Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Warga Ngeluh Status Desil Mendadak Naik, Mensos Janji Data Makin Akurat Dalam Dua Minggu

Sabtu, 5 September 2026 15:42 WIB

Tinggalkan Persib Bandung demi Menit Bermain, Igor Tolic Minta Saddil Buktikan Diri

Sabtu, 5 September 2026 15:30 WIB

Hadir di Bandung X Beauty 2026, Blood Kenalkan Pembalut Serat Jagung Alami Pertama di Dunia

Sabtu, 5 September 2026 14:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Warga Ngeluh Status Desil Mendadak Naik, Mensos Janji Data Makin Akurat Dalam Dua Minggu
  • Tinggalkan Persib Bandung demi Menit Bermain, Igor Tolic Minta Saddil Buktikan Diri
  • Hadir di Bandung X Beauty 2026, Blood Kenalkan Pembalut Serat Jagung Alami Pertama di Dunia
  • Plot Twist Terbaik! Dulu Ditinggal Narik Ojol, Sekarang Anak Kecil Ini Bawa Ayahnya ke Tempat Terindah
  • Waspada! Selain Kloset, 3 Celah Rumah Ini Paling Sering Jadi Pintu Masuk Ular
  • Penjelasan Lengkap Badan Geologi Soal Dentuman Misterius yang Getarkan Bandung dan Sekitarnya
  • Jadwal Super Padat Jadi Ancaman, Bos Persib Desak PSSI Evaluasi Kalender Liga
  • Dentuman Dini Hari Bandung & Raungan Krakatau: Rekam Jejak Monster Vulkanik hingga Firasat Tirta Siregar!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 5 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Plot Twist Terbaik! Dulu Ditinggal Narik Ojol, Sekarang Anak Kecil Ini Bawa Ayahnya ke Tempat Terindah

By Aga GustianaSabtu, 5 September 2026 14:13 WIB6 Mins Read
Kisah haru Faiz dan sang ayah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ada masa ketika dunia Muhammad Al-Faizih hanya sepetak kamar kos sempit berdinding biru di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Di kamar itu, sebuah kamera CCTV yang terpasang di pojok atas dinding menjadi saksi bisu kesunyian anak laki-laki yang saat itu baru berusia 1 tahun 7 bulan.

Melalui layar ponsel pintar yang digenggam sang ayah di atas stang sepeda motor, terekam momen-momen yang mengiris hati siapapun yang melihatnya. Faiz kecil terlihat meminum botol susunya seorang diri, berguling ke kanan dan ke kiri di atas kasur bermotif kartun, lalu matanya yang polos berulang kali menatap nanar ke arah pintu kayu. Ketika rasa lelah dan kantuk menghampiri, tubuh mungilnya terkulai lelap tepat di dekat celah pintu—menunggu sosok yang paling ia cintai kembali.

Sosok itu adalah Tri Rama Dandi (26), ayah tunggal yang berjuang menembus tebalnya debu jalanan dan teriknya matahari demi menjemput rezeki sebagai pengemudi ojek online.

Hari ini, narasi kesunyian di balik pintu kos itu telah berubah menjadi hamparan keajaiban. Anak kecil yang dulu setia menunggu ayahnya pulang dari menarik orderan, kini menggandeng tangan sang ayah berdiri di ketinggian Jabal Uhud hingga bersujud bersama di bawah megahnya payung raksasa Masjid Nabawi, Madinah. Sungguh, Faiz tidak hanya tumbuh, tetapi juga membukakan jalan bagi ayahnya untuk melangkah sejauh ini.

Sunyi di Kamar Kos dan Keringat di Jalanan

Kisah perjuangan Rama dan Faiz bermula dari hancurnya sebuah bahtera rumah tangga. Di usianya yang masih sangat muda, Rama harus menerima kenyataan pahit: rumah tangganya berakhir dan ia harus membesarkan Faiz seorang diri tanpa didampingi sosok istri maupun bantuan pengasuh.

Sebagai single parent di perantauan tanpa sistem pendukung (support system) yang memadai, pilihan yang dimiliki Rama sangatlah terbatas. Untuk bertahan hidup, ia mengandalkan sepeda motornya untuk menarik orderan ojek online. Namun, dilema besar selalu menghantuinya setiap kali aplikasi di ponselnya berbunyi: bagaimana dengan Faiz?

Demi menyiasati keadaan, Rama memasang kamera CCTV yang terhubung langsung ke ponselnya. Saat menerima pesanan berjarak dekat—kurang dari tiga kilometer—ia terpaksa meninggalkan Faiz sebentar di kamar kos yang terkunci dari luar.

Baca Juga:  Jomblo Auto Mengheningkan Cipta! Momen Manis Bule Cantik Australia Datang ke Lombok Demi Si Hitam Manis

“Sistem kerja saya mobile. Setiap selesai satu order, saya langsung kembali ke kos untuk mengecek anak,” tutur Rama mengenang masa-masa sulit tersebut.

Jantung Rama kerap berdegup kencang tiap kali melaju di jalanan. Di sela-sela membelah kemacetan, matanya sesekali melirik layar ponsel untuk memastikan Faiz baik-baik saja. Jika pesanan yang masuk berjarak lebih dari tiga kilometer, Rama tak sanggup meninggalkan putranya. Ia akan memakaikan jaket dan helm kecil pada Faiz, lalu mengajaknya mengarungi jalanan, menembus angin malam dan panasnya terik matahari.

Rama tak menampik bahwa ia pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Tekanan ekonomi, rasa kesepian, dan rasa bersalah karena harus meninggalkan anak balitanya sendirian sempat membuat harapannya pupus. Namun, setiap kali ia membuka pintu kos dan melihat mata bening Faiz menyambutnya dengan senyuman tulus, rasa lelah itu menguap. Faiz bukan sekadar beban tanggung jawab; Faiz adalah alasan tunggal bagi Rama untuk terus bernapas dan bertahan hidup.

Getaran Syukur yang Mengguncang Warganet

Rekaman CCTV yang memperlihatkan ketabahan Faiz kecil di dalam kamar kos akhirnya beredar di media sosial dan menjadi viral. Jutaan pasang mata menyaksikan betapa santun dan tenangnya balita itu menunggu ayahnya tanpa menangis meraung-raung. Gelombang empati, simpati, dan doa mengalir deras dari jutaan warganet.

Banyak orang tersentuh melihat ketulusan ikatan antara ayah dan anak ini. Doa-doa baik meluncur dari berbagai pelosok negeri, menguatkan hati sang ayah yang tengah berjuang.

“Seorang Ayah yang baik. Bismillah semoga sehat untuk kalian berdua dan diridhoi oleh Allah SWT Aamiin Ya Allah…,” ujar salah satu netizen mendoakan.

Baca Juga:  Jangan Lewatkan 7 Oleh-Oleh Bandung yang Lagi Hits, Ada yang Sampai Rela Antre!

Rupanya, pintu-pintu langit terbuka lebar menyambut doa tulus dari orang-orang yang tersentuh oleh perjuangan mereka. Berkat perhatian luas dan kebaikan berbagai pihak yang tergerak oleh ketabahan mereka, takdir membawa Rama dan Faiz ke babak baru yang tak pernah membayang di benak Rama sebelumnya: kesempatan untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci.

Jejak Langkah di Tanah Suci: “Gara-Gara Kau Nak…”

Video dokumentasi perjalanan mereka di Tanah Suci menampilkan kontras yang begitu haru. Tak ada lagi dinding biru kos yang sempit atau celah pintu kayu yang dingin. Perubahan drastis ini tak luput dari sorotan publik yang terus mengikuti perjalanan hidup mereka.

“MaasyaAllah ih kemarin2 liat fyp adek ditinggal sendiri krna ayahnya bekerja skrg lg tiduran dilantai madinah yaa Allah,” ungkap seorang netizen yang tak mampu menahan rasa harunya.

Di bawah langit malam Kota Madinah, berdiri megah Jabal Uhud dengan latar belakang gemerlap lampu kota yang indah. Rama memeluk erat Faiz dari belakang. Di atas puncak bukit bersejarah itu, keduanya menatap hamparan pemandangan malam. Faiz yang kini makin menggemaskan tampak bersandar hangat di dada ayahnya—dada yang dulu selalu berdebar cemas saat meninggalkannya narik ojek.

Momen paling menyentuh hati terekam saat keduanya berada di pelataran Masjid Nabawi. Di bawah naungan payung-payung raksasa yang ikonik, Rama rebahan di atas karpet bersama Faiz yang mengenakan pakaian gamis dan peci hitam mungil. Dengan tatapan penuh kasih sayang dan mata yang berkaca-kaca, Rama memegang jemari kecil putranya.

“Terima kasih ya, Nak… Terimakasih banyak ya…” bisik Rama lembut kepada Faiz sambil mencium pipi dan kening buah hatinya itu.

Rama lalu berbaring terlentang sambil mengangkat tubuh Faiz ke udara, mengelitikinya hingga tawa riang balita itu pecah di tengah kedamaian Kota Madinah. Rama menatap putranya dalam-dalam dan berbisik penuh haru, “Bisa sampai di sini gara-gara kau, Nak… Karena kau, Panda bisa sampai di sini…”

Suasana magis itu berlanjut saat waktu shalat tiba. Di balik pendar sinar matahari sore yang menerobos celah payung Masjid Nabawi, Rama melaksanakan shalat. Faiz duduk dengan tenang di samping sajadah ayahnya, sesekali memegang tasbih kecil dan memperhatikan setiap gerakan ruku dan sujud sang ayah. Saat Rama bersujud lama menumpahkan seluruh air mata syukurnya ke lantai Masjid Nabawi, Faiz berjalan mendekat, menyentuh kepala ayahnya dengan jemari mungilnya, seolah hendak menenangkan dan membisikkan bahwa semua badai telah berlalu.

Baca Juga:  Viral Pemuda Dikeroyok OTK di Jalan Peta Bandung, Pelaku Diduga Mabuk

Melihat momen indah penuh haru tersebut, warganet pun mengamini keajaiban rezeki yang dibawakan oleh sang buah hati.

“Definisi anak membawa rezeki yang sesungguhnya. Semoga berkah dunia akhirat ya nak,” ujar netizen merangkum kisah perjuangan ayah dan anak tersebut.

Sejauh Ini Melangkah, Bersama Pergi dan Pulang

Kisah Faiz dan Rama adalah bukti nyata bahwa kasih sayang dan ketulusan seorang orang tua tak akan pernah sia-sia. Faiz yang dulu setia menunggu ayahnya pulang di balik pintu kos, kini menjadi ‘pintu rezeki’ dan alasan utama bagi ayahnya untuk mengepakkan sayap lebih tinggi.

Dulu, jarak dipisahkan oleh kilometer jalanan Kolaka yang harus ditempuh Rama demi sesuap nasi. Kini, jarak itu telah berubah menjadi ribuan kilometer penerbangan menuju tanah para nabi. Faiz tidak lagi menunggu di balik pintu; ia kini melangkah bersama ayahnya, menggenggam erat tangan pria yang telah mengorbankan seluruh hidupnya demi dirinya.

Bagi Rama, perjalanan hidupnya bersama Faiz masih sangat panjang. Namun satu hal yang kini ia yakini: sejauh apa pun jalan yang harus ditempuh di masa depan, ia tidak akan pernah ragu lagi. Sebab di sampingnya, ada Faiz—malaikat kecil yang tidak hanya menunggunya di rumah, tetapi juga menuntun langkahnya menuju keberkahan hidup yang tak terhingga.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Faiz maxim viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hadir di Bandung X Beauty 2026, Blood Kenalkan Pembalut Serat Jagung Alami Pertama di Dunia

Waspada! Selain Kloset, 3 Celah Rumah Ini Paling Sering Jadi Pintu Masuk Ular

1,4 Juta Penerima Bansos dan 1.900 Pegawai Kemensos Terlacak Main Judi Online!

Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Cara Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini, 5 September 2026: Dapatkan Kuota DANA Kaget Hingga Ratusan Ribu

Klaim Item Langka! Kode Redeem Free Fire Terbaru 5 September 2026, Segera Tukarkan

Astra Resmi Diperkenalkan OpenAI, Punya Kemampuan Coding dan Keamanan Siber Mengerikan

Terpopuler
  • Video Kasir Indomaret 7 Menit Viral, Waspada Link ‘Full’ Palsu
  • Suara Mirip Bass Bergema dari Bandung Hingga Purwakarta, Dikaitkan Erupsi Anak Krakatau
  • FSP BPD SI Tolak Pengalihan Payroll ASN ke Himbara, Warning Risiko PHK dan Anjloknya Ekonomi Daerah
  • Deklarasi Pengusaha Berkibar, Firaldi Akbar Siap Maju sebagai Calon Ketua KADIN Kota Bandung
  • Persib Bandung Lolos ke Fase Grup ACL Two, Igor Tolic Langsung Alihkan Fokus
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.