Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Rumor Megatransfer Persib! Joey Pelupessy Segera Tes Medis, Bintang Ajax Hingga Maarten Paes Masuk Radar

Senin, 4 Mei 2026 11:05 WIB

Fakta Mengejutkan! Video Bandar Membara Ternyata Bocor dari Konten Pribadi

Senin, 4 Mei 2026 10:45 WIB

Super Big Match! Jadwal Lengkap Super League Hari Ini: Ujian Berat Persib dan Pembuktian Skuad Persija

Senin, 4 Mei 2026 10:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rumor Megatransfer Persib! Joey Pelupessy Segera Tes Medis, Bintang Ajax Hingga Maarten Paes Masuk Radar
  • Fakta Mengejutkan! Video Bandar Membara Ternyata Bocor dari Konten Pribadi
  • Super Big Match! Jadwal Lengkap Super League Hari Ini: Ujian Berat Persib dan Pembuktian Skuad Persija
  • Makin Berkilau! Rincian Lengkap Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Senin 4 Mei 2026
  • Definisi Hilang Jalur VIP! Bocah Ini Malah Jadi ‘Artis’ Dadakan di Polres Labuhanbatu
  • Final Dini! Persib Wajib Menang atas PSIM demi Amankan Puncak Klasemen
  • Menjual Masa Lalu, Mengabaikan Masa Depan? Catatan Kritis di Balik Hari Tatar Sunda
  • Banjir Hadiah Awal Pekan! Kode Redeem FF 4 Mei 2026 Resmi Rilis, Sikat SG2 Ungu dan Ribuan Diamond Gratis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 4 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

DPR RI dan Kemenparekraf Latih Desain dan Pemasaran Produk Pelaku Ekraf di Bandung

By Putra JuangSabtu, 27 April 2024 15:53 WIB4 Mins Read
DPR RI dan Kemenparekraf Latih Desain dan Pemasaran Produk Pelaku Ekraf di Bandung. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui Direktorat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif bekerja sama Komisi X DPR RI menggelar Bimbingan Teknis Desain Produk dan Kemasan Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Kota Bandung di Astin Tropicana Hotel, Bandung, Sabtu (27/4/2024).

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKS, Ledia Hanifa menekankan, pentingnya pendampingan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk bisa mengembangkan produk usaha yang dijalaninya.

Sebab menurutnya, harus ada standar yang dipenuhi oleh pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) agar produk usahanya bisa terus berkembang.

“UMKM kan selalu naik turun, begitu dirasa ga cocok, dia ganti lagi, ganti lagi. Padahal ada pakem standarnya, kalau kita bicara soal ekonomi kreatif, dia punya pakem standar yang sebenarnya harus dipenuhi, bisa jadi kemarin tidak laku karena memang belum tau ilmunya,” kata Ledia.

Sehingga, pendampingan tentang kualitas dan pengetahuan produk pelaku Ekraf menjadi begitu penting. Menurutnya, pendampingan ini harus dilakukan multipihak.

“Jadi memang kita perlu melakukan pendampingan, pendampingan itu mulai dari pelatihan SDM nya, bagaimana dikembangkan usahanya, juga ada pendampingan-pendampingan yang harus bekerja sama, bukan hanya Disbudpar saja, tapi Dinas Koperasi UKM juga harus ada, terus kemudian kalau dia kuliner dengan kehalalannya, itu bertahap,” bebernya.

Baca Juga:  Sarapan Pagi di Bandung? 3 Lontong Kari Ini Wajib Dicoba

Dalam kegiatan ini, kata Ledia, pelaku Ekraf tidak hanya dilatih membuat desain produk yang menarik namun juga dilatih cara pemasaran agar menarik minat masyarakat atau pembeli.

“Alhamdulillah kerja sama dengan Kemenparekraf, selain soal kemasan, kita juga bagaimana melatih brandingnya, bagaimana pemasarannya, sehingga secara umum skillnya sudah terpenuhi, tinggal mereka mau memanfaatkan ini atau engga,” ungkapnya.

Ledia menilai, persoalan pelaku Ekraf saat ini adalah mereka sering kali tidak mengetahui siapa yang menjadi target pasar dari produk yang mereka jual. Selain itu, mereka juga kerap kali hilang fokus dalam usaha yang tekuninya.

“Kadang-kadang tidak fokus, segala rupa pengen dijual. Kalau dia fokus, insya Allah orang akan segera mengenal brandingnya,” ujarnya.

Menurutnya, desain produk atau kemasan merupakan bagian dari branding terhadap produk yang mereka jual.

“Kelemahan di kita memang tidak terlalu memerhatikan desain, kalau desain menarik terus ditaro di etalase, orang langsung liat barang dia bukan yang lain, itu jadi bagian penting,” katanya.

Oleh karena itu, dalam kegiatan ini dihadirkan para narasumber yang kompeten untuk membantu para pelaku Ekraf di Kota Bandung dalam mengembangkan bisnisnya.

Baca Juga:  UMKM Pangan Sulit Tembus Ekspor? Ledia Hanifa Ungkap Rahasia di Balik Kemasan Produk

“Makanya kemudian ada yang dulunya cuman di plastik aja, pake sticker aja, sekarang udah berubah, berubahnya ga drastis, stickernya lebih bagus, lebih menarik, terus ganti lagi dan lagi. Harus terus update, harus mau belajar,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif – Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Fahmy Akmal mengucapkan terima kasih kepada Komisi X DPR RI yang selama ini telah berkolaborasi memberikan kemanfaatan bagi pelaku Ekraf.

“Selama ini memang kita sangat didukung oleh Bapak Ibu yang ada di Komisi X karena Bapak Ibu yang ada di Komisi X ini kan perwakilan rakyat yang ada di daerah-daerah,” ucap Fahmy.

Dengan adanya kolaborasi ini, kata Fahmi, program yang dijalannya ini bisa lebih tepat sasaran dan tepat waktu. Mengingat, kebutuhan pelaku ekraf di daerah ini sangat beragam.

“Jadi ada yang levelnya membutuhkan pelatihan di hulu, ada yang di hilir. Hari ini kita coba di hulu, bagaimana mempersiapkan produknya dari sisi rasa, kemasan dan nanti dilanjutkan ke hilir yaitu promosi, branding dan dilengkapi oleh pemasaran,” jelasnya.

Baca Juga:  Pemkot Bandung Targetkan 500 Kawasan Bebas Sampah Terbentuk Maret 2025

Fahmy menargetkan, ada sebanyak 11.000 pelaku Ekraf yang nantinya bisa ikut dalam program ini.

Dengan kerja sama yang baik selama ini kami melihat, tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu program-program kita. Kita sangat terbantu, mudah-mudahan kolaborasi ini bisa terus dilaksanakan dengan baik.

“Kalau target, bisa dibilang ada. Di kami itu sekitar 11.000 pelaku ekraf yang kita tingkatkan kapasitasnya,” ujarnya.

Fahmy menilai, pelaku Ekraf di Kota Bandung sudah kreatif sejak dahulu. Karena itu, kehadirannya ke Kota Bandung pun hanya untuk membantu melengkapi apa yang menjadi kekurangan dalam usaha mereka.

“Kita coba datang dengan update, seperti hari ini kita tidak mengajari dari awal, karena memang produknya sudah ada kemasannya, tapi bagaimana kita memberikan tambahan pengetahuan pada mereka, update terkini terkait digitalisasi juga,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Sekretaris Disbudpar Kota Bandung, Nuzrul Irwan Irawan. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu pelaku Ekraf yang ada di Kota Bandung.

“Ini sangat membantu sekali, dimana bisa memberikan manfaat bagi para pelaku ekraf di Kota Bandung,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ekonomi kreatif Kemenparekraf Kota Bandung Ledia Hanifa pelaku ekraf
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Definisi Hilang Jalur VIP! Bocah Ini Malah Jadi ‘Artis’ Dadakan di Polres Labuhanbatu

Menjual Masa Lalu, Mengabaikan Masa Depan? Catatan Kritis di Balik Hari Tatar Sunda

HUT ke-40, PATELKI Tekankan Skrining Kesehatan Jadi Gaya Hidup Wajib

Resmi! BKPRMI Kabupaten Bandung Dilantik, Usung Visi Generasi Emas 2045

Tragedi Internship Dokter Muda di Palembang, Kemenkes Turun Tangan Usut Dugaan Bullying

Mojang Bandung Meta Meliani Halawa: Menenun Masa Depan Lewat Rajutan Bisnis Sejak Bangku Sekolah

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Link Video Viral Batang Membara: Diiming-iming Cuan Rp250 Juta Lewat Telegram
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.