bukamata.id – DPD Partai Demokrat Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VI di Ballroom Trans Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Senin (24/8/2026) malam.
Musda VI menjadi momentum konsolidasi internal Partai Demokrat Jawa Barat sekaligus evaluasi perjalanan partai setelah Pemilu dan Pilkada 2024. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran DPP Partai Demokrat, pengurus DPD dan DPC se-Jawa Barat, anggota legislatif, kepala daerah, serta sejumlah perwakilan partai politik sahabat.
Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Anton Sukartono Suratto dalam sambutannya menyampaikan sejumlah capaian Demokrat Jabar pada Pemilu 2024. Partai Demokrat memperoleh 98 kursi DPRD kabupaten/kota dengan raihan sekitar 1,9 juta suara.
Di tingkat DPRD Jawa Barat, Demokrat mendapatkan delapan kursi dengan perolehan sekitar 1,7 juta suara. Sementara untuk DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Barat, Demokrat memperoleh enam kursi dengan sekitar 1,7 juta suara.
Anton juga menyebut Demokrat berhasil memenangkan 13 daerah kabupaten/kota pada Pilkada Serentak 2024 serta memenangkan pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat.
Menurut Anton, capaian tersebut menjadi modal sekaligus bahan evaluasi bagi Demokrat Jabar untuk melakukan pembenahan organisasi dan mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029.
“Demokrat harus berani melakukan evaluasi, berbenah, dan melakukan lompatan,” ujar Anton dalam sambutannya.
Anton juga menyatakan kesiapannya melanjutkan kepemimpinan sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat periode 2026-2031 apabila kembali mendapatkan kepercayaan dalam Musda VI.
Ia mengajak seluruh kader memperkuat organisasi dan kebersamaan dengan memegang prinsip budaya Sunda, termasuk semangat silih asah, silih asih, silih asuh.
AHY Dorong Demokrat Jabar Rapatkan Barisan
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY yang hadir secara daring menilai Jawa Barat merupakan salah satu wilayah strategis bagi Partai Demokrat secara nasional.
AHY mengatakan Musda harus menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi internal sebelum partai menghadapi kontestasi politik berikutnya.
“Yang pertama adalah mari kita rapatkan barisan. Ini adalah esensi dari konsolidasi melalui Musda yang nanti akan diikuti dengan Musyawarah Cabang,” kata AHY.
Ia menekankan pentingnya membangun soliditas berdasarkan tujuan perjuangan partai, bukan kepentingan individu.
Menurut AHY, Demokrat harus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan politik, pelatihan, dan bimbingan teknis agar mampu menjadi partai modern tanpa kehilangan kedekatan dengan masyarakat.
“Kita ingin menjadi smart party, tapi tidak kehilangan sensitivitas kita pada masyarakat yang ada di bawah, grassroots yang juga harus selalu disapa dan dibantu,” ujarnya.
Setelah konsolidasi dan penguatan internal, AHY menegaskan Demokrat harus bersiap menghadapi kompetisi politik.
Ia mengingatkan kemenangan politik tidak akan datang dengan sendirinya sehingga harus diperjuangkan melalui kerja organisasi dan kedekatan dengan masyarakat.
AHY: Demokrat Jabar Jangan Terjebak Nostalgia
AHY juga mengingatkan kader Demokrat Jawa Barat agar tidak hanya mengandalkan kejayaan masa lalu.
Ia menyebut Demokrat pernah menjadi salah satu kekuatan politik besar di Jawa Barat, bahkan pernah meraih 28 kursi. Namun, menurutnya, capaian tersebut harus dijadikan pelajaran, bukan sekadar nostalgia.
“Jangan sampai kita terjebak pada nostalgia masa lalu. Kita hanya senang mengingatkan keberhasilan di masa Pak SBY, tapi kita lupa bahwa masyarakat tidak terlalu memedulikan nostalgia, yang mereka pedulikan adalah harapan masa depan,” katanya.
Karena itu, AHY meminta Demokrat Jabar membangun narasi politik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan masa depan, sembari tetap mempertahankan warisan positif yang telah dibangun sebelumnya.
Dedi Mulyadi Bicara Politik Tanpa Patah Hati
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang turut hadir dalam Musda juga menyampaikan pandangannya mengenai perjalanan Partai Demokrat dan dinamika politik.
Dedi menilai perjalanan Demokrat memberikan pelajaran bahwa kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan dalam demokrasi. Menurutnya, partai politik harus siap menerima kemenangan maupun kekalahan secara dewasa.
Ia juga menekankan pentingnya politik yang santun dengan tidak menjatuhkan lawan politik.
“Cara politik yang bersih itu adalah cara politik yang kita hanya membranding diri kita, yang tidak mendowngrading orang lain,” ujar Dedi.
Dedi menilai politik harus dijalankan dengan semangat kebangsaan dan kebersamaan. Ia juga mengaitkan nilai tersebut dengan falsafah Sunda seperti gemah ripah repeh rapih serta prinsip sareundeuk saigel, sabobot sapihanean.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga mengapresiasi hubungan Partai Demokrat dengan dirinya yang telah berlangsung dalam sejumlah momentum politik, termasuk saat dirinya maju dalam Pilgub Jawa Barat 2018 dan Pilgub Jawa Barat 2024.
Demokrat Usung Tiga Agenda: Ekonomi, Keadilan dan Demokrasi
Dalam arahannya, AHY turut menyampaikan tiga agenda utama yang menurutnya perlu menjadi perhatian Demokrat ke depan, yakni memajukan ekonomi, menegakkan keadilan, dan menjaga demokrasi.
Menurutnya, persoalan ekonomi menjadi salah satu perhatian utama masyarakat, terutama berkaitan dengan lapangan pekerjaan, pendapatan dan daya beli.
“Ekonomi segala-galanya hari ini. Masyarakat kalau harus memilih tentu ingin di-address terlebih dahulu isu dan permasalahan ekonomi: lapangan pekerjaan, penghasilan yang layak, daya beli untuk diri dan keluarganya agar tidak makin sulit kehidupannya,” ujarnya.
Selain ekonomi, AHY menekankan pentingnya memperjuangkan keadilan dalam arti luas, termasuk kesetaraan dalam memperoleh peluang kehidupan yang lebih baik.
Sementara dalam bidang demokrasi, ia mengingatkan bahwa demokrasi harus terus dijaga dan diperjuangkan agar tidak kehilangan makna bagi masyarakat.
“Demokrasi yang baik bukanlah demokrasi yang hanya memberikan ruang kebebasan, tapi demokrasi yang membawa kesejahteraan untuk semua,” kata AHY.
AHY berharap Musda VI dapat menjadi titik awal penguatan Demokrat Jawa Barat untuk menghadapi agenda politik mendatang sekaligus meningkatkan kontribusi partai terhadap pembangunan daerah dan nasional.
Musda VI Demokrat Jabar selanjutnya akan menjadi bagian dari proses konsolidasi organisasi di tingkat kabupaten/kota melalui Musyawarah Cabang, sebagai upaya memperkuat struktur dan soliditas partai menuju Pemilu 2029.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










