siswa mulai merasa jenuh atau kepanasan di dalam kelas.

“Kalau siswa sudah mulai merasa boring, atau kondisi ruangannya terlalu panas, maka variasi pembelajaran harus diterapkan. Guru perlu kreatif melakukan rekayasa pembelajaran agar proses belajar tetap berjalan optimal,” katanya.

Pemprov Jabar Pasang AC di 397 Ruang Kelas Padat

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga tengah mengupayakan pemasangan pendingin ruangan (AC) di sekolah-sekolah yang mengalami penambahan rombel. Hingga kini, AC telah dipasang di 397 ruang kelas yang dianggap darurat dan membutuhkan penanganan segera.

Baca Juga:  Setelah Menuai Polemik, Program Barak Militer Pelajar Jabar Bakal Disetop?

“Kami sudah pasang AC di 397 kelas, terutama di sekolah-sekolah yang sangat membutuhkan. Tentu pemasangan ini akan terus dilanjutkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” terang Purwanto.

Sekolah di Depok dan Bandung Jadi Prioritas

Menurut Purwanto, pemasangan AC terbanyak saat ini berada di SMA dan SMK wilayah Kota Depok, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bogor. Wilayah-wilayah ini menjadi prioritas karena rombelnya mencapai 48 hingga 50 siswa per kelas.

“Kelas yang diisi 48 sampai 50 siswa itu sangat padat. Karena itu kami utamakan dua unit AC per kelas untuk sekolah-sekolah tersebut,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Disdik Jabar pembelajaran fleksibel rombel 50 siswa sekolah belajar di luar kelas
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

HUT ke-40, PATELKI Tekankan Skrining Kesehatan Jadi Gaya Hidup Wajib

Resmi! BKPRMI Kabupaten Bandung Dilantik, Usung Visi Generasi Emas 2045

Tragedi Internship Dokter Muda di Palembang, Kemenkes Turun Tangan Usut Dugaan Bullying

Mojang Bandung Meta Meliani Halawa: Menenun Masa Depan Lewat Rajutan Bisnis Sejak Bangku Sekolah

Bukan Anak Biasa! Aksi Gila Elnathan di Lintasan Slalom Bikin Dunia Skating Heboh

Mencekam! Detik-Detik Longsor Hantam Proyek PLTA Upper Cisokan Viral

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • TRANSFER MEGA! Persib Siap Borong Pemain Brasil, Belanda hingga Irak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.