bukamata.id – Aktor sekaligus pengusaha, Baim Wong, akhirnya memberikan klarifikasi terkait tudingan dirinya mengidap Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsistik.
Isu tersebut muncul sejak ia mengajukan gugatan cerai terhadap sang istri, Paula Verhoeven, beberapa waktu lalu. Spekulasi publik berkembang dan mengaitkan retaknya rumah tangga mereka dengan dugaan gangguan kepribadian.
Melalui tayangan podcast Comic 8 Revolution bersama Ivan Gunawan yang dirilis Selasa, 4 November 2025, Baim membeberkan pengalamannya menjalani tes kejiwaan profesional untuk menjawab isu yang berkembang.
“Saat itu sampai Googling karena enggak tahu apa artinya NPD,” ungkap Baim Wong.
Jalani Konsultasi dan Tes Kejiwaan
Berawal dari rasa penasaran, Baim berkonsultasi dengan psikolog. Konsultasi tersebut berujung pada rekomendasi untuk menjalani tes kejiwaan lengkap agar hasilnya objektif dan tidak sekadar asumsi netizen.
“Gue ingin tahu, apa memang gue sakit atau enggak,” kata Baim.
Tes yang dijalaninya bukan tes ringan. Ia harus menjawab 520 pertanyaan tanpa jeda, proses yang diakui cukup menguras mental karena bentuk soal yang tidak biasa. Namun, hasil akhirnya membuatnya lega.
“Hasilnya itu sehat,” tegas Baim. Ia menepis tegas tudingan bahwa dirinya mengidap NPD.
Psikolog: “Bukan NPD Jika Masih Punya Empati”
Menurut penjelasan psikolog yang menanganinya, seseorang dengan NPD umumnya tidak memiliki empati, sulit merasakan belas kasihan, dan tidak mampu melihat perspektif orang lain.
“Kalau masih ada rasa kasihan, masih mau dengerin orang, berarti bukan. Mungkin narsis iya, tapi bukan NPD,” ujar Baim menirukan penjelasan sang psikolog.
Pesan Baim: Jangan Sembarangan Melabeli Orang dengan Istilah Medis
Baim berharap masyarakat lebih bijak dan tidak mudah menempelkan label medis kepada seseorang tanpa dasar. Ia menegaskan bahwa persoalan rumah tangganya dengan Paula adalah masalah pribadi yang tidak relevan untuk dipadati spekulasi.
Kini, Baim memilih fokus memperbaiki diri dan menjaga kesehatan mental. Ia juga mendorong siapa pun untuk tidak ragu memeriksakan kondisi psikologis ketika merasa membutuhkan bantuan profesional.
“Kenal diri sendiri itu jauh lebih penting daripada membuktikan sesuatu ke orang lain,” tutupnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








