Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tarif Kamarnya Jutaan, Tapi Hotel Mewah Ini Rela ‘Dijajah’ Kawanan Gajah Liar! Kok Pengelolanya Malah Senang?

Selasa, 14 Juli 2026 19:40 WIB

Catat Tanggalnya! Makkah dan Jeddah Bakal Alami Gerhana Matahari Total Terlama di Abad Ini

Selasa, 14 Juli 2026 19:01 WIB

Menguak Biang Kerok Harga Beras Masih Tinggi, Ternyata Ini Pemicunya

Selasa, 14 Juli 2026 18:54 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tarif Kamarnya Jutaan, Tapi Hotel Mewah Ini Rela ‘Dijajah’ Kawanan Gajah Liar! Kok Pengelolanya Malah Senang?
  • Catat Tanggalnya! Makkah dan Jeddah Bakal Alami Gerhana Matahari Total Terlama di Abad Ini
  • Menguak Biang Kerok Harga Beras Masih Tinggi, Ternyata Ini Pemicunya
  • Viral Aksi Pengeroyokan Petugas KA di Garut: Pelaku Tak Terima Ditegur saat Terobos Palang Pintu
  • Kabar Gembira! Bansos PKH dan BPNT Triwulan III Cair 20 Juli 2026, Cek Status Anda di Sini
  • Tzuyu Dikabarkan Hengkang dari JYP, Begini Respons Resmi Agensi TWICE
  • Link Live Streaming Prancis vs Spanyol, Semifinal Piala Dunia 2026 Digelar Dini Hari Ini
  • Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit, Muhammad Farhan Beberkan Penyakit yang Dialaminya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 14 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Menguak Biang Kerok Harga Beras Masih Tinggi, Ternyata Ini Pemicunya

By Aga GustianaSelasa, 14 Juli 2026 18:54 WIB3 Mins Read
Stok beras di Kota Bandung dipastikan aman oleh DKPP meski harga masih tinggi. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Masyarakat kini harus beradaptasi dengan harga beras yang masih bertengger di level tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) per pekan kedua Juli 2026 menunjukkan harga rata-rata beras nasional menyentuh angka Rp15.499 per kilogram. Meski laju kenaikan harga terlihat melandai, level harga yang sudah tinggi ini tetap menjadi tantangan berat bagi daya beli masyarakat.

Mengapa Harga Beras Sulit Turun?

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa kunci mahalnya harga beras di pasar terletak pada biaya bahan baku di tingkat petani. Saat ini, harga Gabah Kering Panen (GKP) di lapangan telah melampaui asumsi acuan pemerintah sebesar Rp6.500/kg.

Di lapangan, petani menjual GKP di kisaran Rp7.000 hingga Rp7.500/kg. Ketut menekankan bahwa secara kalkulasi ekonomi, mustahil menekan harga beras di tingkat konsumen jika modal di tingkat petani sudah jauh di atas asumsi Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Tentu kalau GKP-nya tinggi, di atas Rp 7.000 tentu harga beras kan tidak mungkin (murah) di (tingkat) eceran ya. Karena kita membuat asumsi harga eceran tertinggi itu dengan GKP Rp 6.500. Nah, kalau GKP-nya lebih dari Rp 6.500. Tentu tidak akan bisa sesuai dengan harga eceran, apalagi di atas Rp 7.000,” ujar Ketut saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga:  Atasi Rawan Pangan, Bupati Bandung Salurkan Bantuan 2.140 Ton Beras Per Bulan

Sisi Lain: Kabar Baik untuk Petani

Di balik keluhan konsumen, Ketut melihat ada optimisme untuk kemandirian pangan nasional. Tingginya harga gabah membuat petani lebih sejahtera dan lebih bergairah untuk melakukan produksi. Ia berpendapat bahwa harga yang layak bagi petani adalah syarat mutlak jika Indonesia ingin mencapai swasembada.

Baca Juga:  Menko Zulhas Ajak Semua Pihak Kerja Keras Wujudkan Swasembada Pangan

“Nah, kalau kita ingin menjadi negara produsen, ingin swasembada, tentu ini sisi positif. Kenapa? Karena harganya nyaman bagi petani kita, nyaman bagi petani kita untuk berproduksi,” jelas ia.

Strategi Pemerintah: Bansos hingga Operasi Pasar

Untuk meredam beban masyarakat, pemerintah telah menyiapkan “jaring pengaman”. Sebanyak 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM) akan menerima bantuan pangan tahap dua. Menurut Ketut, bantuan ini mencakup puluhan juta jiwa dan diharapkan mampu menekan permintaan beras secara langsung di pasar tradisional.

“Bantuan pangan bagi 33,24 juta, kalau satu keluarga ada tiga orang saja, kali tiga kan sekitar 60 lebih atau 70 juta lebih sudah kita bantu, 90 juta sekian orang sudah dibantu dengan bantuan pangan. Itu sudah meringankan masyarakat kita yang membutuhkan,” jelasnya.

Baca Juga:  Pj Wali Kota Cimahi Sebut Faktor Cuaca Jadi Penyebab Harga Beras Naik di Pasaran

Selain bantuan pangan, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan gerakan pangan murah akan terus dioptimalkan. Ketut memprediksi bahwa pada Agustus mendatang, tekanan harga akan mulai terkendali karena pasokan beras bantuan sudah masuk ke tangan masyarakat.

“Kalau sudah turun di bulan Agustus tentu bayangkan saja 33 (penerima manfaat) kali tiga (orang), berarti 1.000.000 beras langsung diterima di konsumen. Tentu kebutuhan orang membeli beras di pasar-pasar akan berkurang, kan? Logikanya pasti akan sedikit mengerem inflasi. Harapan kita dengan adanya bantuan pangan, kemudian SPHP, gerakan pangan murah, ini pasti akan mengendalikan,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bantuan pangan Bapanas Berita Ekonomi harga beras Inflasi Pangan Swasembada Pangan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Aksi Pengeroyokan Petugas KA di Garut: Pelaku Tak Terima Ditegur saat Terobos Palang Pintu

Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit, Muhammad Farhan Beberkan Penyakit yang Dialaminya

SPP SMA/SMK Negeri di Jabar Bakal Kembali Diberlakukan, Ini Rencana Skema Barunya

program MBG

Kejagung Resmi Hentikan Pengumpulan Data Program MBG, Ada Apa?

Emak Gila

Transaksi Judi Online Ribuan Pegawai Pemprov Jabar Tembus Rp14 Miliar

Petugas KAI Dikeroyok Usai Tegur Pemotor Terobos Palang Kereta di Garut, Polisi Buru Pelaku

Terpopuler
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!
  • Jejak Kontroversi ‘Ratu Sound Horeg’ Mala Agatha & Icha Chellow: Dari Panggung Lokal hingga Diancam Anisa Bahar
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Gempar Penemuan Jasad di Lantai 12 Parkiran Mal Kings Bandung, Polisi Temukan Surat Wasiat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.