bukamata.id – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia terus menjadi perhatian pemerintah Provinsi Jawa Barat. Salah satu indikator yang menjadi fokus adalah peningkatan rata-rata lama sekolah, yang dinilai masih tertinggal dibandingkan daerah lain.
Anggota Komisi 4 DPRD Provinsi Jawa Barat, Hasbullaah Rahmat, menegaskan bahwa pemerintah daerah menargetkan peningkatan angka pendidikan masyarakat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Ia menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Bandung, Senin (24/2/2026). “Rata-rata lama sekolah Jawa Barat masih di bawah DKI Jakarta,” ujarnya.
Menurut Hasbullaah, pemerintah menargetkan rata-rata lama sekolah di Jawa Barat dapat mencapai 11 hingga 12 tahun. Target ini dianggap penting untuk meningkatkan daya saing daerah sekaligus memperkuat kualitas SDM dalam jangka panjang. “Target dalam RPJMD adalah 11–12 tahun,” katanya.
Ia menjelaskan, untuk mencapai target tersebut, pemerintah harus memperkuat berbagai kebijakan, mulai dari pembangunan fasilitas pendidikan hingga pemberian beasiswa bagi siswa kurang mampu. “Untuk itu, fasilitas dan beasiswa harus diperkuat,” jelasnya.
Selain itu, Hasbullaah menyoroti potensi tingginya angka putus sekolah. Berdasarkan data yang ada, sekitar 25 persen lulusan SMP di Jawa Barat berpotensi tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA atau sederajat.
“Potensi 25 persen lulusan SMP tidak melanjutkan sekolah harus diselamatkan,” tegasnya.
Ia menilai kebijakan pemerintah untuk memperbesar daya tampung SMA negeri, termasuk penambahan rombongan belajar dan jumlah siswa per kelas, memang menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Namun, langkah tersebut dinilai sebagai strategi jangka panjang.
“Kebijakan memperbesar daya tampung SMA negeri memang menimbulkan pro kontra, tetapi untuk jangka panjang ini investasi SDM,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











