bukamata.id – Industri musik independen Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Adie Indra Dwiyanto, atau yang lebih akrab disapa Romi Jahat, vokalis dari band punk rock Romi & The Jahats, dikabarkan tutup usia. Kabar kepergian sosok legendaris ini dikonfirmasi langsung melalui kanal media sosial resmi band pada Selasa (10/2/2026).
Dalam unggahan penuh haru tersebut, rekan-rekan band menyampaikan salam perpisahan terakhir sekaligus apresiasi bagi para penggemar yang telah menemani perjalanan musik almarhum.
“Rest in Power Babeh @romi.jahats (Adie Indra Dwiyanto). Romi Jahat babeh kami, sahabat kami, saudara kami telah berpulang. Terima kasih atas semua cinta dan dukungan yang kalian berikan selama ini. Al-fatihah,” tulis akun resmi Romi & The Jahats.
Misteri Penyebab Kepergian dan Penundaan Tur
Hingga saat ini, pihak keluarga maupun manajemen belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab wafatnya sang musisi. Namun, sinyal mengenai kondisi kesehatan atau masalah internal band sempat terendus sejak pertengahan Januari lalu.
Pada 15 Januari 2026, Romi & The Jahats sempat merilis pengumuman mengejutkan terkait pembatalan rangkaian tur mereka yang seharusnya berlangsung sepanjang 1–15 Februari 2026. Kala itu, alasan yang disampaikan masih sangat umum, yakni terkait kondisi internal di dalam tubuh band.
Jejak Legasi: Dari AA & AM hingga Marjinal
Sosok Romi bukanlah nama baru di kancah bawah tanah. Ia merupakan saksi hidup sekaligus pilar terbentuknya komunitas punk di Indonesia. Sejarah mencatat Romi sebagai vokalis pertama Marjinal saat band tersebut lahir pada tahun 1997 dengan nama awal AA & AM (Anti ABRI/Anti Militerisme).
Bersama Mike, Bob, dan Steven, Romi menyuarakan protes sosial yang kental sebelum akhirnya band tersebut bertransformasi menjadi Marjinal di tahun 2001. Selepas medio 2000-an, Romi memutuskan menempuh jalannya sendiri melalui proyek solo folk-punk yang kemudian berkembang menjadi Romi & The Jahats.
Dikenal dengan lirik yang lugas dan kedekatannya dengan kaum akar rumput, kepergian Romi meninggalkan kekosongan besar bagi para pecinta musik perlawanan di Indonesia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










