Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
peredaran narkoba

Terbongkar! Sindikat Narkotika di Cirebon Manfaatkan Sistem Pesan Antar dan COD

Senin, 14 September 2026 17:33 WIB
Kabupaten Bogor

35 Persen Wilayah Purwakarta Terdampak Kekeringan, Distribusi Air Bersih Tembus 1 Juta Liter

Senin, 14 September 2026 16:59 WIB
Pencabulan

Ditinggal Istri ke Timur Tengah, Ayah Durjana di Cianjur Tega Cabuli Anak Kandung

Senin, 14 September 2026 16:52 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Terbongkar! Sindikat Narkotika di Cirebon Manfaatkan Sistem Pesan Antar dan COD
  • 35 Persen Wilayah Purwakarta Terdampak Kekeringan, Distribusi Air Bersih Tembus 1 Juta Liter
  • Ditinggal Istri ke Timur Tengah, Ayah Durjana di Cianjur Tega Cabuli Anak Kandung
  • Perjalanan Haru Kanaya Whu: Dari Artis Cilik, Karyawan Kantoran, hingga Ikon Vokal Emka 9
  • John Herdman Bongkar Mimpi Erick Thohir untuk Timnas Indonesia: Juara hingga Piala Dunia 2030
  • Citarum Berubah Drastis! Batujajar Dipenuhi Eceng Gondok, Air Saguling Turun 20 Meter
  • Maudy Ayunda Dihujat ‘Tone Deaf’: Kuliah Dibayai LPDP tapi Minim Empati, Kalah Telak dari Cinta Laura?
  • Banyak Diprotes, Pemkot Bandung Pastikan BRT Tetap Dilanjutkan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 14 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dulu Mulyono Kini Mulyadi, Rocky Gerung Sindir Gaya Politik Dangkal dan Minim Visi

By SusanaKamis, 22 Mei 2025 17:15 WIB2 Mins Read
Jokowi
Rocky Gerung. Foto: tangkapan layar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pengamat politik Rocky Gerung kembali melontarkan kritik tajam terhadap gaya komunikasi dan preferensi publik dalam dunia politik Indonesia.

Dalam acara Indonesia Lawyers Club yang bertajuk “Dulu Mulyono, Kini Mulyadi”, Rocky Gerung menyoroti fenomena politikus yang lebih menonjolkan visualisasi dan penampilan ketimbang visi dan gagasan, dengan menyinggung nama Dedi Mulyadi sebagai contoh aktual.

“Saya tidak ingin bicara soal watak, strategi, atau kemampuan membangun opini publik dari Kang Dedi, karena pada akhirnya pembandingnya cuma Mulyono. Jadi samar-samar saya mulai melihat bahwa yang berbahaya sebetulnya bukan Dedi Mulyadi ataupun Junto Mulyono, tetapi penontonnya. Penonton yang lebih mengutamakan penampilan, bukan visi,” ujar Rocky, dikutip dari YouTube Indonesia Lawyers Club, Kamis (22/5/2025).

Rocky menjelaskan, dalam teori komunikasi, ada istilah terkait masyarakat yang gemar mengonsumsi tontonan dangkal. Teori itu, menurutnya, berasal dari kajian kritis yang dipengaruhi oleh pemikiran Marxisme, di mana ucapan dan visualisasi menjadi komoditas yang dijual ke publik.

Baca Juga:  Resmi Berlaku Januari 2026, UMP Jawa Barat Naik Rp2,3 Juta

“Visualisasi Jokowi sampai sekarang semua orang tau, orong-gorong, kesederhanaan, tapi visinya orang gak ingat, Dedi Mulyadi juga dimulai dengan problem yang sama, tadi yang mendukung bilang visualisasinya untuk memotong anggaran, tapi kalau orang politik mengukur visualisasi itu demi apa?”lanjutnya.

Baca Juga:  Tunjangan Pejabat Jabar Selangit di Tengah Ekonomi Rakyat Sulit, Pakar Desak Evaluasi dan Transparan

Lebih lanjut, Rocky mengkritisi aksi Dedi Mulyadi yang mengirim anak-anak ke barak militer sebagai bentuk disiplin. Ia menyebut metode itu dangkal karena justru mengabaikan esensi pendidikan, yakni mendorong anak untuk berpikir kritis dan kreatif.

“Barak militer itu untuk mendisiplinkan tubuh, bukan pikiran. Anak itu nakal karena kreativitasnya tumbuh. Yang dibutuhkan adalah pedagogi, bukan demagogi. Pikiran tidak bisa didisiplinkan,” tegas Rocky.

Ia juga menyindir masyarakat yang dengan mudah terkesima oleh gimmick politik dan metode pendidikan yang dangkal. Menurutnya, publik hari ini lebih banyak menonton permukaan daripada menggali substansi.

Baca Juga:  Pajak Kendaraan Listrik Dihapus? Dedi Mulyadi: Hanya Ditunda Sampai Ekonomi Normal

“Kita ini sedang menonton kedangkalan, dan itu terjadi setiap hari. Coba renungkan, yang kita lihat sehari-hari bukan leader, tapi dealer. Orang yang tidak mampu mengucapkan sesuatu yang layak untuk dibantah. Padahal, seorang pemimpin sejati adalah mereka yang siap argumennya dibantah. Tapi sekarang, ketika dibantah malah dikira buzzer,” tutup Rocky.

Pernyataan Rocky Gerung ini kembali mengajak publik untuk lebih kritis dalam melihat kontestasi politik, tidak hanya terpaku pada pencitraan, tetapi menelaah lebih jauh visi, gagasan, dan komitmen nyata dari para pemimpin.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi HL Rocky Gerung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

peredaran narkoba

Terbongkar! Sindikat Narkotika di Cirebon Manfaatkan Sistem Pesan Antar dan COD

Kabupaten Bogor

35 Persen Wilayah Purwakarta Terdampak Kekeringan, Distribusi Air Bersih Tembus 1 Juta Liter

Pencabulan

Ditinggal Istri ke Timur Tengah, Ayah Durjana di Cianjur Tega Cabuli Anak Kandung

Citarum Berubah Drastis! Batujajar Dipenuhi Eceng Gondok, Air Saguling Turun 20 Meter

Banyak Diprotes, Pemkot Bandung Pastikan BRT Tetap Dilanjutkan

Hampir 300 SPPG Beroperasi di Bandung, Farhan Tegaskan Wajib Bersertifikasi

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.