Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Video Viral Bandar Batang Bergetar Terungkap! Pemeran Dijanjikan Rp250 Juta

Kamis, 30 April 2026 21:28 WIB

Mental Juara! Persib Bandung Ngamuk, Comeback Fantastis Bungkam Bhayangkara FC 4-2

Kamis, 30 April 2026 21:10 WIB

Eksodus Bintang Persib Dimulai? Alfeandra Dewangga Dirumorkan Merapat ke Bali United Musim Depan

Kamis, 30 April 2026 21:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Video Viral Bandar Batang Bergetar Terungkap! Pemeran Dijanjikan Rp250 Juta
  • Mental Juara! Persib Bandung Ngamuk, Comeback Fantastis Bungkam Bhayangkara FC 4-2
  • Eksodus Bintang Persib Dimulai? Alfeandra Dewangga Dirumorkan Merapat ke Bali United Musim Depan
  • Awas Jebakan! Link Video Viral Tasya Gym Bandar Batang Ternyata Pintu Masuk Hacker?
  • ASN Wajib Tahu! Salah Terima Gaji ke-13 Bisa Jadi Utang Negara
  • Tinggal 30 Langkah Lagi! Cristiano Ronaldo Menuju Rekor 1.000 Gol Dunia
  • Link Video Tasya Gym Bandar Batang 15 Menit Diburu, Ternyata Banyak yang Palsu
  • Bhayangkara Unggul 2-1, Persib Kejar Lewat Gol Injury Time
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dulu Mulyono Kini Mulyadi, Rocky Gerung Sindir Gaya Politik Dangkal dan Minim Visi

By SusanaKamis, 22 Mei 2025 17:15 WIB2 Mins Read
Jokowi
Rocky Gerung. Foto: tangkapan layar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pengamat politik Rocky Gerung kembali melontarkan kritik tajam terhadap gaya komunikasi dan preferensi publik dalam dunia politik Indonesia.

Dalam acara Indonesia Lawyers Club yang bertajuk “Dulu Mulyono, Kini Mulyadi”, Rocky Gerung menyoroti fenomena politikus yang lebih menonjolkan visualisasi dan penampilan ketimbang visi dan gagasan, dengan menyinggung nama Dedi Mulyadi sebagai contoh aktual.

“Saya tidak ingin bicara soal watak, strategi, atau kemampuan membangun opini publik dari Kang Dedi, karena pada akhirnya pembandingnya cuma Mulyono. Jadi samar-samar saya mulai melihat bahwa yang berbahaya sebetulnya bukan Dedi Mulyadi ataupun Junto Mulyono, tetapi penontonnya. Penonton yang lebih mengutamakan penampilan, bukan visi,” ujar Rocky, dikutip dari YouTube Indonesia Lawyers Club, Kamis (22/5/2025).

Rocky menjelaskan, dalam teori komunikasi, ada istilah terkait masyarakat yang gemar mengonsumsi tontonan dangkal. Teori itu, menurutnya, berasal dari kajian kritis yang dipengaruhi oleh pemikiran Marxisme, di mana ucapan dan visualisasi menjadi komoditas yang dijual ke publik.

Baca Juga:  Atasi Pengangguran di Jabar, Dedi Mulyadi Komitmen Berantas Percaloan Tenaga Kerja

“Visualisasi Jokowi sampai sekarang semua orang tau, orong-gorong, kesederhanaan, tapi visinya orang gak ingat, Dedi Mulyadi juga dimulai dengan problem yang sama, tadi yang mendukung bilang visualisasinya untuk memotong anggaran, tapi kalau orang politik mengukur visualisasi itu demi apa?”lanjutnya.

Lebih lanjut, Rocky mengkritisi aksi Dedi Mulyadi yang mengirim anak-anak ke barak militer sebagai bentuk disiplin. Ia menyebut metode itu dangkal karena justru mengabaikan esensi pendidikan, yakni mendorong anak untuk berpikir kritis dan kreatif.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Sebut Adab Budaya Sunda Ciptakan Harmoni Sosial

“Barak militer itu untuk mendisiplinkan tubuh, bukan pikiran. Anak itu nakal karena kreativitasnya tumbuh. Yang dibutuhkan adalah pedagogi, bukan demagogi. Pikiran tidak bisa didisiplinkan,” tegas Rocky.

Ia juga menyindir masyarakat yang dengan mudah terkesima oleh gimmick politik dan metode pendidikan yang dangkal. Menurutnya, publik hari ini lebih banyak menonton permukaan daripada menggali substansi.

Baca Juga:  Khawatir Polemik 'Bajingan' Dieksploitasi, Rocky Gerung: Saya Minta Maaf

“Kita ini sedang menonton kedangkalan, dan itu terjadi setiap hari. Coba renungkan, yang kita lihat sehari-hari bukan leader, tapi dealer. Orang yang tidak mampu mengucapkan sesuatu yang layak untuk dibantah. Padahal, seorang pemimpin sejati adalah mereka yang siap argumennya dibantah. Tapi sekarang, ketika dibantah malah dikira buzzer,” tutup Rocky.

Pernyataan Rocky Gerung ini kembali mengajak publik untuk lebih kritis dalam melihat kontestasi politik, tidak hanya terpaku pada pencitraan, tetapi menelaah lebih jauh visi, gagasan, dan komitmen nyata dari para pemimpin.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dangkal Dedi Mulyadi HL Mulyono Rocky Gerung visi visualisasi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

ASN

ASN Wajib Tahu! Salah Terima Gaji ke-13 Bisa Jadi Utang Negara

Upadate Kasus Dugaan Penculikan Bayi di RSHS Bandung, Perawat Diduga Langgar SOP

Aksi Koboi di Cianjur: Tembak Pemilik Toko Pakai Airsoft Gun Usai Ketahuan Nyelinap

Underpass Pasteur Masih Tahap Wacana, Pemprov Jabar Soroti Risiko Banjir dan Lahan

Fakta Baru Video Viral Batang: Pemeran Wanita Diduga Tak Tahu Aksinya Direkam Diam-diam dan Diduplikas

Resmi! Gaji Pensiunan PNS Mei 2026 Cair Tepat Waktu, Cek Detailnya

Terpopuler
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.