bukamata.id – Nama Bilal Hasan langsung menjadi sorotan setelah petarung Indonesia berjuluk The Indo Ninja tersebut menjalani debut di Ultimate Fighting Championship (UFC) dengan cara spektakuler.
Bilal Hasan tidak sekadar memenangkan pertarungan. Petarung berusia 25 tahun itu mengakhiri laga melalui knockout (KO) sekaligus membawa pulang bonus penampilan sebesar 100 ribu dolar AS atau sekitar Rp1,77 miliar.
Momen tersebut terjadi ketika Bilal menghadapi Nilson Rojas dalam ajang UFC Fight Night 286 di Shanghai Oriental Sports Center, China, Sabtu (29/8/2026).
Rojas yang datang dengan rekam jejak tak terkalahkan ternyata tidak mampu menghentikan agresivitas Bilal. Pertarungan yang berlangsung sengit sejak ronde pertama itu akhirnya berakhir pada pertengahan ronde kedua.
Pada menit 2:28 ronde kedua, Bilal melepaskan pukulan tangan kanan yang telak mengenai lawannya. Rojas terjatuh dan Bilal langsung melanjutkan serangan hingga wasit menghentikan pertandingan.
Debut UFC Bilal Hasan pun berakhir dengan kemenangan KO.
Bagi Bilal, kemenangan tersebut bukan hanya menjadi tiket untuk memperkenalkan diri di panggung terbesar MMA dunia. Hasil itu sekaligus memperpanjang rekor profesionalnya menjadi 10 kemenangan tanpa kekalahan atau 10-0.
Lebih menarik lagi, delapan dari 10 kemenangan profesional Bilal diraih melalui KO atau TKO. Catatan tersebut memperlihatkan karakter petarung yang memiliki kemampuan penyelesaian pertarungan sangat kuat.
Bonus Rp1,77 Miliar Lengkapi Debut Impresif Bilal Hasan
Penampilan Bilal Hasan ternyata mendapat apresiasi lebih dari sekadar kemenangan.
Setelah pertarungan berakhir, Bilal mendapatkan bonus penampilan sebesar 100 ribu dolar AS, yang jika dikonversikan mencapai sekitar Rp1,77 miliar.
Bonus tersebut menjadi pencapaian besar bagi petarung Indonesia yang baru menjalani pertandingan pertamanya di UFC.
Bilal datang ke UFC dengan ekspektasi tinggi setelah tampil impresif di Dana White’s Contender Series (DWCS). Namun, tekanan sebagai pendatang baru di panggung utama tidak membuatnya kehilangan karakter.
Sebaliknya, Bilal justru tampil agresif sejak awal dan menunjukkan bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk bersaing di level tertinggi.
Kemenangan atas Rojas juga membuat Bilal mencatat dua kemenangan KO dalam rentang hanya 18 hari.
Catatan itu semakin memperkuat reputasinya sebagai salah satu petarung Indonesia yang mampu mengakhiri pertandingan dengan cepat.
Bilal Hasan Tak Butuh Waktu Lama untuk Membuktikan Diri
Perjalanan Bilal menuju UFC sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum dirinya memasuki oktagon di Shanghai.
Petarung berjuluk The Indo Ninja itu lebih dulu tampil di Dana White’s Contender Series Season 10. Ajang tersebut menjadi salah satu jalur penting bagi petarung yang ingin mendapatkan kontrak UFC.
Bilal menghadapi petarung asal India, Mridul Saikia.
Alih-alih menjalani pertarungan panjang untuk meyakinkan para pencari bakat UFC, Bilal justru menyelesaikan laga hanya dalam waktu 45 detik.
Sebuah pukulan overhand kanan membuat Saikia terjatuh. Bilal kemudian melanjutkan serangan ground and pound sebelum wasit menghentikan pertarungan.
Bilal dinyatakan menang TKO.
Penampilan singkat tersebut cukup untuk membuat Presiden UFC Dana White terkesan. Kontrak UFC pun akhirnya berada di tangan Bilal.
Kemenangan tersebut juga membuat Bilal menjadi petarung Indonesia kedua yang mendapatkan kontrak UFC, setelah Jeka Saragih pada 2023.
Jika Jeka membuka jalan bagi petarung Indonesia menuju UFC, Bilal kini mulai membangun jalannya sendiri dengan cara yang tidak kalah mencolok.
Rekor 10-0 dan Delapan Kemenangan KO
Kemenangan atas Rojas membuat statistik Bilal Hasan semakin menarik.
Dari 10 pertandingan profesional yang dijalaninya, Bilal belum pernah merasakan kekalahan. Rekornya kini sempurna dengan catatan 10-0.
Yang paling mencolok adalah jumlah kemenangan melalui KO atau TKO.
Dari 10 kemenangan tersebut, delapan di antaranya berakhir melalui KO/TKO.
Angka tersebut menunjukkan betapa besar ancaman yang dimiliki Bilal ketika pertarungan memasuki fase pertukaran serangan.
Namun, Bilal tidak ingin hanya dikenal sebagai petarung yang mengandalkan kekuatan pukulan.
Usai mengalahkan Rojas, ia mengungkapkan bahwa proses penyelesaian pertarungan terkadang justru datang ketika dirinya tidak terlalu memaksakan sebuah teknik.
“Saya selalu mencoba memberikan 110 persen untuk sebuah teknik dan terkadang itu tidak berhasil. Lalu ketika saya melepaskan teknik tanpa terlalu memaksakan, saya justru mendapatkan penyelesaian,” ujar Bilal Hasan, dikutip dari MMA Junkie.
Pernyataan tersebut menggambarkan proses pembelajaran yang sedang dijalani Bilal di tengah perjalanannya menuju level tertinggi MMA.
Dua Kemenangan dalam 18 Hari
Debut UFC Bilal juga menjadi semakin istimewa karena jarak pertarungannya dengan laga sebelumnya sangat singkat.
Sebelum menghentikan Rojas di Shanghai, Bilal baru saja mencatat kemenangan spektakuler di DWCS.
Ia membutuhkan waktu hanya 45 detik untuk mengalahkan Mridul Saikia.
Kemudian, 18 hari setelah kemenangan tersebut, Bilal kembali memasuki oktagon dan mencatat KO atas Rojas.
Dalam waktu kurang dari tiga pekan, Bilal berhasil melakukan dua kali penyelesaian pertarungan.
Konsistensi tersebut menjadi sinyal bahwa Bilal bukan sekadar petarung yang mendapatkan kesempatan UFC karena satu penampilan bagus.
Ia mampu membawa performa agresifnya ke panggung yang lebih besar.
The Indo Ninja dan Harapan Baru Indonesia di UFC
Kemenangan Bilal Hasan di UFC Shanghai membawa harapan baru bagi perkembangan MMA Indonesia.
Setelah Jeka Saragih lebih dulu mencatat sejarah sebagai petarung Indonesia yang mendapatkan kontrak UFC, Bilal kini menjadi nama berikutnya yang berusaha mempertahankan eksistensi Merah Putih di organisasi MMA terbesar dunia tersebut.
Namun, perjalanan Bilal baru saja dimulai.
Rekor 10-0, delapan kemenangan KO/TKO, kemenangan pada debut UFC, serta bonus Rp1,77 miliar menjadi modal awal yang sangat menjanjikan.
Tantangan berikutnya tentu akan jauh lebih berat. Setelah lawan-lawan mulai mempelajari gaya bertarungnya, Bilal harus membuktikan bahwa dirinya bukan hanya mampu tampil spektakuler dalam satu pertandingan, tetapi juga konsisten menghadapi level kompetisi UFC.
Untuk sementara, The Indo Ninja sudah mengirim pesan pertamanya.
Bilal Hasan datang ke UFC bukan untuk sekadar numpang lewat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










