bukamata.id – Bilal Hasan kembali menjadi sorotan setelah memberikan jawaban tak terduga ketika ditanya mengenai sosok yang ingin ia hadapi dalam sebuah pertarungan. Petarung berdarah Indonesia yang baru saja mencatat kemenangan spektakuler di UFC itu secara spontan menyebut nama Benjamin Netanyahu.
Jawaban tersebut muncul dalam wawancara Bilal bersama reporter olahraga sekaligus kreator konten Jaiden Cable. Dalam sesi tersebut, Cable membacakan sejumlah pertanyaan dari netizen, termasuk pertanyaan mengenai siapa yang ingin dilawan Bilal jika ia bebas memilih siapa pun, baik orang yang masih hidup maupun sudah meninggal.
Bilal awalnya terlihat berpikir sejenak. Namun, setelah itu ia memberikan jawaban yang langsung membuat suasana wawancara berubah.
“Ini mungkin pertanyaan paling favorit buat saya sejauh ini,” kata Bilal.
Ia kemudian menyebut nama Benjamin Netanyahu.
“Kalau saya bisa bertarung dengan siapa saja. Mungkin Benjamin Netanyahu,” ujar Bilal.
Jawaban spontan tersebut membuat Jaiden Cable tampak terkejut, tertawa, dan mengusap wajahnya. Bilal kemudian melanjutkan dengan menyebut beberapa nama lain yang menurutnya menarik untuk sebuah pertarungan.
Bilal Hasan Sebut Netanyahu Saat Ditanya Sosok yang Ingin Dilawan
Pernyataan Bilal mengenai Netanyahu disampaikan ketika dirinya mendapat pertanyaan hipotetis dari netizen.
Pertanyaan tersebut pada dasarnya meminta Bilal memilih siapa saja yang ingin ia hadapi jika tidak ada batasan mengenai lawan, termasuk sosok yang sudah meninggal dunia.
Alih-alih langsung memilih petarung MMA, Bilal justru menyebut nama tokoh politik dan sejumlah figur terkenal.
Setelah menyebut Netanyahu, Bilal juga menyebut Jeffrey Epstein serta dua legenda musik Amerika Serikat, Elvis Presley dan Prince.
Bilal tidak memberikan penjelasan panjang mengenai alasan memilih nama-nama tersebut. Ketika ditanya lebih lanjut oleh Cable, ia hanya tersenyum dan mengatakan bahwa nama-nama itu merupakan sosok yang terlintas di pikirannya.
“Itu empat orang yang menarik,” timpal Cable.
“Ya, itu nama-nama yang lewat di kepala saya,” jawab Bilal sambil tertawa.
Dengan demikian, pernyataan tersebut muncul dalam konteks jawaban spontan dan hipotetis dalam sebuah wawancara, bukan pengumuman mengenai pertarungan nyata melawan Netanyahu.
Mengapa Jawaban Bilal Hasan Langsung Menarik Perhatian?
Nama Bilal Hasan sedang berada dalam sorotan setelah ia membuat debut mengesankan di panggung UFC.
Petarung berjuluk The Indo Ninja tersebut mengalahkan Nilson Rojas melalui KO pada UFC Fight Night 286 di Shanghai, China, 29 Agustus 2026.
Bilal menghentikan Rojas pada ronde kedua melalui kombinasi serangan yang membuat lawannya tidak mampu melanjutkan pertandingan.
Kemenangan tersebut memperpanjang rekor profesional Bilal menjadi 10-0. Lebih impresif lagi, delapan kemenangan dalam kariernya diraih melalui KO atau TKO.
Penampilan tersebut juga membuat Bilal mendapatkan bonus Performance of the Night sebesar 100 ribu dolar AS, yang nilainya sekitar Rp1,77 miliar.
Karena itu, setiap pernyataan Bilal setelah debut UFC kini mendapat perhatian lebih besar, termasuk ketika ia memberikan jawaban tidak biasa mengenai sosok yang ingin dilawannya.
Bilal Hasan Sebelumnya Punya Target Besar di UFC
Di luar pernyataannya mengenai Netanyahu, Bilal juga telah berbicara mengenai rencana kariernya di UFC.
Petarung berusia 25 tahun tersebut tidak ingin terburu-buru mengejar sabuk juara. Ia justru memperkirakan membutuhkan sekitar tujuh pertarungan untuk membangun jalannya menuju perebutan gelar.
Bilal berencana terlebih dahulu menghadapi dua atau tiga petarung di luar peringkat 15 besar. Setelah itu, ia ingin mendapatkan kesempatan menghadapi tiga petarung yang berada di jajaran peringkat.
Jika mampu melewati tahapan tersebut, barulah Bilal membidik pertarungan perebutan gelar.
Rencana itu menunjukkan bahwa di balik gaya bertarung agresifnya, Bilal memiliki target yang cukup terukur dalam membangun karier di UFC.
Dari DWCS hingga Debut UFC
Jalan Bilal Hasan menuju UFC juga berlangsung dengan cepat.
Sebelum tampil di panggung utama UFC, Bilal lebih dahulu berlaga di Dana White’s Contender Series (DWCS). Ia menghadapi Mridul Saikia dan hanya membutuhkan sekitar 45 detik untuk mengakhiri pertandingan melalui TKO.
Penampilan tersebut membuatnya mendapatkan kontrak UFC.
Hanya 18 hari setelah kemenangan tersebut, Bilal kembali masuk oktagon dan menghadapi Nilson Rojas. Ia kembali menang dengan KO.
Dua kemenangan dalam waktu kurang dari tiga pekan membuat nama Bilal semakin diperhitungkan.
Kini, selain performanya di dalam oktagon, pernyataan-pernyataan Bilal di luar arena juga mulai menjadi perhatian publik.
Bilal Hasan dan Sorotan Baru Setelah Debut UFC
Penyebutan nama Benjamin Netanyahu menjadi salah satu momen paling mencolok dalam wawancara Bilal setelah debutnya.
Namun, penting untuk melihat pernyataan tersebut sesuai konteksnya. Bilal sedang menjawab pertanyaan hipotetis mengenai sosok yang ingin ia lawan, sehingga tidak ada indikasi bahwa pertarungan dengan Netanyahu merupakan agenda nyata atau pertandingan yang sedang direncanakan.
Yang jelas, debut spektakuler Bilal di UFC telah membuat sorotan terhadap dirinya semakin besar.
Dengan rekor sempurna 10-0, delapan kemenangan KO/TKO, bonus Rp1,77 miliar, serta ambisi menapaki tujuh pertarungan menuju perebutan gelar, The Indo Ninja kini memiliki panggung yang jauh lebih besar untuk membuktikan kemampuannya.
Dan kali ini, bukan hanya pukulannya di oktagon yang menjadi perhatian. Jawaban Bilal Hasan yang menyebut Benjamin Netanyahu pun ikut menjadi perbincangan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










