bukamata.id – Seorang pria bernama Salwan Momika tewas ditembak di tempat tinggalnya di Kota Sodertaljep pada Rabu (29/1/2025) waktu setempat. Ia merupakan sosok pembakar Al-Quran pada tahun 2023 di Swedia.
Mulanya, Momika akan diadili oleh aparat setempat, apakah ia bersalah karena menghasut kebencian etnis.
Namun, pengadilan di Stockhol, ibu kota Swedia, menunda putusan hingga 3 Februari mendatang dengan mengatakan bahwa “karena Salwan Momika telah meninggal, maka diperlukan lebih banyak waktu.”
Polisi setempat mengatakan jika Momika tewas tertembak di dalam ruangan ketika mereka tiba.
Dalam update selanjutnya pada Kamis (30/1/2025), polisi mengatakan pria itu telah meninggal dan penyelidikan pembunuhan telah dibuka.
Beberapa media mengidentifikasi pria itu sebagai Momika, dan melaporkan bahwa penembakan itu mungkin telah disiarkan langsung di media sosial.
Sebelumnya pada bulan Agustus lalu, Momika, bersama dengan pengunjuk rasa lainnya, Salwan Najem, didakwa dengan “agitasi terhadap kelompok etnis” pada empat kesempatan di musim panas tahun 2023.
Menurut berkas dakwaan, keduanya menodai Al-Qur’an, termasuk membakarnya, sambil membuat pernyataan yang merendahkan tentang Muslim — pada satu kesempatan di luar masjid di Stockholm.
Hubungan antara Swedia dan beberapa negara Timur Tengah menjadi tegang akibat ulah kedua orang itu.
Para pengunjuk rasa Irak menyerbu kedutaan besar Swedia di Baghdad, Irak sebanyak dua kali pada bulan Juli 2023. Pada aksi kedua, para demonstran memulai kebakaran di dalam kompleks kedutaan tersebut.
Pada bulan Agustus tahun itu, dinas intelijen Swedia, Sapo menaikkan tingkat ancaman keamanan menjadi level empat dari lima level setelah pembakaran Al-Qur’an menjadikan negara itu sebagai “target prioritas”.
Pemerintah Swedia mengutuk penodaan kitab suci Muslim tersebut, sembari menekankan tentang undang-undang kebebasan berbicara dan berkumpul yang dilindungi oleh konstitusi negara tersebut.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










