Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib

Senin, 2 November 2026 14:03 WIB

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Senin, 2 November 2026 13:37 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Senin, 2 November 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

DPR RI dan Kemenparekraf Latih Desain dan Pemasaran Produk Pelaku Ekraf di Bandung

By Putra JuangSabtu, 27 April 2024 15:53 WIB4 Mins Read
DPR RI dan Kemenparekraf Latih Desain dan Pemasaran Produk Pelaku Ekraf di Bandung. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui Direktorat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif bekerja sama Komisi X DPR RI menggelar Bimbingan Teknis Desain Produk dan Kemasan Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Kota Bandung di Astin Tropicana Hotel, Bandung, Sabtu (27/4/2024).

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKS, Ledia Hanifa menekankan, pentingnya pendampingan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk bisa mengembangkan produk usaha yang dijalaninya.

Sebab menurutnya, harus ada standar yang dipenuhi oleh pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) agar produk usahanya bisa terus berkembang.

“UMKM kan selalu naik turun, begitu dirasa ga cocok, dia ganti lagi, ganti lagi. Padahal ada pakem standarnya, kalau kita bicara soal ekonomi kreatif, dia punya pakem standar yang sebenarnya harus dipenuhi, bisa jadi kemarin tidak laku karena memang belum tau ilmunya,” kata Ledia.

Sehingga, pendampingan tentang kualitas dan pengetahuan produk pelaku Ekraf menjadi begitu penting. Menurutnya, pendampingan ini harus dilakukan multipihak.

“Jadi memang kita perlu melakukan pendampingan, pendampingan itu mulai dari pelatihan SDM nya, bagaimana dikembangkan usahanya, juga ada pendampingan-pendampingan yang harus bekerja sama, bukan hanya Disbudpar saja, tapi Dinas Koperasi UKM juga harus ada, terus kemudian kalau dia kuliner dengan kehalalannya, itu bertahap,” bebernya.

Baca Juga:  Cuaca Bandung Hari Ini: Hujan Ringan Sepanjang Hari

Dalam kegiatan ini, kata Ledia, pelaku Ekraf tidak hanya dilatih membuat desain produk yang menarik namun juga dilatih cara pemasaran agar menarik minat masyarakat atau pembeli.

“Alhamdulillah kerja sama dengan Kemenparekraf, selain soal kemasan, kita juga bagaimana melatih brandingnya, bagaimana pemasarannya, sehingga secara umum skillnya sudah terpenuhi, tinggal mereka mau memanfaatkan ini atau engga,” ungkapnya.

Ledia menilai, persoalan pelaku Ekraf saat ini adalah mereka sering kali tidak mengetahui siapa yang menjadi target pasar dari produk yang mereka jual. Selain itu, mereka juga kerap kali hilang fokus dalam usaha yang tekuninya.

“Kadang-kadang tidak fokus, segala rupa pengen dijual. Kalau dia fokus, insya Allah orang akan segera mengenal brandingnya,” ujarnya.

Menurutnya, desain produk atau kemasan merupakan bagian dari branding terhadap produk yang mereka jual.

“Kelemahan di kita memang tidak terlalu memerhatikan desain, kalau desain menarik terus ditaro di etalase, orang langsung liat barang dia bukan yang lain, itu jadi bagian penting,” katanya.

Oleh karena itu, dalam kegiatan ini dihadirkan para narasumber yang kompeten untuk membantu para pelaku Ekraf di Kota Bandung dalam mengembangkan bisnisnya.

Baca Juga:  Tol Dalam Kota Bandung Dibangun Mulai 2026, Ini Rencana Rutenya

“Makanya kemudian ada yang dulunya cuman di plastik aja, pake sticker aja, sekarang udah berubah, berubahnya ga drastis, stickernya lebih bagus, lebih menarik, terus ganti lagi dan lagi. Harus terus update, harus mau belajar,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif – Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Fahmy Akmal mengucapkan terima kasih kepada Komisi X DPR RI yang selama ini telah berkolaborasi memberikan kemanfaatan bagi pelaku Ekraf.

“Selama ini memang kita sangat didukung oleh Bapak Ibu yang ada di Komisi X karena Bapak Ibu yang ada di Komisi X ini kan perwakilan rakyat yang ada di daerah-daerah,” ucap Fahmy.

Dengan adanya kolaborasi ini, kata Fahmi, program yang dijalannya ini bisa lebih tepat sasaran dan tepat waktu. Mengingat, kebutuhan pelaku ekraf di daerah ini sangat beragam.

“Jadi ada yang levelnya membutuhkan pelatihan di hulu, ada yang di hilir. Hari ini kita coba di hulu, bagaimana mempersiapkan produknya dari sisi rasa, kemasan dan nanti dilanjutkan ke hilir yaitu promosi, branding dan dilengkapi oleh pemasaran,” jelasnya.

Baca Juga:  Jadwal Buka Puasa 4 Maret 2024 di Wilayah Kota Bandung dan Sekitarnya

Fahmy menargetkan, ada sebanyak 11.000 pelaku Ekraf yang nantinya bisa ikut dalam program ini.

Dengan kerja sama yang baik selama ini kami melihat, tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu program-program kita. Kita sangat terbantu, mudah-mudahan kolaborasi ini bisa terus dilaksanakan dengan baik.

“Kalau target, bisa dibilang ada. Di kami itu sekitar 11.000 pelaku ekraf yang kita tingkatkan kapasitasnya,” ujarnya.

Fahmy menilai, pelaku Ekraf di Kota Bandung sudah kreatif sejak dahulu. Karena itu, kehadirannya ke Kota Bandung pun hanya untuk membantu melengkapi apa yang menjadi kekurangan dalam usaha mereka.

“Kita coba datang dengan update, seperti hari ini kita tidak mengajari dari awal, karena memang produknya sudah ada kemasannya, tapi bagaimana kita memberikan tambahan pengetahuan pada mereka, update terkini terkait digitalisasi juga,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Sekretaris Disbudpar Kota Bandung, Nuzrul Irwan Irawan. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu pelaku Ekraf yang ada di Kota Bandung.

“Ini sangat membantu sekali, dimana bisa memberikan manfaat bagi para pelaku ekraf di Kota Bandung,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ekonomi kreatif Kota Bandung Ledia Hanifa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.