Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Warga Ngeluh Status Desil Mendadak Naik, Mensos Janji Data Makin Akurat Dalam Dua Minggu

Sabtu, 5 September 2026 15:42 WIB

Tinggalkan Persib Bandung demi Menit Bermain, Igor Tolic Minta Saddil Buktikan Diri

Sabtu, 5 September 2026 15:30 WIB

Hadir di Bandung X Beauty 2026, Blood Kenalkan Pembalut Serat Jagung Alami Pertama di Dunia

Sabtu, 5 September 2026 14:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Warga Ngeluh Status Desil Mendadak Naik, Mensos Janji Data Makin Akurat Dalam Dua Minggu
  • Tinggalkan Persib Bandung demi Menit Bermain, Igor Tolic Minta Saddil Buktikan Diri
  • Hadir di Bandung X Beauty 2026, Blood Kenalkan Pembalut Serat Jagung Alami Pertama di Dunia
  • Plot Twist Terbaik! Dulu Ditinggal Narik Ojol, Sekarang Anak Kecil Ini Bawa Ayahnya ke Tempat Terindah
  • Waspada! Selain Kloset, 3 Celah Rumah Ini Paling Sering Jadi Pintu Masuk Ular
  • Penjelasan Lengkap Badan Geologi Soal Dentuman Misterius yang Getarkan Bandung dan Sekitarnya
  • Jadwal Super Padat Jadi Ancaman, Bos Persib Desak PSSI Evaluasi Kalender Liga
  • Dentuman Dini Hari Bandung & Raungan Krakatau: Rekam Jejak Monster Vulkanik hingga Firasat Tirta Siregar!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 5 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Warga Ngeluh Status Desil Mendadak Naik, Mensos Janji Data Makin Akurat Dalam Dua Minggu

By Aga GustianaSabtu, 5 September 2026 15:42 WIB2 Mins Read
Ilustrasi Desil Bansos. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gelombang keluhan masyarakat terkait ketidaksesuaian status desil pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) akhirnya mendapat respons langsung dari pemerintah. Banyak warga merasa gusar lantaran status kesejahteraan mereka mendadak melonjak naik di sistem pencatatan, padahal kenyataan hidup yang dialami masih dihimpit kesulitan ekonomi.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) membeberkan, kekacauan penetapan angka desil tersebut bersumber dari masuknya sekitar 12 juta entri data anyar kiriman BKKBN ke dalam basis data DTSEN Volume 3. Kendati demikian, ia menjamin kekeliruan itu telah ditata ulang lewat integrasi DTSEN Volume 3.1 rilis BPS.

Langkah penyelarasan dan pembaruan data intensif terus digencarkan pemerintah demi mewujudkan akurasi penerima sasaran. Mekanisme perbaikan ini menautkan beragam pasokan data pendukung, termasuk proses pengecekan ulang secara langsung di tingkat pemerintah daerah se-Indonesia.

“Baru masuk 12 juta data baru dari BKKBN yang belum dilakukan verifikasi dan validasi, sehingga loncat-loncat. Nah sekarang sudah distabilkan, dirapikan, diverifikasi dan validasi. Insyallah dalam waktu 1-2 minggu ke depan, data ini akan makin akurat,” kata Gus Ipul dalam keterangan resmi, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga:  Cek Bansos PKH Cair Bulan Ini, Modal HP dan NIK KTP

Mantan Wagub Jatim ini mengimbau publik untuk tetap tenang. Dirinya menggaransi bahwa pergeseran angka desil dalam sistem tidak akan langsung membumiharuskan hak warga dalam memperoleh skema bantuan sosial (bansos). Standar kepastian penerima manfaat tetap bertumpu pada keputusan final di tiap jadwal pencairan.

Baca Juga:  Bansos Juni 2026: Cara Cek Status Penerima dan Memahami Kategori Desil PKH-BPNT

“Tidak serta-merta orang yang sekarang desilnya berubah, itu otomatis dicoret (bansosnya). Karena masih menunggu penetapan pada awal bulan penyaluran. Misalnya sekarang ini kan ada lonjakan-lonjakan data, itu tidak otomatis (bansos) hilang, karena kan kita belum menyalurkan. Sementara untuk PBI itu setiap bulan sekali,” jelas Gus Ipul.

Melengkapi penjelasan Mensos, Andy Kurniawan selaku Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis, ikut meluruskan kerancuan pemahaman publik mengenai hakikat desil. Ia menegaskan, pemeringkatan desil bukanlah tolok ukur tunggal untuk melabeli tingkat kekayaan seseorang.

Baca Juga:  Pemerintah Salurkan Bansos Oktober 2025, Ini Syarat dan Mekanismenya

Pada dasarnya, desil merupakan instrumen pemeringkatan posisi relatif guna memetakan derajat kesejahteraan masyarakat dalam cakupan nasional. Sistem mengurutkan peringkat warga dari yang paling rentan hingga paling sejahtera, lalu mengelompokkannya ke dalam rentang 10 tingkatan.

“Desil itu bukan sertifikat kaya dan miskin. Desil tidak bisa disamakan secara ekuivalen dengan penghasilan. Desil 1 penghasilannya sekian atau desil 10 penghasilannya sekian, itu tidak bisa,” pungkas Andy.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bansos desil GusIpul Kemensos
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Penjelasan Lengkap Badan Geologi Soal Dentuman Misterius yang Getarkan Bandung dan Sekitarnya

Dentuman Dini Hari Bandung & Raungan Krakatau: Rekam Jejak Monster Vulkanik hingga Firasat Tirta Siregar!

Suara Mirip Bass Bergema dari Bandung Hingga Purwakarta, Dikaitkan Erupsi Anak Krakatau

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Mau Tahu Masuk Desil Berapa? Cek Bansos September 2026 dengan NIK

Bansos September 2026 Cair! Ini 5 Bantuan yang Masuk Tahap 3, Ada BPNT hingga PKH

Mulai 2027? Status PPPK Paruh Waktu Guru Dibahas, Ini Rincian Gaji per Golongan

Terpopuler
  • Video Kasir Indomaret 7 Menit Viral, Waspada Link ‘Full’ Palsu
  • Suara Mirip Bass Bergema dari Bandung Hingga Purwakarta, Dikaitkan Erupsi Anak Krakatau
  • FSP BPD SI Tolak Pengalihan Payroll ASN ke Himbara, Warning Risiko PHK dan Anjloknya Ekonomi Daerah
  • Deklarasi Pengusaha Berkibar, Firaldi Akbar Siap Maju sebagai Calon Ketua KADIN Kota Bandung
  • Persib Bandung Lolos ke Fase Grup ACL Two, Igor Tolic Langsung Alihkan Fokus
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.