Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Amanda Manopo Skandalin Suami! Sebut Fajar Sadboy Lebih Gentleman Dibanding Kenny Austin?

Selasa, 3 November 2026 15:34 WIB
Pajak

Uang Kita ke Mana? Menilik Pidato Hashim yang Jadikan Tukang Cukur hingga Warteg Target Pajak Baru

Selasa, 3 November 2026 15:16 WIB

Prediksi Line Up Melbourne Victory vs Persib: Kembalinya Marc Klok dan Formasi Tiga Bek Maung Bandung

Selasa, 3 November 2026 14:38 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Amanda Manopo Skandalin Suami! Sebut Fajar Sadboy Lebih Gentleman Dibanding Kenny Austin?
  • Uang Kita ke Mana? Menilik Pidato Hashim yang Jadikan Tukang Cukur hingga Warteg Target Pajak Baru
  • Prediksi Line Up Melbourne Victory vs Persib: Kembalinya Marc Klok dan Formasi Tiga Bek Maung Bandung
  • Bikin Turis Asing Terpikat, Ini 7 Surga Wisata Indonesia yang Tak Kalah Cantik dari Bali
  • Mengupas Makna Dibalik Lirik ‘Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit’ yang Buat Aviwkila Pilih Vakum Medsos
  • Intip Fantastisnya Penghasilan Nadia Omara usai Video KHW 400 Tembus Puluhan Juta Views!
  • Sinyal Bahaya Emiten Raffi-Nagita: Saham RANS Ambles Lebih dari 50 Persen!
  • I.League Cup 2026/2027 Kick Off Hari Ini: Cek Jadwal 6 Matchday Pertama dan Nasib Persib Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kembali Terjadi, Pengendara Trail Rusak Tanaman Endemik di Tahura Bandung

By Putri Mutia RahmanKamis, 22 Februari 2024 17:20 WIB2 Mins Read
Sekelompok pengendara motor trail diduga telah merusak tanaman endemik di kawasan hutan konservasi Taman Hutan Rakyat (Tahura) Bandung. (Instagram @TahuraDjuanda)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sekelompok pengendara motor trail diduga telah merusak tanaman endemik di kawasan hutan konservasi Taman Hutan Rakyat (Tahura) Ir H Djuanda Bandung.

Video kerusakan tanaman endemik tersebut  terungkap melalui sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @tahuradjuanda.official.

Dalam video tersebut, seorang pria menunjukkan kerusakan tanaman endemik di jalur motor trail. Ia menjelaskan bahwa kerusakan tersebut terjadi sepanjang satu kilometer dengan lebar dua meter.

“Ayo sobat Tahura mari kita jaga lingkungan agar keberadaan hutan dan keanekaragamannya kita lindungi untuk masa depan anak cucu kita. Salam konservasi!” kata pria dalam video tersebut.

Baca Juga:  Cerita Pilu Pedagang Es Kue Difitnah Pakai Spons, Ngaku Trauma Dihajar Oknum Aparat

Diketahui, adanya peristiwa ini menambah daftar kerusakan alam yang diakibatkan oleh aktivitas motor trail di kawasan konservasi. Sebelumnya, pada Maret 2023, para pengendara motor trail juga merusak kawasan hutan konservasi di Bumi Perkemahan Rancaupas, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, dan menyebabkan ratusan Bunga Rawa yang langka hancur.

Merespon hal tersebut, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Tahura Ir H Djuanda Bandung, Luthfi Erizka, membenarkan adanya kerusakan tanaman endemik akibat ulah pengendara motor trail. Kerusakan tersebut terletak di wilayah Baru Tunggul dengan panjang sekitar 300 meter.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Goda Politisi Malaysia Berparas Cantik, Candaan Lamaran Bikin Heboh

“Merusak keanekaragaman flora kurang lebih 300 meteran kanan dan kirinya tanaman yang baru ditanam dan sudah berumur sekian tahun itu pada patah dan rusak,” kata Luthfi Erizka kepada wartawan.

Luthfi menegaskan seharusnya lahan tersebut hanya diperuntukkan bagi akses jalan kaki warga dan tidak diperkenankan untuk aktivitas motor trail. Pihak Tahura pun telah memasang plang peringatan, namun tampaknya tidak diindahkan oleh para pengendara motor trail.

“Kami tidak pernah memberikan izin untuk event apapun masuk ke situ karena itu betul-betul dilindungi dan haram lah,” ujar dia.

Baca Juga:  Konflik Rumah Tangga Habib Bahar Memuncak: Dua Istri Bertarung di Ruang Publik

Dengan adanya kejadian ini, Luthfi menyatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan pengawasan dengan melibatkan masyarakat setempat dan menambah rambu peringatan di sekitar kawasan konservasi dan edukasi kepada masyarakat akan lebih digencarkan.

Pihaknya juga telah menjalin kerjasama dengan beberapa komunitas motor trail untuk membantu melestarikan hutan.

“Jadi kami sosialisasikan lagi bahwa ketika mereka akan masuk, mereka akan membaca plang bahwa ini adalah lahan konservasi yang tidak boleh dilalui oleh motor khususnya motor yang memang dianggap dapat merusak lahan konservasi ini,” tutur Luthfi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pajak

Uang Kita ke Mana? Menilik Pidato Hashim yang Jadikan Tukang Cukur hingga Warteg Target Pajak Baru

Sinyal Bahaya Emiten Raffi-Nagita: Saham RANS Ambles Lebih dari 50 Persen!

Penertiban 48 Bangli Bundaran Cibiru Bandung dan Jeritan Kompensasi Pedagang

Dilarang Nge-Vape di Area Kantor Polisi, Nekat Bakal Disanksi!

Ini Rincian Biaya Hidup Warga Jabar Biar Bisa Survive Sebulan Menurut BPS

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.