bukamata.id – Kabupaten Garut dilanda bencana hidrometeorologi parah sepanjang Sabtu (28/6/2025). Banjir besar mengepung sejumlah wilayah akibat luapan Sungai Cimanuk, sementara insiden longsor mematikan terjadi di Cisewu beberapa hari sebelumnya, menambah daftar panjang dampak cuaca ekstrem di daerah ini.
Sejak Jumat (27/6/2025) malam hingga Sabtu (28/6/2025), wilayah Garut digenangi banjir. Debit air yang tinggi terlihat di berbagai desa dan perkampungan.
Dikutip dari akun Instagram Net2netnews, melaporkan bahwa Sungai Cimanuk meluap drastis, diduga kuat akibat hujan deras yang mengguyur tanpa henti sejak dini hari Sabtu.
Luapan Sungai Cimanuk ini dengan cepat mengganggu aktivitas warga. Beberapa akun media sosial warga Garut dipenuhi unggahan yang menunjukkan kondisi terkini.
“Akun @zhep_16 pada live streamingnya memperlihatkan luapan air Cimanuk diwilayah Copong. Dikabarkan di Desa Haurpanggung air sudah masuk ke pemukiman warga,” tulis laporan akun Net2netnews, dikutip Sabtu (28/6/2025).
Sistem Drainase Buruk Perparah Kondisi
Banjir ini diperparah oleh kondisi sistem drainase yang tidak memadai. Sejumlah titik rawan banjir di Garut telah menunjukkan tanda-tanda waspada.
Jalan raya tergenang, akses transportasi terganggu, dan saluran air tidak mampu menampung volume air hujan yang terus menerus turun. Buruknya sistem drainase ini disebut-sebut sebagai pemicu utama terhambatnya aliran air, terutama di kawasan padat penduduk.
Longsor di Cisewu Renggut Empat Nyawa
Sebelumnya, bencana tanah longsor telah menelan korban jiwa di Cisewu, Garut, pada Rabu (25/6/2025) malam. Akibat hujan deras, sebuah tebing di pinggir jalan ambrol dan menimpa rumah di bawahnya, menewaskan empat anggota keluarga sekaligus.
Kapolsek Cisewu, Iptu Asep Pujaeri, mengonfirmasi kejadian tragis ini pada Kamis (26/6/2025). Keempat korban adalah satu keluarga: Mar’ah (70), Linda (35), Mardi (38), dan Fajar (3). Mereka semua berada di dalam rumah saat longsor terjadi dan tak satu pun selamat.
“Para korban saat ini seluruhnya sudah ditemukan,” ucap Asep.
Proses evakuasi segera dilakukan setelah laporan diterima. Petugas penyelamat bekerja keras di tengah kegelapan malam dan material longsoran yang berat.
Dengan penambahan personel, keempat jasad korban berhasil ditemukan pada Rabu tengah malam. Rumah korban mengalami kerusakan parah, dan jenazah keempat korban telah dibawa ke rumah duka.
Masyarakat Garut pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










