bukamata.id – Kebakaran lahan dan hutan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam sehari. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) KBB mencatat 15 kejadian kebakaran lahan pada Sabtu (5/9/2026).
Belasan kebakaran tersebut terjadi secara beruntun sejak pagi hingga menjelang tengah malam. Kondisi cuaca yang kering serta banyaknya tumpukan sampah dan alang-alang kering disebut menjadi salah satu faktor yang membuat api mudah menyala dan cepat meluas.
Kepala Disdamkarmat KBB Siti Aminah Ansoriah mengatakan, selain menangani 15 kebakaran lahan, petugas juga melakukan tiga operasi penyelamatan pada hari yang sama.
“Sepanjang hari Sabtu kemarin, kami mencatat total ada 18 penanganan, yakni 15 kejadian kebakaran lahan dan 3 operasi penyelamatan di wilayah Kabupaten Bandung Barat,” ujar Siti saat dikonfirmasi, Minggu (6/9/2026).
Kebakaran Lahan KBB Dimulai dari Citatah
Rangkaian kebakaran lahan di KBB mulai dilaporkan sekitar pukul 08.00 WIB. Lokasinya berada di Kampung Bojong Honje RT 01/RW 15, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat.
Di lokasi tersebut, api membakar area alang-alang di kawasan Gunung Kapur dengan luas sekitar 250 meter persegi.
Memasuki siang hari, laporan kebakaran kembali bermunculan di sejumlah titik. Di Kecamatan Cisarua, kebakaran melanda lahan bambu di Jalan Ciuyah, Desa Padaasih, serta Jalan Jambudipa.
Api juga membakar tumpukan sampah dan alang-alang kering di Kampung Tipar Silih Asih, Desa Laksana Mekar, Kecamatan Padalarang. Kebakaran yang dilaporkan sekitar pukul 15.39 WIB itu menghanguskan area seluas kurang lebih 300 meter persegi.
Api Sempat Membakar Alang-alang di Dalam Tol
Kebakaran lahan juga terjadi di kawasan yang menjadi jalur transportasi penting. Pada pukul 13.55 WIB, petugas menangani kebakaran alang-alang di sekitar Tol KM 103.
Meski berada di area strategis, api dapat ditangani dalam waktu relatif singkat oleh petugas pemadam kebakaran.
Sementara itu, kebakaran juga terjadi di kawasan perbukitan Gunung Lalakon, Kampung Batu Gajah RT 01/RW 16, Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin.
Petugas membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam untuk melakukan penanganan di lokasi tersebut.
Kebakaran Terluas Capai 4 Hektare
Dari 15 kejadian yang ditangani, kebakaran dengan area terdampak paling luas terjadi pada malam hari.
Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Pangli RT 05/RW 07, Desa Cipanjalu, Kecamatan Ujungberung. Api membakar area pertanian, perkebunan, hingga kawasan hutan dengan luas sekitar 3 sampai 4 hektare.
Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 19.20 WIB. Luasnya area yang terbakar membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.
“Laporan masuk untuk kebakaran perkebunan dan hutan di Cipanjalu sekitar pukul 19.20 WIB. Penanganan memakan waktu cukup lama karena luasnya area yang terbakar,” kata Siti.
Rangkaian penanganan kebakaran baru berakhir menjelang tengah malam. Petugas terakhir menangani kebakaran tumpukan sampah dan alang-alang di Perumahan Permata Blok C1, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, sekitar pukul 23.10 WIB.
15 Lokasi Kebakaran Nihil Korban
Meski terjadi di banyak titik dengan intensitas tinggi, seluruh kejadian kebakaran lahan yang ditangani Disdamkarmat KBB dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
“Alhamdulillah dari seluruh 15 lokasi kejadian kebakaran tersebut, dilaporkan nihil korban jiwa maupun korban luka,” tegas Siti.
Disdamkarmat KBB mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan, terutama di dekat lahan kosong, perkebunan, maupun kawasan hutan.
Masyarakat juga diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan karena bara api dapat dengan mudah memicu kebakaran ketika mengenai rumput, alang-alang, atau material lain yang kering.
“Ini kan puncak kemarau, terutama di lahan kosong dan hutan untuk tidak menyalakan api atau sembarangan membuang puntung rokok. Kalaupun terpaksa dimohon untuk dipastikan sampai apinya betul-betul padam,” tandasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









