bukamata.id – Kabar mengejutkan mengguncang industri musik tanah air. Pemain bass legendaris GIGI, Thomas Ramdhan, mendadak menjadi pusat perhatian setelah mengunggah rentetan pernyataan emosional di Instagram Story-nya. Isu hengkangnya musisi kelahiran 1967 ini pun langsung memanas di kalangan netizen.
Dalam unggahannya, Thomas memberikan isyarat kuat bahwa kebersamaannya dengan band yang telah ia gawangi selama puluhan tahun akan segera berakhir. Namun, yang paling mencuri perhatian adalah curahan hatinya mengenai kekecewaan mendalam terhadap seseorang yang ia anggap dekat.
“Terima kasih untuk perjalanan panjang ini, tapi ternyata ada teman baik yang justru menusuk dari belakang,” tulis Thomas dalam unggahan yang kini viral tersebut.
Menuju Tanggal Perpisahan: 25 April 2026?
Bukan sekadar luapan emosi, Thomas bahkan secara spesifik menyebutkan sebuah tanggal yang diduga menjadi hari terakhirnya sebagai anggota GIGI. Ia mengisyaratkan bahwa 25 April 2026 bakal menjadi penutup babak panjang kariernya bersama band asal Bandung tersebut.
Hingga saat ini, baik manajemen GIGI maupun personel lain seperti Armand Maulana, Dewa Budjana, dan Gusti Hendy belum memberikan klarifikasi resmi. Kondisi ini terasa sangat kontras bagi GIGI, yang selama ini dikenal sebagai salah satu band paling harmonis dan minim konflik sejak stabilitas formasi mereka di pertengahan era 2000-an.
Kehilangan Roh Bass Progresif
Jika Thomas benar-benar angkat kaki, ini akan menjadi kali kedua ia berpisah dengan GIGI setelah sempat keluar pada medio 90-an. Sosok Thomas bukan sekadar pembetot bass biasa; ia adalah nyawa dari dentuman progresif musik GIGI.
Selain aktif di band, Thomas dikenal sebagai komposer bertangan dingin. Salah satu karya monumentalnya adalah lagu “Kembalilah Kasih” yang dipopulerkan oleh Anggun C. Sasmi. Di masa lalu, ia juga sempat terlibat dalam proyek supergroup “The Lost Boys” bersama musisi besar lainnya seperti Pay dan Lilo.
Kilas Balik Filosofi ‘Gigi’
GIGI sendiri resmi berdiri pada 22 Maret 1994 dengan formasi awal Baron, Thomas, Ronald, Budjana, dan Armand. Uniknya, nama “GIGI” lahir dari momen lucu saat mereka sedang rapat mencari nama band.
Kala itu, Dewa Budjana sempat mengusulkan nama “Orang Utan”. Namun, perhatiannya teralih saat melihat gigi depan Ronald yang patah. Dari ketidaksengajaan itulah nama GIGI dipilih karena dianggap unik, singkat, dan menjadi simbol kekuatan.
Perjalanan GIGI memang tak selalu mulus. Setelah album pertama “Angan” (1994) kurang meledak, mereka bangkit lewat album “Dunia” (1995) yang terjual 400.000 kopi. Namun di puncak kesuksesan itulah, badai pergantian personel dimulai dengan keluarnya Baron yang disusul oleh Thomas.
Akankah sejarah berulang dan GIGI harus kehilangan sang pembetot bass sekali lagi? Para penggemar kini hanya bisa berharap isu ini hanyalah riak kecil yang bisa segera diredam secara internal.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










