Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Ratu Biasa! Inilah Sosok Suthida, Permaisuri Thailand Pemegang Kendali Jet Tempur

Sabtu, 10 Oktober 2026 19:44 WIB

Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit

Sabtu, 10 Oktober 2026 17:16 WIB
Ilustrasi tsunami

Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust

Sabtu, 10 Oktober 2026 16:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Ratu Biasa! Inilah Sosok Suthida, Permaisuri Thailand Pemegang Kendali Jet Tempur
  • Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit
  • Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust
  • The Next Maarten Paes? Aksi Latihan Kiper Cilik Paling Unik dan Keren Se-Indonesia!
  • Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Petisi Online Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Makin Masif
  • Wacana Sistem Tidak Naik Kelas Diberlakukan 2027, Guru dan Siswa Diimbau Siapkan Strategi Baru
  • Ditinggal Bojan Hodak Malah Makin Gacor! Inilah 2 Rekor ‘Gila’ Persib di Bawah Racikan Igor Tolic
  • BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 10 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Terungkap! Tersangka Ledakan Dadaha Tasikmalaya Ternyata Eks Napi Terorisme

By SusanaRabu, 15 Juli 2026 11:42 WIB4 Mins Read
Ilustrasi tersangka. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus ledakan di Kompleks Olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya, memasuki babak baru setelah terungkap bahwa tersangka berinisial AAS memiliki latar belakang sebagai mantan narapidana terorisme (eks napiter).

Fakta tersebut disampaikan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tasikmalaya. Lembaga tersebut menyebut AAS sebelumnya pernah terlibat kasus hukum pada tahun 2000 dan telah menyelesaikan seluruh proses hukum yang dijalaninya.

Meski memiliki rekam jejak sebagai eks napiter, Kesbangpol menegaskan bahwa AAS selama ini telah mengikuti proses pembinaan dan kembali berbaur dengan masyarakat.

Kepala Kesbangpol Kota Tasikmalaya, Ade Hendar, mengatakan pihaknya mengetahui latar belakang AAS sebagai eks napiter dan selama ini melakukan pemantauan melalui program pembinaan bersama berbagai instansi.

“A ini tersangkut kasus tahun 2000, yang jelas dia eks napiter,” kata Ade saat ditemui usai mendampingi Wali Kota Tasikmalaya meninjau lokasi ledakan, Selasa (14/7/2026).

Eks Napiter AAS Disebut Sudah Kembali Membaur dengan Masyarakat

Ade menjelaskan, setelah menyelesaikan hukuman atas kasus sebelumnya, AAS menjalani proses pembinaan agar dapat kembali menjalani kehidupan normal di tengah masyarakat.

Menurutnya, selama beberapa tahun terakhir AAS dikenal sebagai warga yang menjalankan aktivitas seperti masyarakat pada umumnya.

Ia bahkan diketahui berdagang dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitar tanpa menunjukkan adanya permasalahan.

“Sepengetahuan kami, yang bersangkutan eks napiter dan sudah berproses seperti biasa. Ada pembinaan hingga sudah membaur,” ujar Ade.

Kesbangpol menilai proses reintegrasi sosial terhadap eks napiter merupakan langkah penting agar mereka dapat kembali diterima masyarakat sekaligus mencegah munculnya kembali paham-paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.

Pembinaan Eks Napiter Melibatkan Banyak Instansi

Ade menegaskan bahwa pembinaan terhadap mantan narapidana terorisme tidak hanya menjadi tanggung jawab Kesbangpol Kota Tasikmalaya.

Program tersebut melibatkan berbagai pihak dengan pendekatan deradikalisasi dan pencegahan.

Menurutnya, pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan upaya komunikasi dan pengawasan untuk memastikan eks napiter tetap berada dalam lingkungan sosial yang positif.

“Pola pembinaan tidak hanya di kita saja, instansi lain ada. Kita lebih ke salah satunya dengan deradikalisasi,” jelas Ade.

Ia menyebut AAS selama ini masih menjalin komunikasi dengan masyarakat sekitar.

“Saya tahu Angga ini komunikasinya seperti biasa, buktinya berdagang dan membaur seperti yang lain.”

Kesbangpol Sebut Motif Ledakan Bukan Terorisme

Meski tersangka diketahui memiliki latar belakang eks napiter, Kesbangpol Kota Tasikmalaya menilai kasus ledakan di Dadaha lebih mengarah pada persoalan pribadi, khususnya terkait persaingan dagang.

Ade mengatakan pihaknya tidak melihat adanya indikasi bahwa peristiwa tersebut berkaitan dengan aktivitas jaringan terorisme.

“Kalau kami melihat sebagai persaingan dagang saja, dan kami tidak melihat ruang-ruang itu,” ungkapnya.

Menurutnya, persoalan yang muncul lebih berkaitan dengan konflik di lingkungan usaha, meskipun tindakan yang dilakukan dianggap sebagai bentuk spontanitas yang berbeda dari permasalahan sebelumnya.

“Kami juga tidak memonitor soal adanya ejekan hingga berujung tindakan, hanya spontanitasnya ini lain.”

Pengawasan Terhadap Eks Napiter Tetap Dilanjutkan

Pasca ledakan di Kompleks Olahraga Dadaha, Kesbangpol memastikan proses pembinaan dan pemantauan terhadap eks napiter di Tasikmalaya tetap berjalan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pencegahan agar proses adaptasi sosial para eks napiter tetap berlangsung dengan baik.

“Tetap dilakukan upaya tersebut bagi saudara kita eks napiter. Kami upayakan preventif secara terus-menerus, dan semuanya orang Tasikmalaya,” kata Ade.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan bukan hanya berupa pengawasan, tetapi juga membangun komunikasi agar para eks napiter dapat menjalani kehidupan bermasyarakat secara normal.

Data Jumlah Eks Napiter Masih Diverifikasi

Saat ditanya mengenai jumlah eks napiter yang berada di wilayah Kota Tasikmalaya, Ade belum memberikan angka pasti.

Ia mengatakan data tersebut harus kembali diverifikasi agar informasi yang disampaikan kepada publik benar-benar akurat.

“Untuk urusan data, itu harus buka lagi, khawatir salah. Yang jelas tersangka ini eks napiter. Urusan angka harus benar dan tidak boleh nebak-nebak,” ujarnya.

Kasus ledakan di Kompleks Olahraga Dadaha kini masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian. Sementara itu, berbagai pihak masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap secara lengkap kronologi maupun motif sebenarnya di balik kejadian tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit

Ilustrasi tsunami

Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust

Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Petisi Online Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Makin Masif

Wacana Sistem Tidak Naik Kelas Diberlakukan 2027, Guru dan Siswa Diimbau Siapkan Strategi Baru

Update Kasus Dugaan Keracunan Makanan di 88 Seoul Bandung: Korban Dimintai Keterangan, Sampel Diuji

Viral Aksi Pria Ngaku Satnarkoba dan BNN di Garut, Korban Bongkar Gelagat Mencurigakan

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.