Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bandung Diberondong Dentuman Misterius Dini Hari, BMKG Temukan Anomali Tak Biasa

Sabtu, 5 September 2026 16:27 WIB

Incar Posisi 6 Besar Porprov Jabar XV, Bandung Barat Kirimkan 728 Atlet dan Patok 72 Emas

Sabtu, 5 September 2026 16:09 WIB

Warga Ngeluh Status Desil Mendadak Naik, Mensos Janji Data Makin Akurat Dalam Dua Minggu

Sabtu, 5 September 2026 15:42 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bandung Diberondong Dentuman Misterius Dini Hari, BMKG Temukan Anomali Tak Biasa
  • Incar Posisi 6 Besar Porprov Jabar XV, Bandung Barat Kirimkan 728 Atlet dan Patok 72 Emas
  • Warga Ngeluh Status Desil Mendadak Naik, Mensos Janji Data Makin Akurat Dalam Dua Minggu
  • Tinggalkan Persib Bandung demi Menit Bermain, Igor Tolic Minta Saddil Buktikan Diri
  • Hadir di Bandung X Beauty 2026, Blood Kenalkan Pembalut Serat Jagung Alami Pertama di Dunia
  • Plot Twist Terbaik! Dulu Ditinggal Narik Ojol, Sekarang Anak Kecil Ini Bawa Ayahnya ke Tempat Terindah
  • Waspada! Selain Kloset, 3 Celah Rumah Ini Paling Sering Jadi Pintu Masuk Ular
  • Penjelasan Lengkap Badan Geologi Soal Dentuman Misterius yang Getarkan Bandung dan Sekitarnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 5 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bandung Diberondong Dentuman Misterius Dini Hari, BMKG Temukan Anomali Tak Biasa

By Aga GustianaSabtu, 5 September 2026 16:27 WIB5 Mins Read
Viral Gunung Krakatau erupsi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Misteri suara dentuman keras yang menggetarkan ketenangan warga Bandung Raya dan sekitarnya pada Sabtu (5/9/2026) dini hari hingga kini masih menyisakan teka-teki besar.

Pihak BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung telah memberikan konfirmasi awal bahwa suara yang bikin heboh tersebut dipastikan bukan bersumber dari aktivitas gempabumi lokal. Selain itu, fenomena cuaca serta petir di kawasan Bandung Raya juga belum mampu memberikan penjelasan logis terkait asal-usul dentuman misterius itu.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Suaidi Ahadi, menegaskan bahwa jajarannya bergerak cepat menelusuri laporan masyarakat dengan menguji rentetan instrumen pengukuran, mulai dari kegempaan, petir, pergerakan cuaca, hingga fluktuasi magnet bumi.

Pemeriksaan difokuskan pada jendela waktu munculnya dentuman, yakni kisaran pukul 00.30 sampai 05.00 WIB. Hasil pemantauan BMKG menunjukkan bahwa langit di wilayah Jawa Barat, termasuk kawasan Bandung Raya, kala itu berada dalam kondisi cerah.

“Kondisi cuaca di wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung Raya, pada periode tersebut secara umum terpantau cerah, dengan arah angin bertiup dari Timur ke Barat. Dan terbentuk awan vulkanik di sekitar Gunung Anak Krakatau,” kata Suaidi, Sabtu (5/9/2026).

Sistem pemantauan BMKG tidak mendeteksi adanya aktivitas seismik atau gempa bumi di Bandung dan sekitarnya sepanjang dini hari tersebut. Kendati demikian, rekaman seismogram di Pulau Sebesi justru menangkap adanya anomali gelombang yang waktunya nyaris berbarengan dengan dinamika erupsi Gunung Anak Krakatau.

Baca Juga:  Bikin Kencan Jadi Lebih Asyik, Kunjungi Tiga Tempat Ini di Bandung

“Berdasarkan hasil pemantauan data kegempaan BMKG, tidak terdeteksi tidak adanya aktivitas seismik di wilayah Bandung dan sekitarnya. Namun, berdasarkan catatan seismogram di Pulau Sibesi, teramati adanya anomali yang tercatat pada pukul 16.08 UTC dan 16.32 UTC (23:08 dan 23:32 WIB),” jelasnya.

Walau ada kecocokan waktu, BMKG menegaskan belum bisa menarik kesimpulan bahwa anomali seismik tersebut merupakan pemicu utama dentuman yang sampai ke telinga warga.

“Anomali tersebut masih memerlukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui karakteristik, sumber, serta keterkaitannya dengan suara dentuman yang dilaporkan masyarakat,” ucapnya.

Di samping pemantauan getaran bumi, instrumen BMKG turut mencatat fenomena ganjil pada magnet bumi. Anomali medan magnet bumi ini terekam jelas di Stasiun Magnet Bumi Sukabumi dan Serang sepanjang rentang waktu 4 September 2026 pukul 23.00 WIB hingga 5 September 2026 pukul 02.00 WIB.

Suaidi memastikan tidak ada gangguan badai Matahari pada periode tersebut, sehingga deviasi medan magnet diperkirakan murni akibat dinamika dari perut bumi.

“Data magnet bumi pada periode 4 September 2026 pukul 23.00 WIB hingga 5 September 2026 pukul 02.00 WIB, teramati adanya gangguan atau anomali yang terekam pada stasiun magnet bumi Sukabumi (SKB) dan Serang (SRG). Dan tidak adanya aktivitas Badai Matahari, sehingga anomaly berasal dari aktivitas di dalam bumi,” paparnya.

Akan tetapi, temuan tersebut masih berstatus data mentah yang belum dapat langsung menunjuk penyebab pasti dentuman.

Baca Juga:  Persib Bandung Klub Paling Boros Bayar Sanksi di Liga 1

“Namun, berdasarkan data yang tersedia saat ini, gangguan atau anomali magnet bumi tersebut belum dapat secara langsung dikaitkan sebagai penyebab suara dentuman yang dilaporkan masyarakat,” ucap Suaidi.

Aktivitas Petir Bandung Raya Tergolong Rendah

Penelusuran juga menyasar potensi kilat dan petir sebagai sumber dentuman. Kendati alat pencatat menunjukkan adanya sambaran petir di wilayah Bandung Raya, volumenya dinilai terlalu minim untuk menghasilkan suara menggelegar seperti yang dilaporkan warga.

“Pemantauan aktivitas petir dari Lightning Detector BMKG di wilayah Bandung dan sekitarnya, tercatat adanya aktivitas petir, tetapi intensitasnya relatif rendah dan tidak menunjukkan aktivitas yang signifikan sebagaimana dilaporkan oleh masyarakat,” kata dia.

Sebaliknya, rekaman Lightning Detector mencatat frekuensi petir yang jauh lebih tinggi dan signifikan berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau pada periode waktu yang berdekatan.

“Selain itu, hasil pemantauan Lightning Detector di sekitar GAK menunjukkan adanya aktivitas petir yang cukup signifikan pada periode yang berdekatan dengan waktu kejadian,” ungkapnya.

Merujuk pada keseluruhan data sementara, BMKG menegaskan tidak ada korelasi antara suara dentuman dengan gempabumi lokal di Bandung Raya maupun aktivitas cuaca ekstrem setempat.

“Berdasarkan data yang tersedia, suara dentuman yang dilaporkan masyarakat tidak menunjukkan indikasi sebagai kejadian gempabumi di wilayah Bandung Raya,” ujarnya.

“Aktivitas petir lokal di wilayah Bandung Raya juga tidak cukup signifikan untuk menjelaskan suara dentuman tersebut. Kondisi cuaca di Jawa Barat dan Bandung Raya yang secara umum cerah turut menunjukkan tidak adanya fenomena cuaca signifikan di sekitar lokasi yang dapat dikaitkan secara langsung dengan suara dentuman,” lanjutnya.

Baca Juga:  Bungkam Semen Padang 4-1, Persib Kian Kokoh di Puncak Klasemen

Dinamika Gunung Anak Krakatau Masih Didalami

Dugaan bahwa dentuman bersumber dari Gunung Anak Krakatau (GAK) menjadi salah satu opsi yang diteliti secara intensif oleh BMKG. Sinyal erupsi gunung tersebut memang terkonfirmasi melalui tangkapan citra satelit dan densitas petir di area kawah.

Namun, variabel arah angin saat erupsi terjadi membuat tim ahli berhati-hati untuk tidak terburu-buru menyimpulkan.

“Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terdeteksi dari Data BMKG, yaitu: Citra Satelit, Aktivitas petir yang cukup signifikan di sekitar GAK. Namun, arah angin pada saat aktivitas erupsi GAK terjadi berarah Timur ke Barat, sehingga kemungkinan suara dentuman berasal dari Sumber lain dan masih memerlukan kajian lebih lanjut dengan mempertimbangkan data lainnya,” kata Suaidi.

Hingga saat ini, teka-teki penyebab pasti dentuman misterius di Bandung Raya masih belum terpecahkan. BMKG berjanji akan terus menghimpun seluruh rekaman instrumen untuk menguraikan fenomena alam tersebut.

“BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan, petir, magnet bumi, dan kondisi atmosfer serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperoleh informasi yang lebih komprehensif,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung BMKG dentuman
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Incar Posisi 6 Besar Porprov Jabar XV, Bandung Barat Kirimkan 728 Atlet dan Patok 72 Emas

Warga Ngeluh Status Desil Mendadak Naik, Mensos Janji Data Makin Akurat Dalam Dua Minggu

Penjelasan Lengkap Badan Geologi Soal Dentuman Misterius yang Getarkan Bandung dan Sekitarnya

Dentuman Dini Hari Bandung & Raungan Krakatau: Rekam Jejak Monster Vulkanik hingga Firasat Tirta Siregar!

Suara Mirip Bass Bergema dari Bandung Hingga Purwakarta, Dikaitkan Erupsi Anak Krakatau

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Mau Tahu Masuk Desil Berapa? Cek Bansos September 2026 dengan NIK

Terpopuler
  • Video Kasir Indomaret 7 Menit Viral, Waspada Link ‘Full’ Palsu
  • Suara Mirip Bass Bergema dari Bandung Hingga Purwakarta, Dikaitkan Erupsi Anak Krakatau
  • FSP BPD SI Tolak Pengalihan Payroll ASN ke Himbara, Warning Risiko PHK dan Anjloknya Ekonomi Daerah
  • Deklarasi Pengusaha Berkibar, Firaldi Akbar Siap Maju sebagai Calon Ketua KADIN Kota Bandung
  • Persib Bandung Lolos ke Fase Grup ACL Two, Igor Tolic Langsung Alihkan Fokus
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.