Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Reshuffle Kabinet Prabowo 1 Oktober: 18 Pejabat Dilantik, Ada Kapolri dan Menko Baru

Kamis, 1 Oktober 2026 19:50 WIB

Catat! Ini Jadwal Operasi Antik Lodaya 2026 di Jawa Barat

Kamis, 1 Oktober 2026 19:38 WIB

Berburu Sarapan di Bandung? 7 Kuliner Legendaris Ini Wajib Masuk Daftar

Kamis, 1 Oktober 2026 18:40 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Reshuffle Kabinet Prabowo 1 Oktober: 18 Pejabat Dilantik, Ada Kapolri dan Menko Baru
  • Catat! Ini Jadwal Operasi Antik Lodaya 2026 di Jawa Barat
  • Berburu Sarapan di Bandung? 7 Kuliner Legendaris Ini Wajib Masuk Daftar
  • BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu, Cek Syarat Penerima dan Desilnya
  • Jadwal Berubah! Garudayaksa FC vs Persib Dimajukan, Ini Waktu Terbarunya
  • Nurisa Dian Ashrifah Raih Emas, Sejarah Baru Panahan Indonesia di Asian Games
  • PP Jabar Gelar Diskusi Publik Bahas Penegakan Hukum, Keadilan dan Kepercayaan Publik
  • Forum PKL Juara Dukung Penertiban Hasanuddin-Surya Kencana, Minta Solusi bagi Pedagang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 1 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bos Koi Bongkar Rahasia Honeycomb dan Kroto, Disebut Superfood yang Diburu di Thailand!

By SusanaSelasa, 14 Juli 2026 20:54 WIB4 Mins Read
Bos Koi Hartono Soekwanto mengungkap potensi sarang lebah dan kroto sebagai superfood masa depan. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pengusaha asal Bandung yang dikenal dengan sapaan Bos Koi, Hartono Soekwanto, menyoroti potensi besar bahan pangan lokal yang selama ini kurang dimanfaatkan masyarakat Indonesia. Menurutnya, sarang lebah (honeycomb) dan telur semut rangrang (kroto) memiliki kandungan gizi tinggi yang layak dikembangkan sebagai sumber pangan alternatif di masa depan.

Hartono menilai, di sejumlah negara seperti Thailand, kedua bahan tersebut telah lama diolah menjadi hidangan premium dengan nilai ekonomi tinggi. Sementara di Indonesia, sarang lebah kerap hanya diambil madunya, sedangkan kroto lebih dikenal sebagai pakan burung.

“Masyarakat Thailand sudah lama menyulap bahan mentah ini menjadi kuliner premium yang sarat gizi tinggi. Bukan hanya sekadar pakan burung kicau-kicau,” ujar Hartono, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, perubahan cara pandang terhadap bahan pangan lokal dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperkaya pilihan makanan bergizi bagi masyarakat.

Thailand Sudah Lama Mengolah Honeycomb dan Kroto

Di Thailand, honeycomb atau sarang lebah tidak hanya dimanfaatkan untuk menghasilkan madu. Bagian sarangnya diolah menjadi berbagai menu tradisional, termasuk pepes dan hidangan khas lainnya.

Sementara itu, telur semut merah atau kroto juga menjadi bahan campuran salad, sup, hingga makanan khas yang memiliki cita rasa unik sekaligus kandungan protein tinggi.

Baca Juga:  Kisah Lengkap Matilda: Plot Twist Sapi Pekerja yang Ternyata Punya 'Jiwa' Manusia

Hartono menilai kreativitas tersebut menjadi contoh bagaimana bahan pangan yang sering diabaikan justru mampu memiliki nilai jual tinggi apabila diolah dengan tepat.

Manfaat Sarang Lebah untuk Kesehatan

Selain menghasilkan madu, sarang lebah diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan. Meski demikian, manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk berbagai klaim medis tertentu.

Beberapa kandungan yang terdapat pada honeycomb antara lain vitamin, antioksidan, serta senyawa alami lainnya.

1. Kaya Antioksidan

Sarang lebah mengandung vitamin C, vitamin E, vitamin A, serta berbagai enzim alami seperti katalase, glutathione peroxidase (GPx), dan superoxide dismutase (SOD).

Kandungan tersebut dikenal berperan sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari paparan radikal bebas yang dapat memicu berbagai penyakit degeneratif.

2. Mengandung Senyawa Antibakteri

Honeycomb juga mengandung senyawa bioflavonoid yang diketahui memiliki aktivitas antimikroba.

Beberapa penelitian menunjukkan senyawa ini berpotensi membantu menghambat pertumbuhan bakteri, virus, maupun jamur. Namun efektivitasnya sebagai terapi medis tetap memerlukan pembuktian melalui uji klinis lebih lanjut.

3. Berpotensi Menjaga Kesehatan Pembuluh Darah

Antioksidan di dalam sarang lebah dipercaya membantu mengurangi proses oksidasi kolesterol jahat (LDL) yang menjadi salah satu faktor pembentukan plak pada pembuluh darah.

Baca Juga:  Farhan Ajak Hartono dan Irfan Hakim Tinjau Sampah, Siap Replikasi ke 1.592 RW Bandung

Dengan demikian, konsumsi makanan kaya antioksidan dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

4. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh

Berbagai kandungan vitamin dan senyawa aktif dalam honeycomb juga diyakini dapat membantu menjaga daya tahan tubuh.

Namun manfaat ini sebaiknya dipahami sebagai bagian dari pola makan sehat, bukan sebagai pengganti pengobatan medis.

Kroto, Sumber Protein Tinggi yang Mulai Dilirik

Selain sarang lebah, Hartono juga menilai kroto memiliki potensi besar sebagai sumber protein alternatif.

Selama ini telur semut rangrang lebih banyak dimanfaatkan sebagai pakan burung, padahal kandungan gizinya cukup tinggi.

Protein Tinggi

Dalam setiap 100 gram kroto terkandung sekitar 20 gram protein, sehingga menjadi salah satu sumber protein hewani yang cukup baik.

Protein berperan penting dalam pembentukan otot, perbaikan jaringan tubuh, hingga menjaga fungsi berbagai organ.

Rendah Lemak

Salah satu keunggulan kroto adalah kadar lemaknya yang relatif rendah dibandingkan beberapa sumber protein hewani lainnya.

Karakteristik ini membuat kroto dinilai cocok menjadi alternatif bagi masyarakat yang sedang menjalani pola makan rendah lemak.

Baca Juga:  Tangan Dingin 'Bos Koi' Hartono Soekwanto Hangatkan Keluarga Kar’an dari Rumah Gubuk

Mengandung Mineral Penting

Kroto juga mengandung berbagai mineral seperti kalsium dan fosfor yang berperan menjaga kesehatan tulang dan gigi.

Selain itu terdapat vitamin B kompleks yang dibutuhkan tubuh untuk membantu metabolisme energi dan menjaga fungsi sistem saraf.

Jangan Memasak Kroto Terlalu Lama

Hartono mengingatkan bahwa protein pada kroto cukup sensitif terhadap suhu tinggi.

Karena itu, proses memasak sebaiknya dilakukan dengan tepat agar kandungan gizinya tidak banyak berkurang.

Ia menyarankan bumbu dimasak hingga matang terlebih dahulu, kemudian kroto baru dimasukkan pada tahap akhir agar teksturnya tetap baik dan nutrisi lebih terjaga.

Berpotensi Menjadi Pangan Masa Depan

Menurut Hartono, meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pangan bergizi membuka peluang bagi berbagai bahan pangan lokal yang selama ini kurang dimanfaatkan.

Ia berharap masyarakat mulai melihat sarang lebah maupun kroto bukan sekadar bahan tradisional atau pakan ternak, melainkan sebagai komoditas pangan yang memiliki nilai ekonomi dan potensi gizi.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa berbagai klaim manfaat kesehatan tetap perlu didukung oleh penelitian ilmiah yang memadai dan konsumsi harus dilakukan secara bijak sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bos Koi Hartono Soekwanto
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Reshuffle Kabinet Prabowo 1 Oktober: 18 Pejabat Dilantik, Ada Kapolri dan Menko Baru

Catat! Ini Jadwal Operasi Antik Lodaya 2026 di Jawa Barat

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu, Cek Syarat Penerima dan Desilnya

PP Jabar Gelar Diskusi Publik Bahas Penegakan Hukum, Keadilan dan Kepercayaan Publik

Forum PKL Juara Dukung Penertiban Hasanuddin-Surya Kencana, Minta Solusi bagi Pedagang

40 Bangli dan Lapak PKL di Hasanuddin-Surya Kencana Ditertibkan

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.