Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Game Free Fire

Gas Keun! Kode Redeem FF Terbaru 28 Juni 2026, Klaim Token SG2 dan Bundle Keren Gratis Sebelum Hangus

Minggu, 28 Juni 2026 06:00 WIB

Update Hari Ini! Kode Redeem Genshin Impact 28 Juni 2026, Buruan Klaim Primogems Gratis Sebelum Hangus

Minggu, 28 Juni 2026 02:00 WIB

Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Siaran Langsung TVRI Laga Penentu Nasib Argentina, Inggris, dan Portugal

Minggu, 28 Juni 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gas Keun! Kode Redeem FF Terbaru 28 Juni 2026, Klaim Token SG2 dan Bundle Keren Gratis Sebelum Hangus
  • Update Hari Ini! Kode Redeem Genshin Impact 28 Juni 2026, Buruan Klaim Primogems Gratis Sebelum Hangus
  • Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Siaran Langsung TVRI Laga Penentu Nasib Argentina, Inggris, dan Portugal
  • Proyek Rahasia Skuad Garuda: John Herdman Kantongi 16 Nama Pemain Diaspora Baru untuk Timnas Indonesia
  • Bukan El Nino, Studi Ungkap Biang Kerok Utama yang Bikin Eropa Membara hingga 44 Derajat Celsius
  • Dua Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Alarm Bahaya ‘The Big One’ di San Andreas Kini Berstatus Kritis
  • Siap-siap Begadang! Ini Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia Minggu 28 Juni 2026 di TVRI
  • Blunder Fatal? Niat Membantah, Anggota Dewan Malah Akui Bentak Dokter Icha
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 28 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ferry Irwandi Bongkar Kesalahan Pemerintah di Balik Demo Ricuh

By Aga GustianaRabu, 3 September 2025 13:41 WIB4 Mins Read
Ferry Irwandi
Ferry Irwandi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Aktivis dan pegiat media sosial, Ferry Irwandi, menyoroti sikap pemerintah yang dinilainya terlalu fokus menuding pihak-pihak tertentu sebagai dalang di balik kericuhan demo yang terjadi di berbagai daerah dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Ferry, pemerintah belum menuntaskan akar masalah yang menjadi penyebab munculnya aksi massa dan demonstrasi yang terus terjadi.

“Kalau kita bicara silogisme, semua pihak bisa, semua kemungkinan bisa. Tapi kalau pemerintahnya berjalan dengan baik, ini semua gak akan terjadi,” ujar Ferry saat hadir di program Rakyat Bersuara bertajuk Aksi Massa, Siapa Berada di Baliknya? di iNews, Selasa (2/9/2025).

Ferry menekankan bahwa demonstrasi besar tidak akan terjadi jika pemerintah menjalankan fungsinya dengan tepat. Dia menilai pemerintah keliru dalam mengidentifikasi inti persoalan dari kericuhan yang terjadi.

Ferry juga menyinggung naiknya tunjangan anggota DPR di tengah masyarakat yang kesulitan mencari pekerjaan.

“Identify problemnya bukan kausalitas dari situ, kenapa anggota DPR merespons seperti itu? Kenapa aparat represif? Kenapa kebijakan publik seperti ini? Kenapa ketika daya beli menurun, orang-orang sulit mencari pekerjaan, anggota DPR harus naik tunjangannya?” tuturnya.

Baca Juga:  Polisi Sebut Mahasiswa yang Akhiri Hidup di Kamar Kost Diduga Alami Depresi

Ia menyesalkan pemerintah lebih memusatkan perhatian pada siapa yang turun ke jalan, alih-alih menuntaskan masalah yang memicu aksi massa.

“Kenapa bukan itu yang dibahas gitu lho? Kenapa yang dibahas selalu adik-adik mahasiswa ini? Kenapa selalu dibilang, ‘Oh ini aksi2 terorisme, makar,’ penjahatnya bukan kami, Pak,” kata Ferry.

“Emang kita gak mau hidup tenang? Hidup damai? Banyak orang yang mau kerja,” tambahnya.

Ferry juga menganalisis penyebab aksi massa yang belakangan berubah ricuh. Ia menilai ada dua faktor utama: tindakan aparat di lapangan dan perilaku massa.

“Kalau kita bicara penyebab, ada dua hal. Pertama tindakan aparat, kedua perilaku massa. Ini yang harus kita baca secara hati-hati,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa aksi yang berlangsung sejak 25 Agustus telah menelan korban jiwa.

“Sejak tanggal 25 sampai sekarang, ada sembilan orang meninggal. Itu bukan sekadar angka, itu nyawa manusia. Ada luka yang tidak akan pernah hilang bagi keluarga mereka,” ungkap Ferry.

Ferry menyoroti insiden di Bandung, di mana gas air mata ditembakkan hingga masuk ke dalam kampus. Menurutnya, tindakan tersebut jelas keliru.

Baca Juga:  Pemerintah AS Shutdown Ketiga di Era Trump, Begini Dampak Besarnya!

“Apa pun alasannya, penembakan gas air mata ke dalam kampus tidak bisa dibenarkan. Kampus adalah ruang akademik, bukan arena perang,” tegas Ferry.

Meski mengakui adanya perilaku brutal dari sebagian massa, ia membedakan antara mereka dengan mahasiswa yang membawa aspirasi jelas.

“Kita tidak bisa menyamakan semuanya. Ada mahasiswa yang menyampaikan tuntutan, dan ada juga massa yang berbuat anarkis. Itu dua hal berbeda,” ujarnya.

Ferry menekankan pentingnya membaca situasi secara tepat agar kebijakan pemerintah tidak salah arah.

“Kalau masalah dasarnya salah dibaca, maka penyelesaiannya juga akan melenceng. Ini yang harus hati-hati, karena menyangkut kepercayaan publik dan nyawa orang,” tambahnya.

Pencegahan Status Darurat Militer

Sebelumnya, Ferry mengaku menjadi sasaran teror sejumlah akun anonim karena dianggap menggagalkan rencana pemerintah memberlakukan status darurat militer saat terjadi kericuhan pada Minggu (31/8/2025).

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Ferry menyebut nomor ponsel dan keluarganya disebarkan oleh akun provokator.

“Nomor pribadi saya ditempel di akun-akun provokator yang tidak terima rencananya digagalkan. Mereka juga menyebarkan nomor keluarga untuk melakukan teror,” ujarnya, dikutip Senin (1/9/2025).

Ferry menduga serangan itu terkait posisinya yang dianggap menghalangi penerapan darurat militer.

Baca Juga:  Siap-Siap, Mulai Juli 2024 Pemerintah Pindahkan Ribuan ASN ke IKN

“Kemudian, saya dianggap membuka jaringan provokasi dan sumber kerusuhan,” katanya.

Ia menekankan, pencegahan status darurat militer bisa tercapai berkat kesadaran publik dalam menolak narasi provokatif.

“Darurat militer hari ini bisa kita cegah. Terima kasih atas kerja keras dan kerja sama teman-teman semua,” ujarnya.

Di tengah eskalasi demonstrasi di Jakarta dan berbagai daerah, aksi massa dipicu meninggalnya driver ojek online, Affan Kurniawan, di Pejompongan, Jakarta Pusat.

Ferry memastikan bahwa intimidasi yang diterimanya tidak membuatnya gentar.

“Ini sama sekali tidak membuat saya gentar justru makin mempertegas bahwa kita berada di jalan yang benar,” tegasnya.

Ia mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta menjaga persatuan.

“Jangan saling terprovokasi. Kita harus tetap solid, saling jaga, saling bantu, dan terorganisir. Kepala harus dingin dan tinju kita ke atas bukan ke samping,” tutup Ferry.

Catatan Redaksi:
Menyuarakan pendapat adalah hak konstitusional setiap warga negara. Tetapi hak itu harus disalurkan melalui cara yang bermartabat, tanpa kekerasan, tanpa provokasi, dan tanpa tindakan yang merugikan masyarakat luas. #DemokrasiDamai #PersatuanUntukIndonesia #RawatIndonesia

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

aksi massa darurat militer demo ricuh dpr Ferry Irwandi kerusuhan mahasiswa pemerintah Tunjangan DPR
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan El Nino, Studi Ungkap Biang Kerok Utama yang Bikin Eropa Membara hingga 44 Derajat Celsius

Ilustrasi gempa

Dua Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Alarm Bahaya ‘The Big One’ di San Andreas Kini Berstatus Kritis

Blunder Fatal? Niat Membantah, Anggota Dewan Malah Akui Bentak Dokter Icha

Mau Jaga Toko atau Ikut Perang? Tragedi Latihan Militer Koperasi Desa, 5 Nyawa Jadi Korban!

Gunakan Besi hingga Rokok, Taufik Hidayat Lampiaskan Amarah ke YTR Gegara Cemburu dan Stres Kerja

Lari ke Berbagai Daerah demi Kelabuhi Petugas, Taufik Hidayat Sempat Menggelandang dan Tidur di SPBU

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.