bukamata.id – Kondisi akses jalan menuju SMK Negeri 4 Kota Depok saat ini dinilai belum memadai, sehingga menjadi salah satu faktor utama yang menghambat pembangunan fasilitas pendidikan di sekolah tersebut.
Pembangunan sekolah tidak hanya menitikberatkan pada gedung fisik, tetapi juga harus memperhatikan aksesibilitas, keamanan lokasi, serta efektivitas penggunaan anggaran pendidikan.
Hal tersebut diungkapkan dalam kunjungan kerja dan monitoring sarana prasarana sekolah oleh Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat pada Selasa (10/2/2026).
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Hasbullah Rahmat, menjelaskan, kondisi lapangan menunjukkan akses masuk sekolah masih berupa jalan tanah sempit yang tidak memungkinkan mobilitas alat berat. Hal ini menjadi kendala serius dalam percepatan pembangunan gedung sekolah.
“Selama ini perencanaan pembangunan gedung belum sejalan dengan penyediaan sarana dan prasarana pendukung seperti akses jalan. Akibatnya, meski gedung telah dibangun, penggunaannya tetap terhambat,” ujar Hasbullah.
Pembangunan gedung SMK Negeri 4 Depok sendiri telah berlangsung sejak 2020 hingga 2025. Namun, akses jalan yang sempit hanya dapat dilalui kendaraan kecil, sehingga pengerjaan alat berat menjadi sulit dan menyebabkan progres pembangunan melambat.
Hasbullah menyarankan pemerintah daerah mempertimbangkan pembelian lahan tambahan sekitar 3.000 meter persegi untuk membuka akses jalan yang lebih layak. Langkah ini juga dapat menyediakan pintu gerbang representatif serta mendukung perencanaan pembangunan sekolah secara menyeluruh.
Selain itu, Hasbullah menekankan pentingnya integrasi perencanaan gedung dan sarana pendukung melalui satu pintu di Kantor Cabang Dinas (KCD). Pendekatan ini diharapkan dapat membuat pembangunan lebih efisien dan terkoordinasi.
Komisi V DPRD Jawa Barat juga mendorong agar proses tender pembangunan dimulai lebih awal, yakni satu hingga dua bulan sebelum tahun anggaran berjalan. Dengan strategi ini, proyek dapat terealisasi lebih cepat tanpa harus menunggu anggaran tahun berikutnya.
“Jika perencanaan dan tender dilakukan lebih awal, sekolah bisa langsung digunakan pada tahun berikutnya, sehingga menghindari proyek yang molor hingga dua tahun anggaran,” pungkas Hasbullah.
Peningkatan akses jalan dan perencanaan terpadu ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan fasilitas pendidikan di SMK Negeri 4 Depok sekaligus mendukung kenyamanan siswa dan staf dalam menjalankan aktivitas belajar-mengajar.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










