Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Misteri Poster Munaslub Golkar 29 November: Siapa ‘Gank Solo’ & Komprador di Balik Layar?

Sabtu, 7 November 2026 15:57 WIB

Link Video Viral Durasi 9 Menit 48 Detik Jadi Buruan Netizen, Karyawan HWI Jepara Terseret?

Sabtu, 7 November 2026 13:30 WIB
BSU cair

Gaji di Atas Rp3,5 Juta Masih Bisa Dapat BSU 2026? Cek Ketentuan UMK dan Syarat Lengkapnya!

Sabtu, 7 November 2026 13:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Misteri Poster Munaslub Golkar 29 November: Siapa ‘Gank Solo’ & Komprador di Balik Layar?
  • Link Video Viral Durasi 9 Menit 48 Detik Jadi Buruan Netizen, Karyawan HWI Jepara Terseret?
  • Gaji di Atas Rp3,5 Juta Masih Bisa Dapat BSU 2026? Cek Ketentuan UMK dan Syarat Lengkapnya!
  • Daftar Tim Lolos 16 Besar ACL 2: Persib Bandung Bersanding dengan Raksasa Asia
  • Viral Video Camat Injak Punggung Pria Demi Seberangi Kubangan, Pemkab Buka Suara!
  • Tragedi Ngaliwet di Garut: Cuma Gegara Sambal Asin, Paman Tega Tikam Keponakan Hingga Tewas
  • Larangan Spanduk Karhutla Berujung Hujatan! Klarifikasi Mentah, Oki Rengga Dituding Star Syndrome dan Jumawa!
  • Bencana Beneran Dianggap Arena Bermain? Ria Ricis Diamuk Warganet!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 7 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Garut Dikepung Api! Gunung Cikuray dan Guntur Terbakar Bersamaan, Ada 6 Titik Api

By SusanaMinggu, 6 September 2026 19:33 WIB4 Mins Read
Karhutla. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda dua kawasan gunung di Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Sabtu (5/9/2026). Kebakaran terjadi di kawasan Gunung Cikuray dan Gunung Guntur dengan luas lahan yang terbakar mencapai beberapa hektare.

Kondisi musim kemarau membuat vegetasi di kawasan tersebut mengering sehingga api berpotensi lebih cepat merambat. Selain itu, medan yang sulit menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam melakukan pemadaman.

Di kawasan Gunung Cikuray, kebakaran terjadi di lahan milik Perhutani CDK 5 yang berada di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang.

Titik api diketahui sekitar pukul 19.00 WIB setelah perangkat Desa Giriawas melaporkan kobaran api yang terlihat dari kejauhan di bawah kaki Gunung Cikuray.

Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Cikajang AKP Patri Arsono bersama personel Polsek Cikajang langsung melakukan pengecekan.

Petugas kemudian berkoordinasi dengan KRPH Perhutani Cikajang untuk mengetahui akses dan jalur yang dapat dilalui menuju lokasi kebakaran.

Kapolsek bersama unsur Forkopimcam, staf Dinas Kehutanan, Perhutani, serta sejumlah unsur terkait selanjutnya bergerak menuju kawasan yang terbakar.

Namun, upaya mencapai titik api terkendala medan yang berat, minimnya penerangan dan faktor keselamatan karena kebakaran terjadi pada malam hari.

Api Gunung Cikuray Berhasil Dilokalisir

Patri mengatakan, petugas akhirnya melakukan pemantauan dari lokasi yang berada di bawah kaki Gunung Cikuray.

Berdasarkan informasi dari Perhutani, perjalanan dari titik pemantauan menuju lokasi kebakaran masih membutuhkan waktu sekitar dua jam dengan kondisi medan yang cukup berat dan berisiko.

“Tim akhirnya melakukan pemantauan dari bawah kaki Gunung Cikuray. Berdasarkan informasi dari pihak Perhutani, perjalanan dari lokasi pemantauan menuju titik api masih membutuhkan waktu sekitar dua jam dengan medan yang cukup berat dan berisiko,” ujar Patri.

Dengan mempertimbangkan keselamatan personel, petugas memutuskan tidak meneruskan perjalanan hingga titik api.

Pemantauan tetap dilakukan dari lokasi yang dinilai aman. Sementara itu, petugas kehutanan dan Perhutani melakukan upaya pelokalisiran agar api tidak semakin meluas.

Sekitar pukul 22.00 WIB, kebakaran di kawasan Gunung Cikuray dilaporkan berhasil dilokalisir.

Petugas membuat batas di sekitar sisi api menggunakan tanah untuk mencegah kobaran menjalar ke area lain.

Patri memperkirakan luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar lima hektare.

Hingga pemantauan terakhir, tidak terlihat lagi titik api dari kejauhan. Kondisi wilayah Kecamatan Cikajang juga dinyatakan kondusif.

“Begitu menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan Perhutani dan Dinas Kehutanan untuk mengetahui akses menuju lokasi. Karena kondisi medan cukup berat dan faktor keselamatan, pemantauan dilakukan dari lokasi yang aman, sementara petugas kehutanan dan Perhutani melakukan upaya pelokalisiran api,” kata Patri saat ditemui awak media, Minggu (6/9/2026).

Enam Titik Kebakaran di Kaki Gunung Guntur

Kebakaran juga terjadi di kawasan kaki Gunung Guntur, Kecamatan Tarogong Kaler, pada hari yang sama.

Pada Sabtu petang, kobaran api masih terlihat dari jarak beberapa kilometer. Kepulan asap juga tampak membubung dari kawasan gunung tersebut.

Kasi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adi mengatakan, sedikitnya terdapat enam titik kebakaran di kawasan kaki Gunung Guntur.

Keenam titik tersebut berada di Blok Cilopang, Cijolang, Cisakti, Kandang Sapi, Sanghiang Paniisan, dan Cekdam.

Mayoritas area yang terbakar merupakan lahan gambut yang ditumbuhi pepohonan dan ilalang.

Proses pemadaman di kawasan Gunung Guntur juga menghadapi kendala medan. Akses jalan yang sulit membuat kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau sejumlah titik api.

Akibatnya, pemadaman dilakukan secara manual oleh personel gabungan bersama relawan dan warga setempat.

Penanganan terutama difokuskan pada titik-titik yang lokasinya berdekatan dengan permukiman warga.

Vegetasi Kering Picu Api Cepat Merambat

Susilo mengatakan, kondisi vegetasi berupa semak dan ilalang yang mengering selama musim kemarau menjadi salah satu faktor yang membuat api berpotensi cepat merambat.

Meski demikian, penyebab pasti kebakaran di kawasan Gunung Cikuray maupun Gunung Guntur masih dalam proses pendalaman.

“Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada musim kemarau. Jangan melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran dan segera laporkan kepada petugas apabila menemukan adanya titik api,” kata Adi.

Kebakaran di dua kawasan gunung tersebut menjadi perhatian karena kondisi kemarau membuat vegetasi lebih mudah terbakar.

Selain berpotensi meluas, karakteristik kawasan pegunungan juga membuat proses pemadaman tidak mudah. Medan yang terjal dan akses terbatas menyebabkan kendaraan pemadam tidak selalu dapat mendekati titik api.

Karena itu, masyarakat yang berada di sekitar Gunung Cikuray dan Gunung Guntur diminta meningkatkan kewaspadaan.

Warga juga diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk menyalakan api di sekitar kawasan hutan dan lahan kering.

Apabila menemukan titik api maupun kepulan asap dari kawasan hutan dan lahan, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Dengan kondisi musim kemarau yang masih berlangsung, deteksi dini menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah karhutla di Garut meluas dan mengancam kawasan hutan maupun permukiman di sekitarnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

karhutla Garut kebakaran Garut 2026 kebakaran Gunung Cikuray kebakaran Gunung Guntur kebakaran hutan Garut kebakaran lahan Garut
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri Poster Munaslub Golkar 29 November: Siapa ‘Gank Solo’ & Komprador di Balik Layar?

Viral Video Camat Injak Punggung Pria Demi Seberangi Kubangan, Pemkab Buka Suara!

Tragedi Ngaliwet di Garut: Cuma Gegara Sambal Asin, Paman Tega Tikam Keponakan Hingga Tewas

Dari Pengarah Hingga Hapus Bukti: Ini Peran 4 Jenderal Polri di Kasus Penyadapan Ilegal

Tudingan Dokter Tifa Soal Jokowi Ambil Map Ijazah di Lantai Ruang Sidang, Demi Simpati?

Gelar Aksi di DPRD Jabar, BEM Nusantara Bandung Soroti Pengawasan MBG hingga Kasus Karhutla

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ramai Dicari Netizen! Terbongkar Kebenaran Isu Link Video Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Lagi Dicari Netizen, Terungkap Isi Sebenarnya di Balik Video Viral Egar dan Fina Asal Banyuwangi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.