bukamata.id – Aktivitas di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, kini terlihat semakin sibuk setelah puluhan armada bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) dari Terminal Cicaheum mulai beroperasi di lokasi tersebut sejak 26 Mei 2026.
Pemindahan armada ini dilakukan menyusul rencana penutupan Terminal Cicaheum yang nantinya akan dialihfungsikan menjadi depo Bus Rapid Transit (BRT). Proses peralihan pun mulai berjalan bertahap setelah adanya sosialisasi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.
Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat, mengatakan pihaknya telah mengumpulkan seluruh perusahaan otobus (PO) guna menyampaikan surat edaran terkait perpindahan armada dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang.
“Kami tanggal 25 Mei 2026 melakukan sosialisasi surat edaran dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengenai peralihan armada yang Cicaheum ke Leuwipanjang dan mencabut Terminal Cicaheum Depo A untuk menjadi Depo BRT,” kata Asep saat dihubungi, Jumat (29/5/2026).
Sehari setelah sosialisasi dilakukan, sebagian besar armada dari Terminal Cicaheum langsung mulai beroperasi di Terminal Leuwipanjang.
“Tanggal 26-nya sudah mulai 70-80 persen armada yang di Terminal Cicaheum memasuki keberangkatan pelayanan di Terminal Leuwipanjang,” ujarnya.
Adapun sejumlah perusahaan otobus yang kini mulai melayani penumpang dari Terminal Leuwipanjang di antaranya Budiman jurusan Wonosobo–Pangandaran–Tasikmalaya, Gunung Harta, Sugeng Rahayu, EKA, Kalingga, Bandung Express, Harapan Jaya, hingga Sinar Jaya.
Meski mendapat tambahan armada dalam jumlah besar, kondisi Terminal Leuwipanjang disebut masih cukup terkendali. Hal itu karena pengelola menerapkan sistem pengaturan bus berdasarkan jadwal keberangkatan sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan di area terminal.
“Kami di sini mengurangi kepadatan bus, karena sudah padat. Kedua, mengurangi kemacetan atau antrian yang panjang. Sehingga masing-masing bus kita atur waktunya masuk terminal jam berapa,” terang Asep.
Dengan sistem tersebut, bus hanya diperbolehkan masuk sesuai jadwal keberangkatan, menaikkan penumpang, lalu langsung berangkat tanpa menunggu lama di dalam terminal.
Selain melakukan penataan armada, Terminal Leuwipanjang juga terus meningkatkan fasilitas pelayanan bagi penumpang. Bahkan sejumlah perusahaan otobus mulai membuka lounge atau ruang tunggu khusus yang dilengkapi pendingin ruangan, televisi, hingga fasilitas minuman.
Asep menilai fasilitas di Terminal Leuwipanjang saat ini jauh lebih lengkap dibanding beberapa tahun sebelumnya. Terminal kini telah memiliki area difabel, ruang kelompok rentan, ruang menyusui, posko kesehatan, pojok baca digital, smoking area, hingga ruang tenang.
“Perpindahan armada ke sini, karena sudah berbenah, kita no problem, fasilitas semua sudah ada,” katanya.
Hingga saat ini, proses perpindahan armada dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang disebut berjalan lancar tanpa kendala berarti. Sejumlah penumpang bahkan mulai merasa lebih nyaman dengan fasilitas yang tersedia.
“Toilet gratis, ada ruang tunggu. Selama menunggu ada ruang baca dulu atau cafe dulu. Mau merokok ada khusus area rokok, smoking area. Ada ruang menyusui yang nyaman, bahkan ruang tenang juga ada,” pungkas Asep.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










