bukamata.id – Ujian berat siap menghantam Persib Bandung di awal musim 2026/2027. Selain diuji oleh ketatnya persaingan antarklub, stamina dan daya tahan fisik para punggawa Maung Bandung bakal diperas habis akibat himpitan agenda pertandingan yang teramat mepet.
Tantangan maraton ini diawali saat menjamu PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 6 September. Selang beberapa hari, Pangeran Biru harus melakoni duel el clasico kontra Persija Jakarta pada 12 September. Tanpa jeda bernapas, anak-anak Bandung langsung terbang ke Korea Selatan guna menantang FC Seoul dalam ajang AFC Champions League Two pada 16 September, lalu diteruskan dengan laga tandang versus Persijap Jepara hanya empat hari setelahnya.
Kondisi tersebut menyita perhatian serius Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Haji Umuh Muchtar. Ia tak menampik adanya kekhawatiran besar terkait risiko cedera yang mengintai para pilar utama akibat keletihan fisik dan rute perjalanan lintas negara.
“Jadwal kita sangat padat ini yang saya khawatirkan cederanya itu ya. Tapi mudah-mudahan tidak ada,” kata Haji Umuh.
Rasa cemas itu makin beralasan mengingat rombongan tim tidak sempat pulang ke Kota Kembang seusai berlaga di Negeri Ginseng. Mereka harus memotong jalur transit langsung menuju Jepara demi menuntaskan kewajiban laga domestik.
“Habis kan nanti kita pulang dari Korea kan langsung juga ke Jepara, jadi tidak pulang dulu ke Bandung,” ujarnya.
Melihat riwayat perjalanan yang menyita energi, Umuh menilai PSSI selaku pengelola kompetisi semestinya lebih bijak dalam menyusun penjadwalan, terlebih Persib membawa nama baik sepak bola nasional di kancah Asia.
“Harusnya ada jeda lah, minimal satu hari lagi, dua hari lagi diatur. PSSI harusnya bisa mengatur seperti itu,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pertimbangan jarak dan waktu pemulihan sangat vital bagi kebugaran skuad.
“Pertandingan-pertandingan cuma dua hari, apalagi ini kita kan membawa nama Indonesia dan pergi pun juga di luar negeri. Ke Korea bukan dekat,” tutur Haji Umuh.
Di luar masalah teknis dan fisik, pria yang akrab disapa Pak Haji ini memiliki resep khusus untuk menjaga performa tim, yakni mempererat keharmonisan internal. Rutinitas makan bersama kerap ia gelar agar tidak timbul kubu-kubuan di dalam ruang ganti.
“Jadi tidak ada lokal, tidak ada asing, jadi semuanya harus berbaur dan tetap bersatu,” ujarnya.
Mengenai dinamika kedatangan amunisi anyar, ia memastikan pintu transfer Persib sudah tertutup rapat.
“Nggak ada lah, yang lain aja udah dicoret,” katanya.
Saat disinggung mengenai potensi pengurangan pilar yang tersisa, sosok senior di tubuh Persib ini memilih untuk menutup rapat informasi tersebut.
“Tunggu aja nanti,” ujarnya.
Guna memberikan dukungan moral secara langsung pada masa-masa sulit ini, Umuh berniat ikut serta mendampingi perjuangan Marc Klok dan kawan-kawan saat bertolak ke Korea Selatan.
“Insya Allah kalau saya dikasih kesehatan, nanti saya siap lah berangkat,” tuturnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










