Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

7 Sport Center di Bandung dengan Fasilitas Lengkap, Ada Kolam Renang hingga Padel

Sabtu, 17 Oktober 2026 02:00 WIB
Bansos

Menunggu BLT Kesra Rp900 Ribu? Ini Fakta Terbaru dan Link Cek Bansos Kemensos

Sabtu, 17 Oktober 2026 01:00 WIB

100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?

Jumat, 16 Oktober 2026 21:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 7 Sport Center di Bandung dengan Fasilitas Lengkap, Ada Kolam Renang hingga Padel
  • Menunggu BLT Kesra Rp900 Ribu? Ini Fakta Terbaru dan Link Cek Bansos Kemensos
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Target 4 Perunggu Asian Para Games 2026, Indonesia Awali Perjuangan dengan Dua Kemenangan
  • IHSG Terjun ke Level 5.185, Kapolri Perintahkan Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana
  • Tragedi Kebakaran Bromo! 4 Orang Tewas, Petugas TNBTS dan Relawan Terjebak Kobaran Api
  • Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dikorupsi, Adik Eks Kepala BNPB Jadi Tersangka
  • Kabar Duka! Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ancam Kepung Gedung Sate dengan 1.000 Truk, Buruh Tambang Ultimatum Pemprov Jabar!

By Aga GustianaSelasa, 10 Februari 2026 15:26 WIB2 Mins Read
Ribuan penambang Jawa Barat menggelar aksi di Gedung Sate Bandung, menyuarakan 11 tuntutan kepada Gubernur Dedi Mulyadi. Foto: bukamata.id/ Putra Juang.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketegangan antara pelaku industri tambang dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencapai titik didih. Gabungan pengusaha dan buruh tambang dari wilayah Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang secara tegas mendesak agar operasional tambang legal yang dihentikan sementara segera dibuka kembali.

Penutupan yang dipicu oleh surat edaran ini dinilai sebagai langkah sepihak yang mencekik ekonomi ribuan keluarga pekerja tanpa landasan hukum yang kuat.

Protes Izin yang “Dikalahkan” oleh Surat Edaran

Ketua Gerakan Peduli Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (GPPSDA-LH) Jawa Barat, Budi S Rais, meluapkan kekecewaannya usai bertemu dengan pihak Sekretariat Daerah. Menurutnya, perusahaan yang sudah mengantongi izin resmi seharusnya mendapatkan pembinaan, bukan penghentian paksa.

“Tambang-tambang ini punya izin. Tapi ditutup lewat edaran. Ini kami anggap tidak adil,” kata Budi usai beraudiensi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman di Gedung Sate, Senin (9/2/2026).

Baca Juga:  Bey Minta TP2GD Berikan Banyak Gelar Pahlawan Nasional untuk Tokoh Jabar

Budi juga mengkritik mekanisme pengawasan pemerintah yang dianggap tidak masuk akal. Baginya, mustahil menilai kepatuhan sebuah perusahaan jika inspeksi hanya dilakukan setahun sekali.

“Kalau pengawasan cuma setahun sekali, itu tidak cukup untuk dijadikan alasan menutup tambang,” ucap Budi.

Ultimatum 10.000 Buruh dan 1.000 Truk

Persoalan bukan hanya soal izin, tapi juga tentang urusan perut. Janji kompensasi sebesar Rp3 juta per kepala keluarga bagi warga terdampak dikabarkan masih jauh dari target. Dari 16.000 KK yang terdata, mayoritas disebut belum menerima haknya. Namun, bagi para pengusaha, solusi jangka panjang tetaplah pembukaan kembali lahan pekerjaan.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Raih Predikat Provinsi Terinovatif di IGA 2024

“Kami tidak butuh kompensasi. Kami butuh tambang dibuka kembali sesuai Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020,” tegas Budi.

Tekanan kian kuat dari sisi serikat pekerja. Ketua DPD Serikat Buruh Nasionalis Indonesia (SNBI) Jawa Barat, Yadi Suryadi, melayangkan ancaman serius. Ia menuntut kejelasan sebelum bulan Ramadhan tiba, atau Gedung Sate akan dikepung oleh massa dalam jumlah besar.

“Kami akan turun lagi. Minimal 10.000 orang dan 1.000 dump truck. Ini untuk mengingatkan Pemprov agar tidak bertindak semena-mena,” tegas Yadi.

Baca Juga:  Sepanjang 2023, Pemprov Jabar Gelar 138 Pasar Murah Demi Jaga Harga Pangan

Respons Pemprov: Menunggu Kajian Akademisi

Menanggapi gelombang protes tersebut, Sekda Jawa Barat Herman Suryatman menyatakan bahwa pihaknya tidak bisa gegabah. Keputusan untuk membuka kembali tambang di Bogor sangat bergantung pada hasil evaluasi mendalam yang melibatkan pakar dari Unpad, ITB, dan IPB.

Saat ini, kajian teknis tersebut diklaim sedang masuk dalam tahap finalisasi sebelum diserahkan kepada Gubernur.

“Sekarang sedang tahap finalisasi. Secepatnya akan kami laporkan kepada Pak Gubernur. Nanti beliau yang mengambil keputusan berdasarkan data,” ujar Herman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Jawa Barat Herman Suryatman Pemprov Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

Menunggu BLT Kesra Rp900 Ribu? Ini Fakta Terbaru dan Link Cek Bansos Kemensos

IHSG Terjun ke Level 5.185, Kapolri Perintahkan Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana

Tragedi Kebakaran Bromo! 4 Orang Tewas, Petugas TNBTS dan Relawan Terjebak Kobaran Api

Ilustrasi korupsi

Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dikorupsi, Adik Eks Kepala BNPB Jadi Tersangka

Viral Petugas SPBU Menangis di Depan I Wayan Koster: Saya Bukan Robot, Pak!

Diduga Jadi Korban Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen PIK 2

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Kontroversi Jalan Diponegoro Bandung: Demi Ruang Publik atau Menabrak Tata Ruang?
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.