Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gemparkan Paris! Mengenal The Sacred Riana: Pesulap Indonesia Pertama yang Raih ‘Oscar Dunia Sulap’

Sabtu, 24 Oktober 2026 16:38 WIB

Garudayaksa vs Persib: Adu Taktik Skuad Mewah Ratusan Miliar di Pakansari

Sabtu, 24 Oktober 2026 16:01 WIB

Intip 5 Wisata Curug Hits di Kuningan, Ada yang Punya Pemandian Air Panas Alami!

Sabtu, 24 Oktober 2026 15:29 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gemparkan Paris! Mengenal The Sacred Riana: Pesulap Indonesia Pertama yang Raih ‘Oscar Dunia Sulap’
  • Garudayaksa vs Persib: Adu Taktik Skuad Mewah Ratusan Miliar di Pakansari
  • Intip 5 Wisata Curug Hits di Kuningan, Ada yang Punya Pemandian Air Panas Alami!
  • Darurat Karhutla Jawa Barat: Lebih dari 1.100 Hektare Lahan Hangus, Subang Jadi Wilayah Paling Parah!
  • Stop Sok Ngatur Hidup Orang! Petuah Berkelas Luna Maya di Tengah Kasus Juan Eve
  • Fakta Baru Kasus Dugaan Kekerasan Siswa SRT 1 Sumedang: Korban Sempat Kabur Hingga Minta Pulang
  • Heboh Sindiran ‘KING’ dari Bos Madura United Usai Tundukkan Persib Bandung
  • Kecanduan Judol Bikin Gelap Mata, Ayah di Bandung Tega Aniaya Anak hingga Tewas
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Usai Penertiban 978 Warung, Jalur Wisata Ciater Kehilangan Terang dan Rasa Aman

By Aga GustianaRabu, 13 Agustus 2025 09:18 WIB3 Mins Read
Ciater
Kondisi jalur wisata Ciater pada malam hari usai pembongkaran warung-warung. (Foto: Instagram)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sorotan lampu kendaraan kini menjadi satu-satunya penerang di Jalan Raya Subang, tepatnya di kawasan Ciater yang berbatasan dengan destinasi wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Sejak pembongkaran ratusan warung, suasana yang dulu ramai kini berubah sunyi dan gelap.

Warung-warung jagung rebus dan kopi yang biasa berjejer di tepi jalan sudah tak lagi terlihat. Tempat yang dulu menjadi persinggahan pengendara kini hanya menyisakan hamparan kebun teh tak produktif dengan latar Gunung Tangkuban Parahu yang berdiri kokoh.

Dampak Pembongkaran Warung

Bangunan semi permanen milik pedagang kecil itu dinyatakan ilegal karena berdiri di atas lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Pada Senin (11/8/2025), Satpol PP Jawa Barat dan Kabupaten Subang menurunkan alat berat untuk meruntuhkannya.

Kini, puing-puing bekas bangunan masih berserakan. Para pedagang yang telah puluhan tahun menggantungkan hidup di lokasi tersebut terpaksa angkat kaki, dan sebagian tidak diketahui keberadaannya.

Baca Juga:  Akui Beri Kesaksian Palsu, Saksi Dede Siap Dipenjara Gantikan 7 Terpidana Kasus Pembunuhan Eky dan Vina

Sebuah video yang diunggah akun Instagram @exploresubang memperlihatkan kondisi jalur Ciater pasca-pembongkaran. Malam hari, jalur tersebut tampak gelap tanpa penerangan, hanya disinari lampu dari kendaraan yang melintas.

Kekhawatiran Warga dan Pengendara

Kondisi ini memicu kekhawatiran warganet. Banyak yang mengungkapkan pengalaman pribadi di kolom komentar unggahan tersebut.

“Kmha wae poek kitu mah paur, penerangna kurang,” tulis seorang netizen.

“Paur we mun kempes ban atau mogok pararoek,” tambah komentar lainnya.

Baca Juga:  Ekonomi Terpukul, Anggaran Terbatas: Jawa Barat Hadapi Tahun Fiskal yang Berat

Seorang pengguna Instagram bahkan mengingat kembali pengalamannya saat mengalami ban bocor di dini hari.

“Jadi inget dulu pernah harus ke Bandung dari rumah jam 3 pagi. Terus ban motor bocor, untung ada warung jadi ada tempat nanya dan dianterin ke tambal ban terdekat. Ga kebayang klo sekarang ngalamin kejadian kayak gitu juga, mangkaning poek totoang hungkul,” tulisnya.

Bagian dari Penataan Kawasan Hijau

Sebelumnya, Pemprov Jabar memulai penataan kawasan hijau sejak Senin (11/8/2025) dengan membongkar total 978 bangunan liar di jalur wisata Ciater, Subang.

Penertiban meliputi 233 bangunan di Desa Ciater, 202 di Desa Cisaat, 113 di Desa Palasari, Kecamatan Ciater, serta 430 bangunan di Kecamatan Jalancagak. Sebagian besar bangunan tersebut merupakan warung kopi, penjual nanas, hingga tempat makan sederhana.

Baca Juga:  Meriah! West Java Festival 2024 Bakal Suguhkan Pertunjukan Bintang Papan Atas

Instruksi pembongkaran datang langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang menegaskan penataan diperlukan untuk mengembalikan fungsi jalur provinsi dan kawasan hijau.

Sudah Ada Teguran Sebelumnya

Kasi Tibumtranmas Satpoldam Kabupaten Subang, Anang Moch Widyawan, menjelaskan bahwa pihaknya sudah memberikan teguran sebelum pembongkaran dilakukan.

“Pedagang sudah diberi peringatan dan batas waktu. Namun, hingga tenggat berakhir, mereka tidak mematuhi aturan, sehingga pembongkaran terpaksa dilakukan,” jelas Anang.

Meski penertiban dilakukan untuk tujuan penataan, banyak warga menilai hilangnya warung juga berarti hilangnya rasa aman bagi pengendara yang melintasi jalur tersebut, terutama di malam hari.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ciater Dedi Mulyadi jawa barat Lembang Satpol PP Subang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Darurat Karhutla Jawa Barat: Lebih dari 1.100 Hektare Lahan Hangus, Subang Jadi Wilayah Paling Parah!

Fakta Baru Kasus Dugaan Kekerasan Siswa SRT 1 Sumedang: Korban Sempat Kabur Hingga Minta Pulang

Kecanduan Judol Bikin Gelap Mata, Ayah di Bandung Tega Aniaya Anak hingga Tewas

Bansos

BPNT Oktober 2026 Rp600 Ribu, Begini Cara Cek Penerimanya lewat HP

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cair Oktober-Desember! Begini Cara Cek Nama Penerima Bansos Tahap 4 2026

Kemacetan

Awas Macet! Sabtu-Minggu Ini Bandung Penuh Acara, Catat Jadwal dan Lokasinya

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.