Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Game Free Fire

Kode Redeem FF Hari Ini 28 Agustus 2026, Segera Klaim Token SG2 dan Bundle Eksklusif Gratis

Jumat, 28 Agustus 2026 06:00 WIB

PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya

Jumat, 28 Agustus 2026 05:00 WIB

Persib Resmi Berhenti Berburu Pemain? Umuh Muchtar Ungkap Alasannya

Jumat, 28 Agustus 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kode Redeem FF Hari Ini 28 Agustus 2026, Segera Klaim Token SG2 dan Bundle Eksklusif Gratis
  • PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya
  • Persib Resmi Berhenti Berburu Pemain? Umuh Muchtar Ungkap Alasannya
  • BPNT Tahap 3 2026 Masih Cair! Cek Sekarang Pakai NIK KTP, Begini Caranya
  • Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini 28 Agustus 2026, Cairkan Ratusan Ribu Rupiah Lewat Link DANA Kaget Resmi
  • Kode Redeem FF Terbaru 28 Agustus 2026: Klaim Skin Weapon & Bundle Gratis Hari Ini
  • Kursi Wabup Ciamis Lebih Setahun Kosong, Demokrat Jabar Resmi Dorong Anjar Asmara
  • Bukan Sekadar Gaya, Ini Alasan Ariel Tatum Ganti Nama Legalnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 28 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Fenomena Sarjana Jadi Ojol, Data BPS Tunjukkan Gen Z Rentan Menganggur

By Aga GustianaSabtu, 13 September 2025 09:01 WIB3 Mins Read
Ribuan pencari kerja memadati acara bursa kerja yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi di Gedung Presiden University, Cikarang Utara, Selasa (27/5/2025). Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru kembali menyoroti tantangan besar dunia kerja di Indonesia. Data per Februari 2025 menunjukkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) masih didominasi oleh generasi muda, khususnya Gen Z, dengan angka mencapai 16 persen.

Menurut Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,28 juta orang atau sekitar 4,76 persen dari total angkatan kerja. Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja, lima di antaranya tidak memiliki pekerjaan.

Definisi pengangguran dalam Sakernas mencakup mereka yang aktif mencari kerja, menyiapkan usaha baru, sudah diterima bekerja tapi belum mulai, hingga mereka yang putus asa karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.

Gen Z Mendominasi Pengangguran Nasional

Rentang usia 15–24 tahun, yang sebagian besar masuk kategori Gen Z, menjadi penyumbang angka pengangguran tertinggi. Data Sakernas menyebutkan:

  • Usia 15–24 tahun: 16,16 persen
  • Usia 25–59 tahun: 3,04 persen
  • Usia 60 tahun ke atas: 1,67 persen
Baca Juga:  Dukung Anies, Jusuf Kalla Sebut Indonesia Butuh Presiden Tangguh

Aliansi Ekonom Indonesia juga mengonfirmasi tren serupa. Vivi Alatas, perwakilan aliansi tersebut, menilai kondisi ini sebagai masalah serius.

“Pengangguran usia 15 sampai 24 tahun selama 2016–2024 selalu di atas 15%. Angka ini tiga kali lebih besar dibanding kelompok usia dewasa 25–34 tahun,” ujar Vivi dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (13/9/2025).

Lebih mengkhawatirkan lagi, lebih dari 25 persen anak muda Indonesia disebut tidak produktif, baik karena tidak bekerja, tidak sekolah, maupun tidak mengikuti pelatihan. Kondisi ini, menurut Vivi, terutama banyak dialami oleh perempuan muda.

Lulusan SMK hingga Sarjana Sulit Terserap Pasar Kerja

Berdasarkan tingkat pendidikan terakhir, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menempati posisi tertinggi dalam angka pengangguran, yaitu 8 persen. Disusul SMA 6,35 persen, serta diploma dan sarjana 6,23 persen.

Baca Juga:  Setelah Gen Z dan Alpha, Era Generasi Beta Dimulai!

Berikut rincian TPT menurut tingkat pendidikan per Februari 2025:

  • SMK: 8 persen
  • SMA: 6,35 persen
  • Diploma IV/S1/S2/S3: 6,23 persen
  • Diploma I/II/III: 4,84 persen
  • SMP: 4,35 persen
  • SD ke bawah: 2,32 persen

Angka tersebut menunjukkan, semakin tinggi pendidikan, tidak serta-merta menjamin peluang kerja yang lebih baik.

Jusuf Kalla: Banyak Sarjana Jadi Ojol

Fenomena ini selaras dengan pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK). Saat memberikan sambutan dalam acara wisuda Universitas Indonesia (UI) pada 11 September 2025, JK menyinggung realitas pahit lulusan perguruan tinggi di Indonesia.

“Jangan menjadi beban masyarakat dengan menganggur. Walaupun saya tahu banyak sarjana sekarang ini yang menjadi pengemudi ojol. Walaupun itu mungkin kelihatannya tidak terlalu tinggi. Tapi dia hidup karena itu,” kata JK.

Baca Juga:  Atasi Pengangguran, Prabowo-Gibran Kawinkan Industri, Ketenagakerjaan dengan Pendidikan

Menurutnya, kondisi pasar kerja saat ini jauh lebih sulit dibanding masa lalu. Pemerintah juga membatasi rekrutmen Pegawai Negeri Sipil (PNS), sementara dunia usaha cenderung stagnan meskipun ada sektor yang berkembang.

“Bekerja sesuai profesi memang pada keadaan ekonomi bangsa seperti ini tidaklah mudah. Ini tantangan yang harus dihadapi semua lulusan,” ujarnya.

JK menekankan pentingnya kreativitas dan kemampuan membaca peluang. Ia bahkan mencontohkan sosok Chairul Tanjung, alumnus UI yang sukses menjadi pengusaha besar dengan modal logika, keterampilan, dan keberanian mengambil risiko.

“Jangan khawatir lurus pada jurusan, tapi lurus pada logika dan kemampuan anda. Itu modal besar,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPS Gen Z Jusuf Kalla Pengangguran
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya

Bansos

BPNT Tahap 3 2026 Masih Cair! Cek Sekarang Pakai NIK KTP, Begini Caranya

Kursi Wabup Ciamis Lebih Setahun Kosong, Demokrat Jabar Resmi Dorong Anjar Asmara

Tabuh Bedug di Jombang, Prabowo Resmi Buka Muktamar ke-35 NU

Madinah Disergap Badai Debu! Pelataran Masjid Nabawi Mendadak Mencekam

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Desil Bansos Berubah? Cek Sekarang Lewat HP, Ini Cara Tahu Masih Dapat Bansos atau Tidak

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
  • Game Free Fire
    Kumpulan Kode Redeem FF 22 Agustus 2026: Klaim Token, SG2, dan Skin Bundle Gratis Sekarang!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.