Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bandung Kembali Bergejolak! Mahasiswa Kepung DPRD Jabar Bawa Tuntutan Ekonomi dan Pendidikan

Senin, 15 Juni 2026 11:02 WIB

Waspada Macet! Gelombang Demo Mahasiswa Kepung Jakarta Hari Ini, Cek Titik Lokasi dan Jalur Alternatif

Senin, 15 Juni 2026 11:00 WIB

Transfer Sultan Ala Persib! Rayco Rodriguez dan Tommaso Cassandro Masuk Radar

Senin, 15 Juni 2026 10:38 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bandung Kembali Bergejolak! Mahasiswa Kepung DPRD Jabar Bawa Tuntutan Ekonomi dan Pendidikan
  • Waspada Macet! Gelombang Demo Mahasiswa Kepung Jakarta Hari Ini, Cek Titik Lokasi dan Jalur Alternatif
  • Transfer Sultan Ala Persib! Rayco Rodriguez dan Tommaso Cassandro Masuk Radar
  • Kesempatan Terbatas! Klaim Deretan Kode Redeem FF 15 Juni 2026 untuk Dapatkan Skin dan Bundle Premium Gratis
  • Dari Industri Dewasa ke Nuray Istiqbal: Kisah Hijrah Rae Lil Black Kini Dipertanyakan Netizen
  • Cek Katalog Promo Superindo 15-18 Juni 2026 Lengkap dengan Diskon 1 Hari dan Paket Borongan Murah
  • Katalog Promo Indomaret 15-21 Juni 2026: Edisi Spesial Festival Hijriah Bertabur Diskon Kebutuhan Dapur!
  • Panduan Modal UMKM: Tabel Angsuran KUR BRI Rp100 Juta Beserta Syarat dan Cara Daftar Online
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 15 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dulu Mulyono Kini Mulyadi, Rocky Gerung Sindir Gaya Politik Dangkal dan Minim Visi

By SusanaKamis, 22 Mei 2025 17:15 WIB2 Mins Read
Jokowi
Rocky Gerung. Foto: tangkapan layar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pengamat politik Rocky Gerung kembali melontarkan kritik tajam terhadap gaya komunikasi dan preferensi publik dalam dunia politik Indonesia.

Dalam acara Indonesia Lawyers Club yang bertajuk “Dulu Mulyono, Kini Mulyadi”, Rocky Gerung menyoroti fenomena politikus yang lebih menonjolkan visualisasi dan penampilan ketimbang visi dan gagasan, dengan menyinggung nama Dedi Mulyadi sebagai contoh aktual.

“Saya tidak ingin bicara soal watak, strategi, atau kemampuan membangun opini publik dari Kang Dedi, karena pada akhirnya pembandingnya cuma Mulyono. Jadi samar-samar saya mulai melihat bahwa yang berbahaya sebetulnya bukan Dedi Mulyadi ataupun Junto Mulyono, tetapi penontonnya. Penonton yang lebih mengutamakan penampilan, bukan visi,” ujar Rocky, dikutip dari YouTube Indonesia Lawyers Club, Kamis (22/5/2025).

Rocky menjelaskan, dalam teori komunikasi, ada istilah terkait masyarakat yang gemar mengonsumsi tontonan dangkal. Teori itu, menurutnya, berasal dari kajian kritis yang dipengaruhi oleh pemikiran Marxisme, di mana ucapan dan visualisasi menjadi komoditas yang dijual ke publik.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Apresiasi Aksi Demo Tertib di Bandung: Mari Jaga Harmoni Jawa Barat

“Visualisasi Jokowi sampai sekarang semua orang tau, orong-gorong, kesederhanaan, tapi visinya orang gak ingat, Dedi Mulyadi juga dimulai dengan problem yang sama, tadi yang mendukung bilang visualisasinya untuk memotong anggaran, tapi kalau orang politik mengukur visualisasi itu demi apa?”lanjutnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Serahkan SK Pengangkatan dan Mutasi Kepala Sekolah

Lebih lanjut, Rocky mengkritisi aksi Dedi Mulyadi yang mengirim anak-anak ke barak militer sebagai bentuk disiplin. Ia menyebut metode itu dangkal karena justru mengabaikan esensi pendidikan, yakni mendorong anak untuk berpikir kritis dan kreatif.

“Barak militer itu untuk mendisiplinkan tubuh, bukan pikiran. Anak itu nakal karena kreativitasnya tumbuh. Yang dibutuhkan adalah pedagogi, bukan demagogi. Pikiran tidak bisa didisiplinkan,” tegas Rocky.

Ia juga menyindir masyarakat yang dengan mudah terkesima oleh gimmick politik dan metode pendidikan yang dangkal. Menurutnya, publik hari ini lebih banyak menonton permukaan daripada menggali substansi.

Baca Juga:  MA Tolak Kasasi PLK, Pemprov Jabar Pastikan Lahan SMAN 1 Bandung Sah Milik Negara

“Kita ini sedang menonton kedangkalan, dan itu terjadi setiap hari. Coba renungkan, yang kita lihat sehari-hari bukan leader, tapi dealer. Orang yang tidak mampu mengucapkan sesuatu yang layak untuk dibantah. Padahal, seorang pemimpin sejati adalah mereka yang siap argumennya dibantah. Tapi sekarang, ketika dibantah malah dikira buzzer,” tutup Rocky.

Pernyataan Rocky Gerung ini kembali mengajak publik untuk lebih kritis dalam melihat kontestasi politik, tidak hanya terpaku pada pencitraan, tetapi menelaah lebih jauh visi, gagasan, dan komitmen nyata dari para pemimpin.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dangkal Dedi Mulyadi HL Mulyono Rocky Gerung visi visualisasi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bandung Kembali Bergejolak! Mahasiswa Kepung DPRD Jabar Bawa Tuntutan Ekonomi dan Pendidikan

Waspada Macet! Gelombang Demo Mahasiswa Kepung Jakarta Hari Ini, Cek Titik Lokasi dan Jalur Alternatif

Krisis SPMB Jabar 2026: Orang Tua Mengamuk, Pejabat Dicopot, Gubernur Cukup Minta Maaf?

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Resmi! Jadwal Bansos Juni 2026 Keluar, Penerima Bisa Dapat hingga Rp2,7 Juta

Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama

Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.