Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

5 Wisata Kuliner Malam Cirebon 2026, Wajib Coba Empal Gentong!

Selasa, 20 Oktober 2026 03:00 WIB

Pencairan Bansos Tahap 4 Bertahap! Begini Cara Cek PKH & BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP

Selasa, 20 Oktober 2026 01:00 WIB

Eropa Membara! Berawal dari Aksi Pelajar Prancis, Gelombang Unjuk Rasa Meluas Hingga Bentrokan di 6 Negara

Senin, 19 Oktober 2026 23:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 5 Wisata Kuliner Malam Cirebon 2026, Wajib Coba Empal Gentong!
  • Pencairan Bansos Tahap 4 Bertahap! Begini Cara Cek PKH & BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP
  • Eropa Membara! Berawal dari Aksi Pelajar Prancis, Gelombang Unjuk Rasa Meluas Hingga Bentrokan di 6 Negara
  • Jelang Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Disdik Jabar Tebar Ancaman Sanksi Bagi Pelajar yang Nekat Ikut Aksi
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • French Open 2026 Dibayangi Kericuhan Paris, Tim Bulu Tangkis Indonesia Tetap Fokus
  • Tampil Gemilang Lawan Persik, Fitrah Maulana Ungkap Persaingan dengan Teja Paku Alam
  • Misteri Perempuan Hilang di Kaki Gunung Burangrang, Ditemukan Luka di Kepala hingga Kaki
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 20 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Fenomena Sarjana Jadi Ojol, Data BPS Tunjukkan Gen Z Rentan Menganggur

By Aga GustianaSabtu, 13 September 2025 09:01 WIB3 Mins Read
Ribuan pencari kerja memadati acara bursa kerja yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi di Gedung Presiden University, Cikarang Utara, Selasa (27/5/2025). Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru kembali menyoroti tantangan besar dunia kerja di Indonesia. Data per Februari 2025 menunjukkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) masih didominasi oleh generasi muda, khususnya Gen Z, dengan angka mencapai 16 persen.

Menurut Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,28 juta orang atau sekitar 4,76 persen dari total angkatan kerja. Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja, lima di antaranya tidak memiliki pekerjaan.

Definisi pengangguran dalam Sakernas mencakup mereka yang aktif mencari kerja, menyiapkan usaha baru, sudah diterima bekerja tapi belum mulai, hingga mereka yang putus asa karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.

Gen Z Mendominasi Pengangguran Nasional

Rentang usia 15–24 tahun, yang sebagian besar masuk kategori Gen Z, menjadi penyumbang angka pengangguran tertinggi. Data Sakernas menyebutkan:

  • Usia 15–24 tahun: 16,16 persen
  • Usia 25–59 tahun: 3,04 persen
  • Usia 60 tahun ke atas: 1,67 persen
Baca Juga:  Kota Bandung Menggaet Gen Z dan Milenial Sebagai Panitia Pemilu

Aliansi Ekonom Indonesia juga mengonfirmasi tren serupa. Vivi Alatas, perwakilan aliansi tersebut, menilai kondisi ini sebagai masalah serius.

“Pengangguran usia 15 sampai 24 tahun selama 2016–2024 selalu di atas 15%. Angka ini tiga kali lebih besar dibanding kelompok usia dewasa 25–34 tahun,” ujar Vivi dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (13/9/2025).

Lebih mengkhawatirkan lagi, lebih dari 25 persen anak muda Indonesia disebut tidak produktif, baik karena tidak bekerja, tidak sekolah, maupun tidak mengikuti pelatihan. Kondisi ini, menurut Vivi, terutama banyak dialami oleh perempuan muda.

Lulusan SMK hingga Sarjana Sulit Terserap Pasar Kerja

Berdasarkan tingkat pendidikan terakhir, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menempati posisi tertinggi dalam angka pengangguran, yaitu 8 persen. Disusul SMA 6,35 persen, serta diploma dan sarjana 6,23 persen.

Baca Juga:  Mending Pengangguran Daripada Kerja di Kandang? Ironi Pahit Pamitnya Peternakan Terbaik Dago Dairy!

Berikut rincian TPT menurut tingkat pendidikan per Februari 2025:

  • SMK: 8 persen
  • SMA: 6,35 persen
  • Diploma IV/S1/S2/S3: 6,23 persen
  • Diploma I/II/III: 4,84 persen
  • SMP: 4,35 persen
  • SD ke bawah: 2,32 persen

Angka tersebut menunjukkan, semakin tinggi pendidikan, tidak serta-merta menjamin peluang kerja yang lebih baik.

Jusuf Kalla: Banyak Sarjana Jadi Ojol

Fenomena ini selaras dengan pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK). Saat memberikan sambutan dalam acara wisuda Universitas Indonesia (UI) pada 11 September 2025, JK menyinggung realitas pahit lulusan perguruan tinggi di Indonesia.

“Jangan menjadi beban masyarakat dengan menganggur. Walaupun saya tahu banyak sarjana sekarang ini yang menjadi pengemudi ojol. Walaupun itu mungkin kelihatannya tidak terlalu tinggi. Tapi dia hidup karena itu,” kata JK.

Baca Juga:  Fenomena Kalcer: Tempat Nongkrong Anak Gen Z di Bandung dengan Vibes Artisan

Menurutnya, kondisi pasar kerja saat ini jauh lebih sulit dibanding masa lalu. Pemerintah juga membatasi rekrutmen Pegawai Negeri Sipil (PNS), sementara dunia usaha cenderung stagnan meskipun ada sektor yang berkembang.

“Bekerja sesuai profesi memang pada keadaan ekonomi bangsa seperti ini tidaklah mudah. Ini tantangan yang harus dihadapi semua lulusan,” ujarnya.

JK menekankan pentingnya kreativitas dan kemampuan membaca peluang. Ia bahkan mencontohkan sosok Chairul Tanjung, alumnus UI yang sukses menjadi pengusaha besar dengan modal logika, keterampilan, dan keberanian mengambil risiko.

“Jangan khawatir lurus pada jurusan, tapi lurus pada logika dan kemampuan anda. Itu modal besar,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPS Gen Z Jusuf Kalla Pengangguran
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Eropa Membara! Berawal dari Aksi Pelajar Prancis, Gelombang Unjuk Rasa Meluas Hingga Bentrokan di 6 Negara

Demo Jakarta

Jelang Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Disdik Jabar Tebar Ancaman Sanksi Bagi Pelajar yang Nekat Ikut Aksi

Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat

Misteri Perempuan Hilang di Kaki Gunung Burangrang, Ditemukan Luka di Kepala hingga Kaki

Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur

Iseng Masukkan Jari Kelingking ke Lubang Kursi, Siswa di Bandung Minta Bantuan Damkar

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
  • Ironi Gubernur Konten: Pamer Aduan di Medsos, Tapi Gagap Saat Diadang Warga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.