bukamata.id – Bupati Bandung Dadang Supriatna memberikan apresiasi kepada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Diskop UMKM) Kabupaten Bandung atas capaian kinerja sepanjang tahun 2025, khususnya dalam mendukung program prioritas nasional.
Diskop UMKM dinilai berhasil mendorong lahirnya ratusan Koperasi Desa/Kelurahan Masyarakat Pedesaan (KDMP) atau Koperasi Merah Putih yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Bandung.
280 Koperasi Merah Putih Sudah Terbentuk
Bupati Bandung yang akrab disapa Kang DS menyebutkan, sebanyak 280 unit Koperasi Merah Putih telah terbentuk di 270 desa dan 10 kelurahan yang tersebar di 31 kecamatan.
“Saya apresiasi Diskop UMKM yang telah memfasilitasi lahirnya 280 unit Koperasi Merah Putih di Kabupaten Bandung. Ini menjadi langkah penting dalam penguatan ekonomi masyarakat desa,” ujar Kang DS, Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, keberadaan koperasi tersebut menjadi tonggak penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat desa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dorong Penguatan Ekonomi Desa dan Kesejahteraan Masyarakat
Kang DS menilai keberadaan Koperasi Merah Putih telah memberikan dampak positif, terutama dalam pemasaran produk lokal dan pengelolaan potensi ekonomi desa.
Ia juga menegaskan bahwa penguatan koperasi merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat desa.
“Sekarang tinggal bagaimana koperasi ini tumbuh dan berkembang agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Instruksi Percepatan Pembangunan Gerai KDMP
Bupati Bandung juga menyoroti bahwa sebagian besar koperasi yang telah terbentuk belum memiliki kantor atau gerai permanen. Karena itu, ia menginstruksikan Diskop UMKM untuk mempercepat pembangunan gerai Koperasi Merah Putih (KDMP).
Kang DS menjelaskan terdapat tiga skema yang akan diterapkan dalam penyediaan lahan gerai koperasi, yakni:
- Pemanfaatan tanah carik desa yang strategis untuk pembangunan gerai standar.
- Pertukaran lahan (ruslah) bagi tanah carik yang kurang strategis.
- Pengadaan lahan melalui skema kerja sama Alokasi Dana Perimbangan Desa (ADPD) bagi desa yang tidak memiliki tanah carik.
“Pada tahun 2026 seluruh KDMP harus memiliki gerai atau kantor yang layak. Jika ada kendala lahan, harus segera dicarikan solusi,” tegas Kang DS.
Perluasan Program Dana Bergulir Tanpa Bunga dan Jaminan
Selain penguatan koperasi, Kang DS juga meminta Diskop UMKM memperluas penerima manfaat program dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan.
Menurutnya, program tersebut merupakan salah satu upaya strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara langsung.
“Program dana bergulir ini harus diperluas penerimanya agar perekonomian masyarakat terus tumbuh. Ini juga bagian dari komitmen kami dalam memperkuat ekonomi rakyat,” tambahnya.
Pemkab Bandung Siap Jalankan Instruksi
Kepala Diskop UMKM Kabupaten Bandung, Dindin Syahidin, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti seluruh instruksi Bupati Bandung, terutama dalam percepatan pembangunan gerai KDMP dan perluasan program dana bergulir.
“Kami siap melaksanakan instruksi Bupati terkait percepatan pembangunan gerai koperasi dan penguatan program dana bergulir sebagai program prioritas daerah,” ujarnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung berharap Koperasi Merah Putih dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










