Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Nama Resmi Bandara Husein Kini Ditambah ‘Bandung’, Farhan Siapkan Branding Khas Kota Kembang

Rabu, 15 Juli 2026 15:25 WIB

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Inggris vs Argentina, Tayang Kapan dan di Mana?

Rabu, 15 Juli 2026 15:21 WIB
Ilustrasi begal

Waspada! Aksi Begal di Bandung Makin Marak, Polisi Siapkan Skenario Keamanan Baru

Rabu, 15 Juli 2026 14:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Nama Resmi Bandara Husein Kini Ditambah ‘Bandung’, Farhan Siapkan Branding Khas Kota Kembang
  • Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Inggris vs Argentina, Tayang Kapan dan di Mana?
  • Waspada! Aksi Begal di Bandung Makin Marak, Polisi Siapkan Skenario Keamanan Baru
  • Kode Rahasia Manusia Purba: 32 Simbol Misterius yang Mendahului Penemuan Tulisan
  • Inggris vs Argentina: Memburu Tiket Final Piala Dunia 2026, Misi Balas Dendam Harry Kane dkk
  • BURUAN KLAIM! Kode Redeem Free Fire Hari Ini Berisi Hadiah Langka dari Garena
  • Sempat Cedera, Marc Klok Bawa Kabar Mengejutkan Jelang Piala AFF 2026
  • Terungkap! Tersangka Ledakan Dadaha Tasikmalaya Ternyata Eks Napi Terorisme
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 15 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Lampu Kuning Ekonomi! Rupiah Terkapar Akibat ‘Perang’, APBN Mulai Terancam?

By Aga GustianaSelasa, 7 April 2026 16:19 WIB2 Mins Read
ilustrasi bansos
Ilustrasi uang rupiah. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tekanan terhadap mata uang Garuda kian tak terbendung. Pada penutupan perdagangan Selasa (7/4/2026), nilai tukar rupiah terpantau merosot tajam sebesar 70 poin atau 0,41 persen, hingga mendarat di posisi Rp17.105 per dolar AS.

Gejolak geopolitik di Timur Tengah dan rapuhnya ketahanan fiskal domestik menjadi kombinasi maut yang menekan nilai tukar hari ini.

Ancaman Blokade Selat Hormuz Picu ‘Panic Buying’ Dolar

Kondisi pasar global sedang berada dalam fase siaga tinggi. Investor cenderung mengamankan aset mereka ke dalam dolar AS seiring mendekatnya deadline dari Presiden AS Donald Trump terkait pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran.

Ibrahim Assuaibi, pengamat pasar uang dan komoditas, menyoroti bahwa kemacetan di jalur logistik energi tersebut telah mengganggu stabilitas pasar.

Baca Juga:  Dari Rp1.000 Jadi Rp1: Kemenkeu Rencanakan Redenominasi Rupiah, Target Selesai 2027

“Gangguan lalu lintas kapal tanker dalam beberapa pekan terakhir telah memperketat ekspektasi pasokan dan meningkatkan premi risiko di seluruh pasar minyak,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Gagalnya diplomasi antara AS dan Iran semakin memperkeruh suasana. Iran secara tegas menolak tawaran gencatan senjata 45 hari dan menuntut pencabutan sanksi secara permanen serta kompensasi kerugian, sebuah posisi yang membuat pasar khawatir akan terjadinya konfrontasi militer lebih lanjut.

Domestik: Dilema Subsidi Energi di Tengah Melambungnya Harga Minyak

Dari dalam negeri, sorotan tertuju pada anggaran negara (APBN) yang kian sesak. Harga minyak mentah dunia yang kini menyentuh 113 dolar AS per barel jauh melampaui asumsi awal pemerintah yang hanya 70 dolar AS per barel.

Baca Juga:  Bansos Cair Lagi! Ada 470 Ribu Penerima Baru PKH & BPNT Tahap 2, Cek Nama Anda Pakai NIK KTP Sekarang

Situasi ini diperparah dengan sistem subsidi BBM yang dianggap masih belum tepat sasaran, sehingga kelompok mampu masih leluasa menikmati fasilitas yang seharusnya untuk rakyat kecil.

“Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik global menjadi pukulan telak bagi kondisi fiskal Indonesia di tengah ketergantungan tinggi pada impor BBM. Kenaikan harga yang jauh di atas asumsi APBN memperbesar beban subsidi energi,” ungkap Ibrahim.

Keterbatasan ruang fiskal membuat pemerintah berada di posisi sulit. Menaikkan harga BBM bukan pilihan populer di tengah ancaman inflasi, namun mempertahankan subsidi tanpa efisiensi akan memperlebar defisit anggaran secara berbahaya.

Baca Juga:  Rumor Purbaya Mundur dari Kursi Menkeu Viral, Ini Kata Istana

Prediksi Besok: Rupiah Masih Akan Bergejolak

Pelaku pasar kini sedang menantikan data inflasi Amerika Serikat yang akan rilis Jumat mendatang untuk membaca arah kebijakan suku bunga The Fed. Selama ketegangan di Timur Tengah belum mereda, rupiah diprediksi sulit untuk rebound.

Berdasarkan analisis teknikal dan fundamental saat ini, Ibrahim memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif namun cenderung melemah di kisaran Rp17.100 hingga Rp17.150 per dolar AS pada perdagangan esok hari.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Ekonomi dolar AS ekonomi Indonesia Kurs Rupiah nilai tukar Rupiah melemah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Nama Resmi Bandara Husein Kini Ditambah ‘Bandung’, Farhan Siapkan Branding Khas Kota Kembang

Ilustrasi begal

Waspada! Aksi Begal di Bandung Makin Marak, Polisi Siapkan Skenario Keamanan Baru

Terungkap! Tersangka Ledakan Dadaha Tasikmalaya Ternyata Eks Napi Terorisme

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cek Sekarang! Ini 6 Bansos yang Berpotensi Cair Juli 2026, Lengkap dengan Jadwal dan Cara Pencairannya

Bos Koi Bongkar Rahasia Honeycomb dan Kroto, Disebut Superfood yang Diburu di Thailand!

Ilustrasi begal

Terungkap! Begal Bersajam yang Teror Flyover Kopo Bandung Ternyata Masih di Bawah Umur

Terpopuler
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!
  • Jejak Kontroversi ‘Ratu Sound Horeg’ Mala Agatha & Icha Chellow: Dari Panggung Lokal hingga Diancam Anisa Bahar
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Bongkar Defisit APBD Jabar Rp5,7 Triliun: Salah Hitung, Salah Kelola, atau Ada Faktor Lain?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.