Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Siapkan Kejutan Transfer Lagi: Shayne Pattynama dan Kiper Persis Masuk Radar?

Jumat, 31 Juli 2026 11:48 WIB

Peluncuran Ekosistem, Fokus Regional, dan Keamanan: Bidang-bidang Pengembangan Utama Bagi Platform Olahraga Internasional

Jumat, 31 Juli 2026 11:43 WIB

Thom Haye Berpotensi Absen, 2 Bintang Muda Timnas Indonesia Siap Unjuk Gigi Lawan Timor Leste

Jumat, 31 Juli 2026 11:41 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Siapkan Kejutan Transfer Lagi: Shayne Pattynama dan Kiper Persis Masuk Radar?
  • Peluncuran Ekosistem, Fokus Regional, dan Keamanan: Bidang-bidang Pengembangan Utama Bagi Platform Olahraga Internasional
  • Thom Haye Berpotensi Absen, 2 Bintang Muda Timnas Indonesia Siap Unjuk Gigi Lawan Timor Leste
  • 10 Pohon Ditebang di Cihapit, Farhan Murka dan Ancam Pidanakan Pelaku
  • Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkap Harga Emas Pegadaian 31 Juli 2026
  • Tampines Rovers Datang dengan Mental Berani, Persib Siapkan Ujian Berat di Si Jalak Harupat
  • Cara Cek Bansos PKH Tahap 3 2026: Jadwal Cair, Besaran, dan Link Resmi Kemensos
  • Kota Batubara Kok Gelap Gulita? Saat Peternak Kecil Dipaksa Tanggung Dosa Gagalnya PLN!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 31 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dulu Mulyono Kini Mulyadi, Rocky Gerung Sindir Gaya Politik Dangkal dan Minim Visi

By SusanaKamis, 22 Mei 2025 17:15 WIB2 Mins Read
Jokowi
Rocky Gerung. Foto: tangkapan layar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pengamat politik Rocky Gerung kembali melontarkan kritik tajam terhadap gaya komunikasi dan preferensi publik dalam dunia politik Indonesia.

Dalam acara Indonesia Lawyers Club yang bertajuk “Dulu Mulyono, Kini Mulyadi”, Rocky Gerung menyoroti fenomena politikus yang lebih menonjolkan visualisasi dan penampilan ketimbang visi dan gagasan, dengan menyinggung nama Dedi Mulyadi sebagai contoh aktual.

“Saya tidak ingin bicara soal watak, strategi, atau kemampuan membangun opini publik dari Kang Dedi, karena pada akhirnya pembandingnya cuma Mulyono. Jadi samar-samar saya mulai melihat bahwa yang berbahaya sebetulnya bukan Dedi Mulyadi ataupun Junto Mulyono, tetapi penontonnya. Penonton yang lebih mengutamakan penampilan, bukan visi,” ujar Rocky, dikutip dari YouTube Indonesia Lawyers Club, Kamis (22/5/2025).

Rocky menjelaskan, dalam teori komunikasi, ada istilah terkait masyarakat yang gemar mengonsumsi tontonan dangkal. Teori itu, menurutnya, berasal dari kajian kritis yang dipengaruhi oleh pemikiran Marxisme, di mana ucapan dan visualisasi menjadi komoditas yang dijual ke publik.

“Visualisasi Jokowi sampai sekarang semua orang tau, orong-gorong, kesederhanaan, tapi visinya orang gak ingat, Dedi Mulyadi juga dimulai dengan problem yang sama, tadi yang mendukung bilang visualisasinya untuk memotong anggaran, tapi kalau orang politik mengukur visualisasi itu demi apa?”lanjutnya.

Lebih lanjut, Rocky mengkritisi aksi Dedi Mulyadi yang mengirim anak-anak ke barak militer sebagai bentuk disiplin. Ia menyebut metode itu dangkal karena justru mengabaikan esensi pendidikan, yakni mendorong anak untuk berpikir kritis dan kreatif.

“Barak militer itu untuk mendisiplinkan tubuh, bukan pikiran. Anak itu nakal karena kreativitasnya tumbuh. Yang dibutuhkan adalah pedagogi, bukan demagogi. Pikiran tidak bisa didisiplinkan,” tegas Rocky.

Ia juga menyindir masyarakat yang dengan mudah terkesima oleh gimmick politik dan metode pendidikan yang dangkal. Menurutnya, publik hari ini lebih banyak menonton permukaan daripada menggali substansi.

“Kita ini sedang menonton kedangkalan, dan itu terjadi setiap hari. Coba renungkan, yang kita lihat sehari-hari bukan leader, tapi dealer. Orang yang tidak mampu mengucapkan sesuatu yang layak untuk dibantah. Padahal, seorang pemimpin sejati adalah mereka yang siap argumennya dibantah. Tapi sekarang, ketika dibantah malah dikira buzzer,” tutup Rocky.

Pernyataan Rocky Gerung ini kembali mengajak publik untuk lebih kritis dalam melihat kontestasi politik, tidak hanya terpaku pada pencitraan, tetapi menelaah lebih jauh visi, gagasan, dan komitmen nyata dari para pemimpin.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dangkal Dedi Mulyadi HL Mulyono Rocky Gerung visi visualisasi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

10 Pohon Ditebang di Cihapit, Farhan Murka dan Ancam Pidanakan Pelaku

Padam Listrik

Kota Batubara Kok Gelap Gulita? Saat Peternak Kecil Dipaksa Tanggung Dosa Gagalnya PLN!

BLT Kesra Rp900 Ribu Juli 2026 Cair Lagi? Ini Fakta Terbaru, Syarat, dan Cara Cek Penerima

Pelecehan Seksual

Ayah di Bandung Barat Tega Siksa Anak Kandung Usia 5 Tahun hingga Berdarah-darah

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos Kemensos Tahap 3 Juli-September 2026 Cair! Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK KTP

Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?

Terpopuler
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Jakarta Lumpuh Total! Dihujat Warga, Acara Willie Salim dan Emak Gila Ternyata Ilegal!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.