Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cari Tempat Bukber di Bandung? Ini 5 Pilihan Terbaik Ramadan Ini

Sabtu, 21 Februari 2026 04:00 WIB

Jadwal Imsakiyah Bandung Raya 21 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa

Sabtu, 21 Februari 2026 03:00 WIB

Disebut Pemeran Video Teh Pucuk dan KKN 17 Menit, Mahasiswi Ini Akhirnya Buka Suara

Sabtu, 21 Februari 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cari Tempat Bukber di Bandung? Ini 5 Pilihan Terbaik Ramadan Ini
  • Jadwal Imsakiyah Bandung Raya 21 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa
  • Disebut Pemeran Video Teh Pucuk dan KKN 17 Menit, Mahasiswi Ini Akhirnya Buka Suara
  • Cukup Jalan Kaki! Ini 5 Spot Wisata Hits Bandung Paling Dekat dari Stasiun
  • Sopir Angkot hingga Kusir Delman di Jabar Bakal Dapat Kompensasi Jika Libur Saat Mudik Lebaran 2026
  • Wajib Teken Materai! Syarat Baru Masuk Sekolah di Jabar: Dilarang Bawa Motor hingga Knalpot Brong
  • Bukan Pilih Kasih! Okie Agustina Bongkar Alasan Pilu di Balik ‘Insiden Kue’ Ultah Nasha Anaya
  • Bukan Vandalisme Biasa! Rahasia di Balik Mural ‘Dicari Penjaga Hutan Jabar’ yang Viral di Cianjur
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 21 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

EIGER Gelar Nobar Film ‘Matra Pantura’, Dokumenter Perjuangan Warga Selamatkan Desa dari Abrasi

By Aga GustianaSelasa, 15 Oktober 2024 16:16 WIB3 Mins Read
Pantai Pondok Bali. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata. id – Pantai Pondok Bali menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Subang. Terletak di Desa Mayangan, Kecamatan Legon Kulon, wisata ini menawarkan keindahan pesisir Pantura dengan daya magnetnya tersendiri.

Banyak dari para wisatawan mengunjungi tempat ini untuk menikmati pantai sembari memancing, atau sekadar menyantap masakan laut di restoran-restoran mungil, yang telah lama menjadi salah satu sumber ekonomi bagi warga di sana.

Namun, siapa sangka, di balik keindahannya itu menyimpan cerita perjuangan warga Mayangan untuk berjuang selamatkan rumah mereka dari dahsyatnya dampak abrasi.

Dulu desa ini dikenal sebagai desa tambak dengan kekayaan laut hasil ikan dan udang yang melimpah. Namun sudah sejak 20 tahun terakhir, Mayangan berubah drastis menjadi desa yang nyaris tenggelam akibat rob berkepanjangan.

Kepala Desa Mayangan Darto mengatakan, desanya telah kehilangan lebih dari setengah luasan wilayah desa tenggelam dihantam abrasi. “Ratusan hektar lahan tambak dan lahan warga, termasuk rumah dan beberapa bangunan lain, tenggelam karena abrasi dan banjir rob,” ungkap Darto.

Bahkan menurut Darto, Pulau Burung yang berada di sebelah barat Pantai Pondok Bali, dulunya pernah menjadi sebuah daratan yang menyatu. Namun kini, Pulau Burung terpisah sejauh lebih dari 1,5 kilometer dengan Pantai Pondok Bali. “Daratannya habis diterjang abrasi bertahun-tahun hingga hari ini,” cerita Darto.

Baca Juga:  Eksplor 5 Pantai Terbaik di Garut, Surga Tersembunyi untuk Liburan Keluarga

EIGER Adventure, brand penyedia perlengkapan luar ruang asal Bandung, sudah beberapa kali mampir menyambung silaturahminya dengan warga Mayangan. Beberapa bulan lalu, EIGER singgah ke Mayangan, bahu-membahu bersama warga menanam 10.000 bibit mangrove demi menghalau abrasi.

“Insiatif menanam mangrove di Mayangan telah menjadi gerakan bersama, dengan tujuan melindungi desa dari abrasi yang semakin parah. Berkolaborasi dengan Yayasan Wanadri, warga Mayangan juga membentuk kelompok Siaga Pesisir Utara (Siput), gabungan anak-anak muda desa yang bertugas melakukan monitor penanaman dan perawatan mangrove. Hingga edukasi membibit dan menanam mangrove untuk semua warga desa,” ungkap Darto.

Sabtu (12/10/2024) EIGER kembali singgah ke Mayangan, kali ini agendanya berbeda. EIGER mengajak ratusan warga Mayangan untuk hadir di acara nonton bareng (nobar) sebuah film dokumenter yang direkam EIGER secara khusus, menceritakan perjuangan warga Mayangan dalam menjaga desanya.

Baca Juga:  Tamparan Guru Memicu Amarah Orang Tua: Adu Mulut Sengit di Sekolah Subang

Mohammad Zakiy Zulkarnaen Brand Communication Strategist EIGER mengatakan, film dokumenter ini sengaja dibuat oleh EIGER untuk warga Mayangan. Merekam setiap upaya warga Mayangan dalam menanam, merawat dan menjaga hutan mangrove agar desa mereka tidak hilang dihantam abrasi.

“Kami beri judul film ini Matra Pantura. Dibuat oleh EIGER sebagai apresiasi sekaligus menunjukan perjuangan warga Mayangan dalam melestarikan mangrove. Kami akan membawa film ini ke beberapa festival film, juga akan melakukan agenda nonton bareng di berbagai kota lain. Harapannya jadi pemicu diskusi soal kompleksitas masalah di Pesisir Pantura dan menemukan solusinya,” ungkap Zakiy.

Lebih dari seratus warga datang merapat. Acara malam itu meriah sekali. Ada berbagai pedagang jajanan berjajar. Seluruh warga yang datang menonton bisa menukar kupon dengan jajanan gratis yang disiapkan EIGER. Film diputar kurang lebih selama 30 menit, ditutup dengan diskusi antar warga, dihadiri oleh Kepala Desa Mayangan, Sekretaris Desa, siswa sekolah, komunitas, juga sejumlah aparat desa dan kecamatan.

Baca Juga:  Istri Ngidam Air Minum Bekas Dedi Mulyadi, Suami Ini Datang dari Balikpapan ke Subang

“Film dokumenter yang indah dari EIGER. Mampu menunjukkan perjuangan warga Mayangan selama bertahun-tahun terakhir. Menularkan kepada siapapun fungsi dan manfaat mangrove, sebagai penopang keberlangsungan kehidupan masyarakat di pesisir pantai,” ucap Mansur, warga sekaligus perwakilan Yayasan Wanadri di Mayangan.

Komentar juga datang dari Abah Encai, salah satu toko masyarakat yang terlahir di Mayangan lebih dari 6 dekade silam. Abah mengatakan, film dokumenter “Mantra Pantura” mengajak siapapun untuk tetap tabah dan tangguh, juga terampil dan terus bergerak dalam mencegah bencana abrasi.

“Terima kasih EIGER. Film ini akan diingat sebagai salah satu cara kita mendokumentasikan upaya kebaikan, mempertahankan desa dan tanah kelahiran, agar generasi anak muda Mayangan kelak punya kehidupan yang lebih baik,” tutup Abah Encai.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Eiger pantai Pantura Subang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cari Tempat Bukber di Bandung? Ini 5 Pilihan Terbaik Ramadan Ini

Disebut Pemeran Video Teh Pucuk dan KKN 17 Menit, Mahasiswi Ini Akhirnya Buka Suara

The Great Asia Africa 2.0

Cukup Jalan Kaki! Ini 5 Spot Wisata Hits Bandung Paling Dekat dari Stasiun

Bukan Pilih Kasih! Okie Agustina Bongkar Alasan Pilu di Balik ‘Insiden Kue’ Ultah Nasha Anaya

Link Video Botol Golda No Sensor Ramai Diburu Netizen, Isinya Bikin Penasaran

Heboh! Video Teh Pucuk 17 Menit Viral, Ada Link Asli?

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral! Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor, Nonton Full Dimana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.