Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Resmi! Ini Daftar 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Ada Libur Panjang

Rabu, 16 September 2026 03:00 WIB

Menjelajahi Wisata Kuliner Bogor: Panduan Lengkap 14 Spot Legendaris hingga Spot Foto Estetik

Rabu, 16 September 2026 02:00 WIB

Menjelajah Pesona Purwakarta: 27 Destinasi Liburan Hits yang Ramah di Kantong

Rabu, 16 September 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Resmi! Ini Daftar 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Ada Libur Panjang
  • Menjelajahi Wisata Kuliner Bogor: Panduan Lengkap 14 Spot Legendaris hingga Spot Foto Estetik
  • Menjelajah Pesona Purwakarta: 27 Destinasi Liburan Hits yang Ramah di Kantong
  • Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi
  • Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah
  • Jelang Duel Kontra FC Seoul, Marc Klok Kobarkan Semangat Juang Persib di Panggung Asia
  • Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar
  • Pekan Ketiga Super League Memanas! Persib ke Jepara, Persija Kontra Java United
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Menguak Biang Kerok Harga Beras Masih Tinggi, Ternyata Ini Pemicunya

By Aga GustianaSelasa, 14 Juli 2026 18:54 WIB3 Mins Read
Stok beras di Kota Bandung dipastikan aman oleh DKPP meski harga masih tinggi. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Masyarakat kini harus beradaptasi dengan harga beras yang masih bertengger di level tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) per pekan kedua Juli 2026 menunjukkan harga rata-rata beras nasional menyentuh angka Rp15.499 per kilogram. Meski laju kenaikan harga terlihat melandai, level harga yang sudah tinggi ini tetap menjadi tantangan berat bagi daya beli masyarakat.

Mengapa Harga Beras Sulit Turun?

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa kunci mahalnya harga beras di pasar terletak pada biaya bahan baku di tingkat petani. Saat ini, harga Gabah Kering Panen (GKP) di lapangan telah melampaui asumsi acuan pemerintah sebesar Rp6.500/kg.

Di lapangan, petani menjual GKP di kisaran Rp7.000 hingga Rp7.500/kg. Ketut menekankan bahwa secara kalkulasi ekonomi, mustahil menekan harga beras di tingkat konsumen jika modal di tingkat petani sudah jauh di atas asumsi Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Tentu kalau GKP-nya tinggi, di atas Rp 7.000 tentu harga beras kan tidak mungkin (murah) di (tingkat) eceran ya. Karena kita membuat asumsi harga eceran tertinggi itu dengan GKP Rp 6.500. Nah, kalau GKP-nya lebih dari Rp 6.500. Tentu tidak akan bisa sesuai dengan harga eceran, apalagi di atas Rp 7.000,” ujar Ketut saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga:  Update Harga Emas Antam 10 April 2026: Tembus Rp 2,85 Juta per Gram, Cek Rinciannya di Sini!

Sisi Lain: Kabar Baik untuk Petani

Di balik keluhan konsumen, Ketut melihat ada optimisme untuk kemandirian pangan nasional. Tingginya harga gabah membuat petani lebih sejahtera dan lebih bergairah untuk melakukan produksi. Ia berpendapat bahwa harga yang layak bagi petani adalah syarat mutlak jika Indonesia ingin mencapai swasembada.

Baca Juga:  Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini 6 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Naik Tipis? Cek Detailnya!

“Nah, kalau kita ingin menjadi negara produsen, ingin swasembada, tentu ini sisi positif. Kenapa? Karena harganya nyaman bagi petani kita, nyaman bagi petani kita untuk berproduksi,” jelas ia.

Strategi Pemerintah: Bansos hingga Operasi Pasar

Untuk meredam beban masyarakat, pemerintah telah menyiapkan “jaring pengaman”. Sebanyak 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM) akan menerima bantuan pangan tahap dua. Menurut Ketut, bantuan ini mencakup puluhan juta jiwa dan diharapkan mampu menekan permintaan beras secara langsung di pasar tradisional.

“Bantuan pangan bagi 33,24 juta, kalau satu keluarga ada tiga orang saja, kali tiga kan sekitar 60 lebih atau 70 juta lebih sudah kita bantu, 90 juta sekian orang sudah dibantu dengan bantuan pangan. Itu sudah meringankan masyarakat kita yang membutuhkan,” jelasnya.

Baca Juga:  Baru Terserap 45 Persen, Inilah Progres Terbaru Pencairan THR 6 Juta ASN dan TNI/Polri Maret 2026

Selain bantuan pangan, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan gerakan pangan murah akan terus dioptimalkan. Ketut memprediksi bahwa pada Agustus mendatang, tekanan harga akan mulai terkendali karena pasokan beras bantuan sudah masuk ke tangan masyarakat.

“Kalau sudah turun di bulan Agustus tentu bayangkan saja 33 (penerima manfaat) kali tiga (orang), berarti 1.000.000 beras langsung diterima di konsumen. Tentu kebutuhan orang membeli beras di pasar-pasar akan berkurang, kan? Logikanya pasti akan sedikit mengerem inflasi. Harapan kita dengan adanya bantuan pangan, kemudian SPHP, gerakan pangan murah, ini pasti akan mengendalikan,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Ekonomi Swasembada Pangan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi

Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah

Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar

Penyu Raja Ampat Dibunuh di Depan Kamera: Dari Perburuan hingga WNA Diamankan di Bandara

Asap Kebakaran Punclut Makan Korban, 13 Warga Bandung Kena ISPA

Underpass Gatot Subroto Cimahi Ditargetkan Rampung Desember, Nilai Proyek Rp126 Miliar

Terpopuler
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
  • Bikin Penasaran! Sosok Lylia Kasir Indomaret Jadi Buruan Warganet di TikTok
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.