bukamata.id – Bandung kembali mencekam. Aksi pembegalan yang menyasar warga di jam sibuk kini menghantui sejumlah titik rawan, termasuk di area Flyover Kopo dan Jalan BKR. Dalam insiden terbaru di Flyover Kopo, seorang pekerja yang tengah dalam perjalanan menuju kantor menjadi korban brutal dua begal hingga mengalami luka berat. Tidak hanya melukai korban, pelaku juga sukses merampas kendaraan dan ponsel milik korban.
Beruntung, respons cepat Satreskrim Polrestabes Bandung dan Polsek Regol berhasil membekuk para pelaku di balik teror tersebut. Kini, tersangka berinisial RP dan RF, serta tiga pelaku lainnya dari kasus di Jalan BKR, telah mendekam di balik jeruji besi.
Strategi “Besi” Polrestabes Bandung
Merespons keresahan warga, kepolisian menyatakan perang terhadap aksi kejahatan jalanan. Pihaknya kini meningkatkan intensitas patroli sebagai langkah antisipasi agar ruang gerak kriminal semakin sempit.
“Ya, terkait kejadian kriminalitas, kami dari kepolisian, khususnya Polrestabes Bandung, sudah melakukan langkah-langkah tindakan kepolisian, baik preemtif maupun preventif,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, di Mapolrestabes Bandung, Rabu (15/7/2026).
Anton menjelaskan bahwa sistem pengamanan kini diperketat melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang disebar ke seluruh wilayah hukum Polrestabes Bandung.
“Setiap malam anggota melaksanakan patroli dan KRYD secara menyeluruh, baik oleh polsek sesuai wilayah hukumnya maupun oleh Polrestabes dengan melibatkan seluruh fungsi,” tambahnya.
Tim Prabu pun kini diterjunkan lebih masif setiap malam untuk menyisir potensi ancaman kejahatan jalanan, aksi premanisme, hingga geng motor yang meresahkan warga.
Pesan Keras: Lapor atau Ditindak Tegas
Kepolisian menekankan bahwa kecepatan pelaporan dari warga adalah kunci. Anton mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan setiap gangguan keamanan melalui layanan 110 yang dapat diakses secara gratis.
“Karena itu kami membutuhkan informasi dari masyarakat. Silahkan apabila mengetahui atau menemukan adanya gangguan kamtibmas agar segera melaporkan atau menghubungi layanan 110 yang gratis,” sebutnya.
Menurut Anton, sinergi antara kecepatan laporan warga dan reaksi petugas telah terbukti efektif. “Dengan begitu kami dari kepolisian dapat segera merespons laporan tersebut. Semoga ke kedepannya juga bisa secepat tadi, ketika masyarakat melapor, kami langsung menuju TKP, melakukan penyelidikan, dan alhamdulillah kurang dari tiga jam pelaku berhasil diamankan berkat informasi dari masyarakat,” sambungnya.
Bagi para pelaku kejahatan yang masih nekat beraksi, Anton memberikan peringatan keras. Polisi tidak akan ragu untuk mengambil opsi terakhir jika keselamatan masyarakat atau petugas terancam.
“Ya, kami dari kepolisian akan menindak tegas para pelaku kriminal yang dengan sangat sadis dan kejam melakukan kekerasan. Kami akan melakukan tindakan tegas terukur, apalagi jika mereka membahayakan petugas maupun masyarakat,” tegasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










